bukamata.id – Jagat maya Kota Kembang mendadak gempar usai munculnya unggahan yang menyinggung dugaan ‘getok harga’ kuliner jalanan. Sebuah unggahan dari akun Instagram @bandungvibes menjadi sorotan publik lantaran memperlihatkan seporsi hidangan cuanki yang diklaim dibanderol dengan harga tak biasa, yakni mencapai Rp50 ribu.
Dalam cuplikan video yang beredar, tampak semangkuk cuanki dilengkapi dengan narasi visual berbunyi, ‘Pov Beli Cuangki Deket Gasibu: 50 RB a’. Konten tersebut diketahui mengambil latar tempat di sekitar Jalan Diponegoro, persis di area seberang Museum Geologi Bandung. Sontak, unggahan ini menyedot perhatian hingga ditonton puluhan ribu kali dan diserbu ratusan tanggapan warganet.
Saling silang pendapat pun tak terhindarkan di kolom komentar. Sebagian netizen meragukan kebenaran informasi tersebut, sementara tidak sedikit pula yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa di kawasan tersebut. Situasi ini memicu keprihatinan masyarakat setempat. Warga mengkhawatirkan isu getok harga semacam ini bisa merusak citra kawasan kuliner dan merugikan para pedagang lain yang berjualan secara jujur.
Respons Menohok Wali Kota Bandung
Menanggapi gejolak di media sosial tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, akhirnya buka suara. Farhan menyampaikan dilema yang dihadapi pemerintah daerah dalam menata para pelaku usaha mikro dan kaki lima. Di satu sisi, pemerintah ingin merangkul pedagang, namun di sisi lain perilaku tidak jujur justru merugikan iklim usaha secara keseluruhan.
“Pada dasarnya gini lah, saya kan serba salah. Saya juga harapkan teman-teman yang jualan itu menunjukkan sebuah cara berdagang yang baik. Karena nanti kan gini, ketika saya tertibkan cuanki, pada ngeluh. Ketika cuanki diberi ruang dagang, pada ngetok,” kata Farhan, Jumat (23/10/2026).
Farhan menambahkan, penertiban kasus seperti ini idealnya tidak perlu selalu menunggu tindakan represif dari orang nomor satu di Kota Bandung tersebut. Ia mengimbau agar kesadaran kolektif dari wadah atau paguyuban pedagang bisa menjadi benteng utama dalam menjaga integritas jualan mereka.
“Saya kira, ya, kalau sampai sedetail itu mesti diurusin sama saya mah kasihan, nanti disangkanya saya otoriter. Jadi saya minta komunitas pedagang cuanki agar menjaga diri, menjaga nama baik, agar cuanki Kota Bandung tetap memiliki nama yang baik,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










