bukamata.id – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menghantui wilayah Jawa Barat sepanjang tahun 2026. Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat per Jumat (23/10/2026) pukul 11.00 WIB mengonfirmasi bahwa total area tanah yang terbilas si jago merah telah menembus angka 1.109,25 hektare.
Secara kumulatif, peristiwa kebakaran tercatat sebanyak 548 kali yang meluas ke 194 kecamatan serta 376 desa dan kelurahan di berbagai pelosok Tanah Pasundan.
Grafik ini memperlihatkan tren kenaikan yang memprihatinkan jika dibandingkan kondisi tiga hari sebelumnya. Saat itu, BPBD mencatat 526 insiden kebakaran dengan cakupan area terdampak seluas 1.082,76 hektare di 185 kecamatan.
Subang Berada di Posisi Teratas Wilayah Rawan
Dari pemetaan risiko per kabupaten/kota, Kabupaten Subang bertengger di posisi teratas sebagai daerah paling rentan dengan amukan karhutla terbanyak, yakni mencapai 119 insiden.
Posisinya disusul oleh Kabupaten Sumedang yang mencatatkan 75 kasus, Kabupaten Ciamis dengan 60 insiden, serta Kabupaten Sukabumi sebanyak 44 kejadian. Sementara itu, Kabupaten Bandung dan Kota Banjar masing-masing mengantongi 34 dan 33 titik kejadian kebakaran.
Berikut rincian persebaran titik karhutla di daerah Jawa Barat lainnya:
- Kuningan: 29 kejadian
- Majalengka: 27 kejadian
- Purwakarta: 20 kejadian
- Garut & Kabupaten Bogor: masing-masing 17 kejadian
- Kabupaten Cirebon: 14 kejadian
- Kota Sukabumi: 11 kejadian
- Karawang: 10 kejadian
Adapun sejumlah daerah lainnya mencatatkan angka kejadian di bawah 10 kasus. Di antaranya Kabupaten Pangandaran (9), Kabupaten Cianjur (8), Kota Bandung (5), dan Kabupaten Bandung Barat (5). Wilayah seperti Kota Cirebon mendeteksi 4 insiden, sementara Kota Depok serta Kota Cimahi masing-masing berada di angka 2 kejadian. Tiga daerah sisanya—Kabupaten Tasikmalaya, Indramayu, dan Kota Bogor—masing-masing melaporkan 1 titik kebakaran.
Personel Bencana Disiagakan
Guna mengantisipasi perluasan area yang terbakar, BPBD Provinsi Jawa Barat terus menginstruksikan seluruh personel di lapangan untuk menyiagakan peralatan dan meningkatkan daya tanggap darurat.
Pihak BPBD juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan potensi percikan api sekecil apa pun di kawasan sekitar pemukiman atau hutan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











