Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Piala Dunia 2026 Bawa Petaka Privasi? Curhatan Jujur Vozinha yang Kehilangan Ketenangan

Rabu, 30 September 2026 09:29 WIB

Dari Teknik Otomasi ke Panggung Dunia, Ini Sisi Lain Gede Aiswarya yang Raih 2nd Runner-Up Mister International 2026

Rabu, 30 September 2026 09:25 WIB

Menilik Sisi Lain Film G30S/PKI: Dari Anggaran Fantastis Rp800 Juta hingga Kritik Visum Medis

Rabu, 30 September 2026 09:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Piala Dunia 2026 Bawa Petaka Privasi? Curhatan Jujur Vozinha yang Kehilangan Ketenangan
  • Dari Teknik Otomasi ke Panggung Dunia, Ini Sisi Lain Gede Aiswarya yang Raih 2nd Runner-Up Mister International 2026
  • Menilik Sisi Lain Film G30S/PKI: Dari Anggaran Fantastis Rp800 Juta hingga Kritik Visum Medis
  • Revitalisasi Pasar Ciroyom Dimulai Bertahap, Perumda Pastikan Legalitas dan Keamanan Pedagang
  • Tak Hanya Jadi Pelajaran, Pendidikan Pancasila Disiapkan Bentuk Karakter Siswa
  • Bansos Beras 30 Kg Cair Oktober 2026, Begini Cara Ambil dan Cek NIK Penerimanya
  • Pencari Kerja Bandung Merapat! 6 Perusahaan Buka 359 Lowongan Secara Online
  • Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Dari Teknik Otomasi ke Panggung Dunia, Ini Sisi Lain Gede Aiswarya yang Raih 2nd Runner-Up Mister International 2026

By SusanaRabu, 30 September 2026 09:25 WIB6 Mins Read
Gede Aiswarya membawa Indonesia meraih posisi second runner-up Mister International 2026. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sosok I Gede Aiswarya Pandit Kartika kini tengah menjadi perhatian setelah berhasil membawa nama Indonesia ke jajaran tiga besar Mister International 2026.

Wakil Indonesia asal Bali tersebut meraih posisi 2nd Runner-Up atau juara ketiga dalam grand final Mister International 2026 yang digelar di MCC Hall, The Mall Lifestore Bangkapi, Bangkok, Thailand, Sabtu (26/9/2026).

Tak berhenti di podium tiga besar, Aiswarya juga berhasil membawa pulang penghargaan Best National Costume melalui busana bertema Barong Landung: The King Beyond Time yang mengangkat kekayaan budaya Bali.

Namun, ada sisi lain dari sosok Aiswarya yang tak kalah menarik. Di balik penampilannya sebagai seorang professional runway model dan peserta pageant internasional, pemuda kelahiran Bali, 22 September 2002, itu ternyata merupakan lulusan Teknik Otomasi Politeknik Negeri Bali.

Latar belakang teknik tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Aiswarya. Sebelum berdiri di panggung pageant internasional, ia lebih dahulu berkutat dengan dunia teknologi, otomasi hingga inovasi.

Gede Aiswarya, Lulusan Teknik yang Masuk Dunia Pageant

Ketika nama Aiswarya muncul di panggung Mister International 2026, publik mungkin lebih mudah mengenalnya melalui dunia modeling dan pageant.

Padahal, perjalanan pendidikan Aiswarya justru berasal dari bidang yang cukup berbeda.

Ia merupakan lulusan Teknik Otomasi Politeknik Negeri Bali. Pendidikan tersebut membentuk pengalaman Aiswarya di bidang teknologi sekaligus mempertemukannya dengan dunia inovasi.

Catatan akademiknya juga terbilang menonjol. Aiswarya tercatat menyelesaikan pendidikan dengan IPK 3,81.

Latar belakang pendidikan tersebut membuat perjalanan Aiswarya menuju panggung internasional tidak hanya berbicara tentang penampilan fisik.

Ada pengalaman akademik dan teknologi yang ikut membentuk sosoknya.

