bukamata.id – Sebulan setelah membawa pulang gelar Runner Up 2 Mister International 2026, I Gede Aiswarya Pandit Kartika kembali mencuri perhatian. Kali ini bukan karena kostum nasional atau jawabannya di panggung final, melainkan pesannya untuk orang-orang yang merasa dirinya tidak cukup menarik.
Pemuda asal Bali yang akrab disapa Ais itu meyakini setiap orang punya daya tariknya sendiri. Menurutnya, yang membedakan adalah cara seseorang merawat diri dan bertumbuh dari hari ke hari.
“Semua Orang Tampan, Semua Orang Cantik”
Pertanyaan itu datang dari presenter Rory Asyari dalam video yang diunggah akun Instagram @room.4improvement.
“Ketika mereka [merasa] bahwa mereka bukan apa-apa, dan mungkin mereka juga tidak seganteng Ais, tidak secantik pageant-pageant lain, apa pendapatmu?” tanya Rory.
Ais menjawab tanpa ragu. Baginya, standar tampan dan cantik tidak tunggal.
“Pertama saya akan bilang bahwa semua orang tampan, semua orang cantik, tapi caranya berbeda-beda. Apakah kamu secara khusus ganteng atau cantik? Mereka memiliki kecantikan dan kegantengan yang berbeda-beda, kamu bisa gunakan itu sebagai keistimewaanmu. Semua orang ganteng, semua orang cantik, tapi bagaimana cara kamu merawat diri sendiri,” jelas Ais.
Pikirkan Besar untuk Tujuan, Kecil untuk Proses
Ais lalu melengkapi jawabannya dengan kutipan dari James Clear, penulis buku Atomic Habits.
“Namun, untuk menjawab pertanyaan itu, aku akan mengambil kutipan dari James Clear, penulis buku Atomic Habits. Jika menetapkan tujuan, pikirkan besar, tapi jika kamu memikirkan prosesnya, pikirkan kecil. Jadi caranya adalah terus berikan yang terbaik setiap hari,” lanjutnya.
Pesannya sederhana. Daripada sibuk membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik fokus merawat diri dan berkembang sedikit demi sedikit. Perubahan besar tidak selalu dimulai dari langkah besar, melainkan dari usaha kecil yang dilakukan konsisten setiap hari.
Warganet: Value-nya yang Bikin Unggul
Jawaban itu langsung ramai ditanggapi warganet. Sebagian memuji cara Ais berbicara, sebagian lagi menilai daya tariknya justru ada di luar penampilan fisik, sejalan dengan isi jawabannya sendiri.
“Suka banget cara bicara nya ais, bicara tapi senyum nya itu.. semoga dapat anak yg mirip kayak ais.. amiinnn,” tulis akun @adh***.
“Aaaaah… Juri nyesel ga kasih predikat Runner Up 2,” tulis akun @afa***.
“Menurut gw Ais ga ganteng, B aja, atau standar lah, tapi value nya yg bikin unggul itu, dia punya body keren, behaviour and brainnya yg diatas anak muda lainnya,” tulis akun @omt***.
Sebelumnya Bicara Soal Stereotip Pria di Pageant
Ini bukan pertama kalinya pandangan Ais menjadi perbincangan. Dalam video sebelumnya di akun yang sama, ia menyinggung stereotip yang kerap menempel pada pria peserta pageant, yaitu anggapan bahwa mereka kurang maskulin.
“Satu hal yang masih salah paham tentang pageant ya, ini sebenarnya benar-benar menarik, tapi saya akan bilang, jika Anda pria jangan jadi wanita, tetaplah menjadi pria,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak orang mengira pria yang tampil di ajang kecantikan harus bersikap feminin.
“Banyak orang berpikir, jika seorang pria berpartisipasi dalam ajang kecantikan, dia harus berperilaku seperti wanita, kamu harus feminin,” katanya.
Bagi Ais, anggapan itu keliru. Male pageant, menurutnya, adalah soal karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab membawa nama negara.
“Menurut saya tidak begitu, karena sebagai Mister International, dan sebagai runner-up kedua, saya bilang jika Anda mewakili negara Anda dalam pergelaran pria, maka Anda harus menjadi figur yang kuat sebagai pemimpin,” tegasnya.
Pernyataan itu juga dibanjiri pujian. Banyak warganet menilai Ais membawa warna berbeda bagi wakil Indonesia di male pageant.
