bukamata.id – Pemandangan tak biasa kembali menyedot perhatian publik terkait proyek penempatan lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di kawasan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Usai heboh bangunan yang didirikan di atas pegunungan batuan purba, kini fasilitas serupa kembali menjadi perbincangan karena berdiri megah di puncak bukit.
Lokasi unik tersebut berada di wilayah Desa Situwangi, Kecamatan Cihampelas, KBB. Letaknya dikelilingi lanskap hijau berupa hamparan sawah dan kawasan hutan yang terbilang lumayan jauh dari area permukiman warga.
Sontak, keberadaan bangunan koperasi di tengah lanskap alam terbuka tersebut menjadi viral di media sosial. Warganet melontarkan beragam pertanyaan mengenai pertimbangan pemilihan lokasi, mengingat tempat sentra belanja atau koperasi umumnya ditempatkan di lokasi yang strategis serta mudah dijangkau oleh calon konsumen.
Terikat Aturan Tanah Carik Desa
Menanggapi ramainya sorotan publik, Kepala Desa Situwangi, Uus Abdurohman, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa penentuan titik pembangunan di atas bukit tersebut terpaksa dilakukan demi memenuhi kriteria mutlak dari pemerintah, yaitu harus memanfaatkan lahan aset atau tanah carik desa.
“Persyaratannya kan harus berdiri di atas tanah carik desa, nah di desa kami hanya itu satu-satunya lokasi yang sesuai dengan syarat pemerintah pusat. Itu awalnya lapangan sepakbola,” kata Uus saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2026).
Uus membeberkan bahwa total luas tanah carik desa di area tersebut mencapai 5 hektare. Namun, porsi lahan yang dialokasikan khusus untuk merealisasikan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto itu hanya sebesar 1 hektare, sementara sisanya akan ditata ulang untuk keperluan masyarakat.
“Bangunan itu sudah selesai sejak bulan Juli kemarin, tinggal menunggu izin operasionalnya saja. Untuk koperasi luasnya hanya 1 hektare, nanti untuk lapangan buat warga akan diganti, karena luas total kan 5 hektare,” kata Uus.
Rencana Pengembangan Kawasan Ekonomi Baru
Guna menghidupkan suasana dan mengikis kesan terisolasi, pihak pemerintah desa menyiapkan skenario jangka panjang. Kawasan bukit tersebut bakal dirancang menjadi pusat kegiatan ekonomi dan destinasi usaha bagi pelaku UMKM lokal.
“Nanti kita akan kembangkan, enggak cuma koperasi desa saja tapi disitu nanti lahannya akan disewakan ke pengusaha dan pelaku UMKM untuk bikin rumah makan, gazebo, dan lain-lain biar ramai,” kata Uus.
Kendala Lahan dan Progres Pembangunan KDKMP di Bandung Barat
Di tingkat kabupaten, target pendirian fasilitas ini menghadapi dinamika tersendiri. Dari target total 165 gerai KDKMP yang direncanakan berdiri di Bandung Barat, baru 87 unit yang berhasil direalisasikan. Sisanya, sebanyak 78 gerai masih tertahan akibat rumitnya ketersediaan lahan yang memenuhi kriteria.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung Barat, Sri Dustirawati, mengamini bahwa persoalan pemenuhan syarat lahan dari pemerintah pusat menjadi salah satu tantangan terbesar di lapangan.
“Selain lahan yang belum ada, lokasi pembangunan KDMKP juga harus memiliki status yang jelas, sesuai dengan persyaratan teknis. Makanya lenyediaan lahan yang memenuhi seluruh ketentuan menjadi salah satu tantangan dalam percepatan pembangunan gerai KDMP,” kata Sri.
Sri merinci lebih jauh mengenai progres fisik dari 87 gerai yang telah didirikan tersebut. Sebagian besar bangunan telah rampung total dan tinggal menunggu tahapan operasional.
“Yang sudah selesai 100 persen itu sebanyak 65 unit. Kemudian sebanyak 22 unit masih dalam proses pembangunan, dan sebanyak 78 unit belum terbangun,” ujar Sri.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