Menariknya lagi, pengalaman tersebut tidak berhenti di ruang kelas.

Baca Juga:  Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?

Aiswarya pernah mewakili Indonesian Young Scientist Association dalam ajang Singapore World Invent 2023. Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil meraih posisi juara ketiga atau medali perunggu.

Salah satu inovasi yang dibawanya berkaitan dengan sistem pemantauan kesehatan berbasis teknologi wearable.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa dunia teknologi bukan sekadar latar belakang pendidikan bagi Aiswarya. Ia pernah terlibat langsung dalam kompetisi inovasi dan membawa gagasannya ke tingkat internasional.

Ketika Teknologi Bertemu Dunia Modeling

Perjalanan Aiswarya kemudian bergerak ke arah yang berbeda.

Dari laboratorium dan dunia teknik, ia mulai menapaki panggung modeling, budaya, hingga pageant.

Dua dunia yang tampak berbeda tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan yang saling melengkapi.

Pengalaman di bidang teknik memberinya ruang untuk memahami teknologi dan inovasi. Sementara dunia modeling dan pageant membentuk kemampuan tampil, berkomunikasi serta membawa pesan di hadapan publik.

Gagasan tersebut kemudian tercermin dalam konsep Tech with Humanity yang dibawa Aiswarya.

Konsep itu menempatkan teknologi bukan hanya sebagai perkembangan teknis, tetapi sebagai sesuatu yang semestinya memberikan manfaat bagi manusia.

Sebelum mengikuti Mister International 2026, Aiswarya juga menyampaikan keinginannya untuk menggunakan platform yang dimilikinya untuk menemukan dan mendorong anak-anak muda Indonesia yang memiliki kemampuan, tetapi belum memperoleh ruang untuk menunjukkan potensinya.

Gagasan tersebut sejalan dengan keterlibatannya dalam gerakan pengembangan talenta muda melalui Gokil Indonesia Next.

Pernah Jadi Duta Endek Denpasar

Jika dunia teknik menjadi salah satu fondasi pendidikan Aiswarya, budaya Bali menjadi bagian lain yang tidak terpisahkan dari perjalanannya.

Aiswarya pernah dipercaya sebagai Duta Endek Denpasar 2025.

Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan salah satu kekayaan tekstil tradisional Bali. Endek bukan hanya menjadi bagian dari fashion, tetapi juga identitas budaya yang kemudian dapat diperkenalkan melalui berbagai ruang publik.

Baca Juga:  Jejak Aiswarya Rai Terulang? Gede Aiswarya Bikin Indonesia Gempar di Mister Internasional!

Pengalaman sebagai Duta Endek turut menjadi bekal ketika Aiswarya tampil dalam kompetisi internasional.

Hal itu terlihat jelas saat dirinya mengenakan kostum nasional bertema Barong Landung: The King Beyond Time dalam Mister International 2026.

Busana tersebut mengangkat karakter Barong Landung yang merupakan bagian dari budaya Bali.

Penampilannya kemudian diganjar penghargaan Best National Costume.

Dengan demikian, ada dua sisi Indonesia yang dibawa Aiswarya ke panggung Bangkok. Di satu sisi ada latar belakang teknologi dan inovasi. Di sisi lain ada budaya Bali yang direpresentasikan melalui kostum nasional.

Dari King of Andaman hingga Mister International

Perjalanan Aiswarya menuju Mister International juga tidak terjadi secara instan.

Sebelum menjadi wakil Indonesia di ajang tersebut, ia telah memiliki pengalaman sebagai model profesional dan mengikuti sejumlah kompetisi pageant.

Aiswarya tercatat pernah meraih posisi 1st Runner-Up King of Andaman.

Pengalaman di panggung tersebut menjadi bagian dari proses yang kemudian membawanya ke kompetisi yang lebih besar.

Di usia 23 tahun, Aiswarya akhirnya dipercaya mewakili Indonesia dalam Mister International 2026.