“Jujurly Aish itu paket komplit yg Indonesia baru punya wakil male pageant yg positif vibes nya itu nyata dia ngomong aja itu udah bervalue, dan gak di buat², banyak wakil kita di male pageant yah bagus² tapi yg kayak aish yah itu baru ada satu ini yaitu Aish sumpah masih pengen liat dia di internasional pageant lagi sumpah,” tulis akun @zlv***.
“That’s of ‘if you’re a man be a man, if you woman be a woman’ 🔥 say it louderrrr ais,” tulis akun @its***.
“Sejauh ini yg paling Laki !! Gak over and natural smart and The best so proud of you brother,” tulis akun @udi***.
Profil Ais: Lulusan Teknik Otomasi, Juara Duta Endek Denpasar
Ais lahir di Bali pada 22 September 2002. Ia lulusan Teknik Otomasi Politeknik Negeri Bali (PNB), latar belakang yang jarang ditemui di dunia pageant.
Sebelum melangkah ke panggung internasional, Ais lebih dulu dinobatkan sebagai Juara I Duta Endek Kota Denpasar 2025. Pengalaman itu menjadi bekal saat ia harus bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
Di Mister International 2026, Ais tercatat sebagai wakil pertama Indonesia di bawah naungan The GOKIL Company.
Barong Landung Antar Indonesia Raih Best National Costume
Perjalanan Ais di Thailand berlangsung sejak 13 September hingga malam final pada 26 September 2026. Selama karantina, ia menarik perhatian lewat penampilan, kemampuan public speaking, dan pembawaannya yang ramah.
Salah satu momen paling berkesan adalah sesi kostum nasional. Ais tampil dengan kostum bertema Barong Landung, ikon budaya Bali, yang mengantarkan Indonesia meraih penghargaan Best National Costume. Ia juga menyabet Runner Up 1 Best in Swimwear.
Jawaban Soal Kemiskinan Global yang Mengantar ke Tiga Besar
Dari 52 peserta, Ais melaju ke Top 6 bersama wakil Sri Lanka, Vietnam, Turkiye, Meksiko, dan Spanyol. Di babak ini, ia ditanya apakah negara-negara kaya harus mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mengurangi kemiskinan global.
Ais menilai mengurangi kemiskinan tidak harus dengan merugikan kepentingan suatu negara, karena banyak jalan yang bisa ditempuh tanpa ada pihak yang dikorbankan.
“Karena ada begitu banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi kemiskinan global, seperti memberikan kesempatan, memberikan pelayanan kesehatan yang layak, dan juga memberikan pendidikan yang lebih layak. Dan sebagai Mister International, ini adalah salah satu tanggung jawab saya untuk memberikan dampak dalam mengurangi kemiskinan global dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik,” ujarnya.
Jawaban itu membawanya ke tiga besar bersama wakil Spanyol dan Meksiko. Ais bahkan menjadi peserta pertama yang dipanggil untuk sesi tanya jawab final.
Bhinneka Tunggal Ika di Panggung Final
Pada babak penentuan, Ais dihadapkan pada pilihan antara kepentingan negara sendiri dan sesuatu yang dianggap baik bagi umat manusia. Ia menjawab dengan membawa semboyan Indonesia.
“Sebagai seseorang yang lahir dan dibesarkan di Indonesia selama 24 tahun, Indonesia sebenarnya memiliki satu prinsip, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, setiap hukum dan setiap keputusan harus didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan,” kata Ais.
Ia menambahkan, gelar Mister International bisa menjadi sarana membawa prinsip itu ke dunia.
“Sebagai Mister International, saya bisa menjadi contoh nyata untuk membawa prinsip ini ke komunitas internasional dan memperlihatkannya kepada dunia. Karena sebagai Mister International, Anda bukan hanya seseorang yang memiliki paras tampan, tetapi juga seseorang yang mampu memimpin dengan hati,” ujarnya.
Hasil Lengkap Mister International 2026
Gelar Mister International 2026 akhirnya diraih Andres Briseno dari Meksiko. Runner Up 1 ditempati Ignacio Monclus Pradal dari Spanyol, sementara Ais menempati Runner Up 2. Posisi berikutnya diisi wakil Turkiye (Runner Up 3), Vietnam (Runner Up 4), dan Sri Lanka (Runner Up 5).
Dari jawaban di panggung final hingga pesannya soal rasa percaya diri, benang merah Ais tetap sama: pageant bukan sekadar soal wajah tampan. Yang ia tawarkan adalah karakter, kepemimpinan, dan kebiasaan kecil yang dirawat setiap hari.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











