bukamata.id – Kirab jampana dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 akan digelar Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 06.00-09.00 WIB. D
inas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bersama kepolisian memastikan tidak ada penutupan jalan selama kirab berlangsung, dengan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional.
Jampana merupakan tandu atau usungan tradisional Sunda yang diarak dalam kirab budaya. Kali ini, sebanyak 67 instansi dan kelompok dijadwalkan ikut memeriahkan kirab.
Rute Kirab Jampana HJKB 216
Kirab dimulai dari simpang Jalan Diponegoro-Jalan Ir. H. Juanda (Dago) dan berakhir di gerbang keluar Balai Kota Bandung di Jalan Merdeka. Rombongan akan menempuh rute sepanjang sekitar 2 kilometer dari arah utara ke selatan.
Tidak Ada Penutupan Jalan
Kepala Seksi Ketertiban Transportasi Bidang Pengendalian Operasional Dishub Kota Bandung, Ulloh Abdulloh, mengatakan puluhan personel Dishub disiagakan di sepanjang jalur kirab, terutama di setiap persimpangan.
“Untuk rekayasa lalu lintas, sifatnya situasional, lihat kondisi di lapangan. Mana yang padat, itu yang didahulukan, jadi tidak menghambat arus lalu lintas,” kata Ulloh, Jumat, 23 Oktober 2026.
Menurut Ulloh, jalan tidak perlu ditutup karena rombongan hanya memakai sebagian badan jalan, baik di Jalan Dago maupun Jalan Merdeka. Rombongan berjalan di sisi kiri, sementara sisi lainnya tetap bisa dilalui kendaraan yang mengarah ke selatan.
“Nah, di depan BIP kemungkinan pakai jalur sebelah kanan, biar gampang ke Balai Kota,” ujarnya.
Tidak Ada Kantong Parkir Khusus
Dishub juga tidak menyiapkan kantong parkir khusus, baik untuk peserta maupun penonton. Panitia telah meminta perangkat daerah dan kewilayahan hanya menurunkan peserta di titik awal, lalu kendaraannya langsung menuju kantong parkir di Balai Kota.
“Buat masyarakat juga tidak ada kantong parkir khusus, karena di sepanjang jalur itu kan sudah ada tempat-tempat parkir yang bisa dimanfaatkan,” kata Ulloh.
Jampana KTP hingga Penampilan Kuburan Band
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan 67 peserta kirab berasal dari internal Pemkot Bandung serta mitra kerja pemerintah, termasuk sejumlah asosiasi.
Setiap jampana akan menampilkan identitas instansi atau wilayah masing-masing. Salah satunya, jampana dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang merepresentasikan KTP dan kartu keluarga.
“Melalui konsep tersebut, kirab budaya menjadi ruang untuk menampilkan keberagaman identitas instansi dan wilayah dalam satu rangkaian kegiatan. Keragaman tersebut juga sejalan dengan tema Solidarity in Harmony yang diusung pada peringatan HJKB 216,” ujar Adi.
Peserta juga diminta mengenakan kostum sesuai tema jampana serta menampilkan atraksi singkat atau yel-yel di sepanjang rute. Narasi tentang setiap jampana akan dibacakan pembawa acara saat rombongan melintas di depan panggung pentas seni.
Kirab budaya ini juga akan dimeriahkan sejumlah penampil, di antaranya Ega Robot Percussion, Kuburan Band, dan Bungsu Bandung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











