bukamata.id – Momen ketika nama Indonesia diumumkan sebagai second runner-up Mister International 2026 menjadi salah satu potongan paling banyak diperbincangkan di media sosial. Bukan hanya karena prestasi yang diraih, tetapi juga karena ekspresi sejumlah finalis lain yang tertangkap kamera saat hasil tiga besar diumumkan.
Wakil Indonesia, I Gede Aiswarya Pandit Kartika, akhirnya menempati posisi ketiga dalam ajang Mister International 2026 yang berlangsung di MCC Hall, The Mall Lifestore Bangkapi, Bangkok, Thailand, Sabtu (26/9/2026).
Posisi juara pertama diraih Andres Briseño dari Meksiko, sedangkan Ignacio Monclús Pradal dari Spanyol menjadi first runner-up. Aiswarya kemudian menempati posisi second runner-up. Hasil tersebut menempatkannya sebagai salah satu dari tiga peserta terbaik dalam edisi ke-18 kontes pria internasional tersebut.
Namun, momen pengumuman itu tidak berhenti di daftar pemenang. Potongan video reaksi para finalis yang berada di atas panggung ikut menarik perhatian pengguna media sosial.
Ekspresi Finalis Saat Nama Indonesia Dipanggil
Dalam video yang beredar di media sosial, sejumlah finalis terlihat menunjukkan ekspresi terkejut ketika nama Indonesia diumumkan sebagai second runner-up.
Beberapa ekspresi tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan netizen. Ada yang menafsirkan keterkejutan itu sebagai tanda bahwa Aiswarya memiliki performa yang sangat kuat sepanjang kompetisi. Namun, ekspresi spontan para finalis tidak dapat dijadikan bukti mengenai preferensi mereka terhadap siapa yang seharusnya menjadi pemenang.
Yang jelas, momen tersebut memperlihatkan betapa menegangkannya detik-detik pengumuman hasil akhir Mister International 2026.
Di tengah situasi itu, Aiswarya justru terlihat tenang. Mengenakan setelan tuksedo putih dengan dasi kupu-kupu hitam, pria asal Bali tersebut maju menerima hasil yang diraihnya dengan senyum dan gestur penuh penghargaan.
Ia meletakkan tangan di dada sebelum kemudian memberikan salam dan pelukan kepada sejumlah finalis lain.
Sikap tersebut membuat momen pengumuman semakin mendapat perhatian. Alih-alih menunjukkan kekecewaan, Aiswarya memilih menikmati pencapaiannya setelah melewati rangkaian kompetisi yang mempertemukannya dengan puluhan peserta dari berbagai negara.
Netizen Soroti Momen Pengumuman
Potongan video reaksi finalis tersebut kemudian ramai dibicarakan di media sosial. Sejumlah komentar warganet menilai ekspresi para peserta menunjukkan betapa ketatnya persaingan di antara finalis.
Komentar-komentar itu muncul di kolom unggahan Instagram @crown_blis.
“Mereka aja kaget.. berarti mereka saja menginginkan Indonesia yg pantas jadi Juara..” tulis salah satu akun.
Komentar lain menyebut para finalis dinilai lebih memahami proses kompetisi karena sama-sama mengikuti rangkaian kegiatan dan penilaian.
“Karna mereka finalis yang saling kenal dan mengerti sama² berjuang dan mereka tau siapa yng layak jadi pemenang, mereka paling tau siapa yng layak juara 1, 2, 3,” tulis akun lainnya.
Sementara komentar lain berbunyi, “Harusnya winner makanya pada kaget.”
Komentar tersebut merupakan pandangan warganet terhadap video yang beredar, bukan pernyataan resmi dari para finalis mengenai hasil kompetisi.
Bukan Hanya Masuk Tiga Besar
Prestasi Aiswarya di Mister International 2026 tidak berhenti pada posisi second runner-up.
Ia juga membawa pulang penghargaan Best National Costume setelah tampil dengan kostum nasional bertema Barong Landung Bali. Kostum tersebut mengangkat salah satu unsur budaya Bali dan menjadi bagian penting dari penampilannya selama kompetisi.
Penampilan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi Aiswarya untuk membawa identitas budaya Indonesia ke panggung internasional.
Barong Landung dipilih sebagai inspirasi kostum nasional yang dikenakan Aiswarya. Pilihan tersebut kemudian mendapat perhatian karena menggabungkan unsur tradisi Bali dengan konsep busana panggung internasional.
