bukamata.id – Sebulan setelah membawa pulang gelar Runner Up 2 Mister International 2026, I Gede Aiswarya Pandit Kartika masih terus diperbincangkan.
Kali ini bukan soal kostum atau jawabannya di panggung final, melainkan pandangannya tentang stereotip yang kerap menempel pada pria peserta ajang pageant.
Pemuda asal Bali yang akrab disapa Ais itu menegaskan bahwa male pageant bukan sekadar soal penampilan. Menurutnya, ajang ini adalah tentang karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab membawa nama negara. Pandangan itu ia sampaikan di tengah anggapan yang masih beredar bahwa pria yang ikut pageant kurang maskulin.
Ais: Ikut Pageant Bukan Berarti Harus Feminin
Dalam video yang diunggah akun Instagram @room.4improvement, Ais menyinggung salah kaprah yang menurutnya masih sering muncul tentang dunia pageant pria.
“Satu hal yang masih salah paham tentang pageant ya, ini sebenarnya benar-benar menarik, tapi saya akan bilang, jika Anda pria jangan jadi wanita, tetaplah menjadi pria,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak orang beranggapan pria yang tampil di ajang kecantikan harus bersikap feminin.
“Banyak orang berpikir, jika seorang pria berpartisipasi dalam ajang kecantikan, dia harus berperilaku seperti wanita, kamu harus feminin,” katanya.
Bagi Ais, pandangan itu keliru. Sebagai wakil negara, seorang pria justru dituntut tampil sebagai sosok pemimpin.
“Menurut saya tidak begitu, karena sebagai Mister International, dan sebagai runner-up kedua, saya bilang jika Anda mewakili negara Anda dalam pergelaran pria, maka Anda harus menjadi figur yang kuat sebagai pemimpin,” tegasnya.
Banjir Pujian Warganet
Pernyataan Ais langsung menuai respons positif dari warganet. Banyak yang menilai ia membawa warna berbeda bagi wakil Indonesia di ajang male pageant.
“Jujurly Aish itu paket komplit yg Indonesia baru punya wakil male pageant yg positif vibes nya itu nyata dia ngomong aja itu udah bervalue, dan gak di buat², banyak wakil kita di male pageant yah bagus² tapi yg kayak aish yah itu baru ada satu ini yaitu Aish sumpah masih pengen liat dia di internasional pageant lagi sumpah,” tulis akun @zlv***.
Warganet lain ikut menggaungkan pesan Ais. “That’s of ‘if you’re a man be a man, if you woman be a woman’ 🔥 say it louderrrr ais,” tulis akun @its***.
“Sejauh ini yg paling Laki !! Gak over and natural smart and The best so proud of you brother,” tulis akun @udi***.
Dari Duta Endek ke Panggung Internasional
Ais lahir di Bali pada 22 September 2002. Ia merupakan lulusan Teknik Otomasi Politeknik Negeri Bali (PNB), latar belakang yang jarang ditemui di dunia pageant.
Panggung Mister International bukan pengalaman pertamanya di ajang pemilihan duta. Sebelumnya, Ais dinobatkan sebagai Juara I Duta Endek Kota Denpasar 2025. Pengalaman itu menjadi bekal berharga saat ia harus bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
Di Mister International 2026, Ais tercatat sebagai wakil pertama Indonesia di bawah naungan The GOKIL Company.
Barong Landung yang Mencuri Perhatian
Perjalanan Ais di Thailand berlangsung sejak 13 September hingga malam final pada 26 September 2026. Selama karantina, ia menarik perhatian lewat penampilan, kemampuan public speaking, dan pembawaannya yang ramah.
Salah satu momen paling berkesan adalah sesi kostum nasional. Ais tampil dengan kostum bertema Barong Landung, ikon budaya Bali. Kostum itu mengantarkan Indonesia meraih penghargaan Best National Costume. Ais juga menyabet Runner Up 1 Best in Swimwear.
Jawaban yang Mengantar ke Tiga Besar
Dari 52 peserta, Ais melaju ke babak Top 6 bersama wakil Sri Lanka, Vietnam, Turkiye, Meksiko, dan Spanyol. Di babak ini, ia mendapat pertanyaan apakah negara-negara kaya harus mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mengurangi kemiskinan global.
Ais menjawab bahwa mengurangi kemiskinan tidak harus dilakukan dengan merugikan kepentingan suatu negara. Banyak jalan yang bisa ditempuh tanpa harus ada yang dikorbankan.
“Karena ada begitu banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi kemiskinan global, seperti memberikan kesempatan, memberikan pelayanan kesehatan yang layak, dan juga memberikan pendidikan yang lebih layak. Dan sebagai Mister International, ini adalah salah satu tanggung jawab saya untuk memberikan dampak dalam mengurangi kemiskinan global dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik,” ujarnya.
Jawaban itu membawanya ke tiga besar bersama wakil Spanyol dan Meksiko. Ais bahkan menjadi peserta pertama yang dipanggil untuk sesi tanya jawab final.
Bhinneka Tunggal Ika di Panggung Final
Pada babak penentuan, Ais dihadapkan pada pilihan antara kepentingan negara sendiri dan sesuatu yang dianggap baik bagi umat manusia. Ia menjawab dengan membawa semboyan Indonesia.
“Sebagai seseorang yang lahir dan dibesarkan di Indonesia selama 24 tahun, Indonesia sebenarnya memiliki satu prinsip, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, setiap hukum dan setiap keputusan harus didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan,” kata Ais.
Ia menambahkan, gelar Mister International bisa menjadi sarana membawa prinsip itu ke komunitas internasional.
“Sebagai Mister International, saya bisa menjadi contoh nyata untuk membawa prinsip ini ke komunitas internasional dan memperlihatkannya kepada dunia. Karena sebagai Mister International, Anda bukan hanya seseorang yang memiliki paras tampan, tetapi juga seseorang yang mampu memimpin dengan hati,” ujarnya.
Jawaban di panggung final itu sejalan dengan pesan yang kini ia sampaikan kepada publik: pageant pria adalah soal kepemimpinan, bukan sekadar wajah tampan.
Hasil Lengkap Mister International 2026
Gelar Mister International 2026 akhirnya diraih Andres Briseno dari Meksiko. Runner Up 1 ditempati Ignacio Monclus Pradal dari Spanyol, sementara Ais menempati Runner Up 2. Posisi berikutnya diisi wakil Turkiye (Runner Up 3), Vietnam (Runner Up 4), dan Sri Lanka (Runner Up 5).
Dengan capaian itu, Ais menempatkan Indonesia di jajaran tiga besar salah satu ajang male pageant terbesar di dunia, sekaligus membuka percakapan baru tentang wajah pria Indonesia di panggung pageant internasional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










