bukamata.id – Aksi penodongan golok di depan sebuah kedai jus di Kabupaten Garut yang videonya viral di media sosial berujung ke ranah hukum. Polres Garut mengamankan tiga orang yang terlibat dalam insiden tersebut, dua di antaranya masih di bawah umur.
“Kami pastikan kasusnya ditangani dan hingga kini terus berproses,” tegas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Herman Saputra.
Kronologi Penodongan Golok di Tarogong Kaler
Penyelidikan bermula dari laporan warga dan video berdurasi 1 menit 56 detik yang beredar luas di media sosial. Dalam video itu, seorang perempuan turun dari sepeda motor menuju sebuah kedai jus, lalu disusul perempuan lain yang membawa golok hingga terjadi pertengkaran.
Polisi mencatat kejadian itu berlangsung di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Minggu (11/10/2026) dini hari.
Tim Sancang Polres Garut kemudian menelusuri kasus ini hingga berhasil mengamankan para terduga pelaku. “Ada tiga orang yang sudah kami amankan,” kata Herman.
Dua Pelaku Masih di Bawah Umur
Ketiga orang yang diamankan terdiri atas seorang pria dewasa dan dua remaja perempuan di bawah umur. Masing-masing memiliki peran berbeda.
Satu remaja membawa golok dan menodong korban, sementara remaja lainnya ikut mengintimidasi. Adapun pria dewasa yang diamankan merupakan pemilik golok tersebut.
“Pelaku yang laki-laki ini adalah yang bersangkutan merupakan pemilik golok yang dipakai wanita untuk menodong korban,” ungkap Herman.
Motif: Tersinggung Saat Mabuk
Hasil pemeriksaan polisi menunjukkan insiden ini dipicu rasa tersinggung di bawah pengaruh minuman keras. Saat sedang minum bersama teman-temannya di dekat lokasi, pelaku tidak senang melihat korban melintas dengan sepeda motor karena menganggap korban melirik pacarnya.
Dalam kondisi emosi, pelaku mengejar korban hingga ke kedai jus dan menodongkan golok. Korban sempat kebingungan dan tidak mengerti apa kesalahannya.
Aksi tersebut berhasil dilerai warga dan saksi di sekitar lokasi. Korban tidak mengalami luka fisik, tetapi dilaporkan mengalami trauma akibat ancaman tersebut.
Penanganan Perkara Anak Lebih Hati-hati
Polisi memastikan penanganan hukum terhadap para pelaku berjalan profesional. Karena dua pelaku masih anak-anak, proses hukumnya dilakukan dengan lebih hati-hati.
“Penanganan perkaranya berjalan lebih hati-hati, karena melibatkan anak sebagai pelaku,” ujar Herman.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