Ajang tahun ini diikuti 52 kontestan dari berbagai negara.

Perjalanan Aiswarya tidak berhenti pada tahap awal. Ia mampu melewati berbagai rangkaian kompetisi hingga akhirnya masuk ke babak tiga besar.

Pada babak akhir, Aiswarya bersaing dengan perwakilan Meksiko dan Spanyol.

Posisi pertama diraih Andrés Briseño dari Meksiko, sementara Ignacio Monclús Pradal dari Spanyol menjadi 1st Runner-Up.

Aiswarya kemudian menempati posisi 2nd Runner-Up.

Membawa Nama Indonesia Lewat Dua Pencapaian

Malam final Mister International 2026 akhirnya memberikan dua pencapaian bagi Aiswarya.

Pertama, ia berhasil membawa Indonesia masuk tiga besar dengan meraih posisi 2nd Runner-Up.

Baca Juga:  Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?

Kedua, ia meraih penghargaan Best National Costume lewat busana yang mengangkat Barong Landung.

Dua pencapaian tersebut sekaligus memperlihatkan dua dimensi perjalanan Aiswarya.

Ia datang sebagai seorang peserta pageant dengan pengalaman modeling, tetapi membawa latar belakang yang lebih beragam.

Ada pendidikan Teknik Otomasi, pengalaman kompetisi inovasi teknologi, perjalanan sebagai Duta Endek Denpasar, pengalaman modeling dan kemudian kiprah di panggung pageant internasional.

Dari Bali, Teknik, hingga Panggung Dunia

Kisah Aiswarya menarik bukan semata karena dirinya berhasil masuk tiga besar Mister International 2026.

Perjalanan tersebut juga menunjukkan bagaimana seseorang dapat memiliki lintasan yang tidak selalu berjalan dalam satu bidang.

Aiswarya belajar teknik dan otomasi, terlibat dalam inovasi teknologi, kemudian masuk ke dunia modeling dan pageant.

Pada akhirnya, berbagai pengalaman tersebut bertemu di satu panggung.

Ketika berdiri di panggung Mister International 2026, Aiswarya tidak hanya membawa penampilan seorang runway model. Ia juga membawa pengalaman sebagai lulusan teknik, inovator muda, Duta Endek serta representasi budaya Bali.

Konsep Tech with Humanity yang dibawanya pun menjadi pengingat bahwa teknologi dan kemanusiaan tidak harus ditempatkan sebagai dua hal yang berseberangan.

Sementara melalui Barong Landung, ia membawa identitas Bali ke hadapan audiens internasional.

Perjalanan dari Teknik Otomasi Politeknik Negeri Bali hingga podium tiga besar Mister International 2026 itu pada akhirnya menjadi cerita tentang pertemuan pendidikan, teknologi, budaya dan pageant dalam diri seorang anak muda asal Bali.

Aiswarya membuktikan bahwa jalan menuju panggung internasional tidak selalu dimulai dari dunia modeling.

Bisa saja, perjalanan itu berawal dari ruang kelas teknik, proyek inovasi teknologi, kemudian berlanjut ke panggung budaya dan akhirnya sampai ke kompetisi pageant dunia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gede Aiswarya Gede Aiswarya Pandit Kartika lulusan Teknik Otomasi Mister International 2026 Mister International Indonesia Teknik Otomasi Politeknik Negeri Bali
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Menilik Sisi Lain Film G30S/PKI: Dari Anggaran Fantastis Rp800 Juta hingga Kritik Visum Medis

bansos beras

Bansos Beras 30 Kg Cair Oktober 2026, Begini Cara Ambil dan Cek NIK Penerimanya

Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu

Ilustrasi masakan sunda.

Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Wajib Coba! 5 Martabak Bandung Ini Punya Rasa Manis hingga Gurih yang Bikin Nagih

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Pemandangan eksotis Waduk Jatiluhur, ikon wisata Purwakarta sejak dulu.
    Proyek AI Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Purwakarta Disetop, Sedot Air Setara 6 Desa Sebulan!
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.