Dengan dua pencapaian tersebut, yakni second runner-up dan Best National Costume, perjalanan Aiswarya di Mister International 2026 menjadi catatan tersendiri bagi Indonesia.
Sosok Gede Aiswarya, dari Bali ke Panggung Dunia
I Gede Aiswarya Pandit Kartika merupakan pemuda asal Bali yang lahir pada 22 September 2002. Ia menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Bali pada bidang Teknik Otomasi.
Aiswarya tidak hanya memiliki latar belakang sebagai model. Ia juga mempunyai pengalaman di bidang teknologi dan inovasi.
Sebelum tampil di Mister International 2026, ia pernah mewakili Indonesian Young Scientist Association dalam Singapore World Invent 2023 dan meraih posisi ketiga. Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari perjalanan Aiswarya sebelum memasuki dunia pageant internasional.
Ia juga pernah dipercaya sebagai Duta Endek Denpasar 2025 serta aktif sebagai runway model profesional.
Latar belakang tersebut membuat profil Aiswarya cukup berbeda. Di satu sisi, ia memiliki pengalaman di dunia modeling dan panggung. Di sisi lain, pendidikan teknik dan pengalaman inovasi menjadi bagian dari perjalanan akademik maupun profesionalnya.
Nama Aiswarya Terinspirasi dari Aishwarya Rai
Ada cerita menarik di balik nama Aiswarya yang juga sempat menjadi perhatian media internasional.
Dalam sebuah wawancara, Aiswarya mengungkap bahwa namanya diberikan oleh sang ayah yang terinspirasi dari aktris sekaligus Miss World 1994, Aishwarya Rai Bachchan. Kecintaan sang ayah terhadap Bollywood menjadi salah satu alasan pemilihan nama tersebut.
Kini, nama yang memiliki cerita tersendiri itu justru melekat pada sosok yang membawa Indonesia ke salah satu panggung pageant pria internasional.
Perjalanan di Mister International 2026
Mister International 2026 merupakan edisi ke-18 dari kompetisi tersebut. Tahun ini, ajang tersebut digelar di Thailand dan mempertemukan lebih dari 50 peserta dari berbagai negara dan wilayah.
Aiswarya ditunjuk sebagai wakil Indonesia oleh The GOKIL Company, pemegang lisensi Mister International Indonesia untuk edisi 2026. Ia menjadi salah satu dari 52 kandidat yang tercatat mengikuti kompetisi tahun ini.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pertengahan September sebelum para finalis memasuki malam puncak di Bangkok pada 26 September 2026.
Dalam perjalanan menuju final, Aiswarya menjadi salah satu peserta yang mendapat perhatian, termasuk melalui penampilan nasionalnya yang mengangkat budaya Bali.
Pada akhirnya, nama Indonesia kembali disebut ketika tiga besar diumumkan. Andres Briseño dari Meksiko menjadi pemenang, Ignacio Monclús Pradal dari Spanyol berada di posisi pertama runner-up, sementara Aiswarya menempati posisi kedua runner-up.
Ketika Angka di Papan Hasil Bertemu dengan Respons Publik
Prestasi Aiswarya kemudian berkembang menjadi perbincangan yang lebih luas di media sosial. Sebagian publik tidak hanya membahas posisi yang diraihnya, tetapi juga momen ketika nama Indonesia dipanggil dan ekspresi para finalis yang terekam kamera.
Di satu sisi, hasil resmi kompetisi mencatat Aiswarya sebagai second runner-up Mister International 2026. Di sisi lain, respons penonton di media sosial memperlihatkan bagaimana penampilannya meninggalkan kesan kuat bagi sebagian penggemar pageant.
Dua hal tersebut menjadi bagian dari cerita yang berbeda: satu merupakan hasil resmi kompetisi, sementara lainnya merupakan persepsi publik terhadap perjalanan dan penampilan seorang kontestan.
Bagi Indonesia, pencapaian Aiswarya tetap menjadi bagian penting dari perjalanan di panggung Mister International 2026. Ia pulang dari Bangkok dengan posisi tiga besar sekaligus membawa penghargaan Best National Costume.
Dari panggung Thailand, Aiswarya tidak hanya membawa pulang sebuah gelar. Ia juga membawa cerita tentang Bali, teknologi, modeling, inovasi, dan sebuah kostum Barong Landung yang memperkenalkan identitas budaya Indonesia di hadapan penonton internasional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









