bukamata.id – Panggung kompetisi Super League 2026/2027 menjadi ujian yang cukup berliku bagi sang juara bertahan, Persib Bandung. Memasuki fase awal musim, performa klub berjuluk Pangeran Biru ini justru masih tertatih-tatih untuk menemukan ritme terbaiknya.
Kekalahan tipis 0-1 dari Madura United pada Kamis (22/10/2026) menjadi sinyal alarm bagi armada Maung Bandung. Gol penentu kemenangan Laskar Sapeh Kerrab yang dicetak Dimitar Mitkov menjelang peluit panjang membuyarkan ambisi Persib untuk menembus papan atas.
Hingga pekan keenam, tim yang kini ditukangi Igor Tolic tersebut masih tertahan di peringkat keenam klasemen sementara dengan raihan 10 poin—hasil dari tiga kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan.
Faktor Kelelahan dan Rotasi Kompetisi
Salah satu pemicu utama yang membuat performa Marc Klok dan kawan-kawan belum stabil adalah jadwal pertandingan yang sangat padat. Skuad Persib harus membagi fokus dan menguras energi di tiga ajang bergengsi sekaligus secara bersamaan:
- Super League 2026/2027
- AFC Champions League Two (ACL 2)
- ASEAN Club Championship (ACC)
Kondisi fisik pemain yang harus terus tampil dalam tempo tinggi membuat konsistensi permainan Maung Bandung acap kali goyah di menit-menit akhir pertandingan.
Kilas Balik: Tradisi Lambat Panas yang Berujung Gelar
Meskipun awal musim ini terasa berat, situasi terseok-seok sebenarnya bukan hal baru bagi publik Bandung. Jika menengok catatan sejarah tiga musim terakhir saat mendominasi liga, Persib kerap kali mengawali langkah dengan grafik yang dinamis sebelum akhirnya melesat menjadi juara.
1. Era Awal Kepemimpinan (Musim 2023/2024)
- Awal Musim: Sempat diterpa dinamika pergantian pelatih usai pengunduran diri Luis Milla.
- Progres: Di bawah komando Bojan Hodak, Persib merambat naik hingga mengunci posisi runner-up di babak reguler, sebelum akhirnya menundukkan Bali United dan Madura United di babak Championship Series untuk menyegel gelar juara setelah penantian sepuluh tahun.
2. Misi Pertahankan Gelar (Musim 2024/2025)
- Awal Musim: Usai melibas PSBS Biak 4-1, Persib sempat tertahan di peringkat ketujuh akibat rangkaian hasil imbang.
- Progres: Kebangkitan dimulai lewat kemenangan atas PSIS dan Persija. Skuad Pangeran Biru merebut puncak klasemen pada pekan ke-17 usai menekuk Persis Solo, lalu konsisten hingga memastikan gelar back-to-back.
3. Konsistensi di Tengah Perombakan (Musim 2025/2026)
- Awal Musim: Dengan materi pemain yang mengalami perombakan besar-besaran, Persib sempat terdampar di papan tengah pada tiga laga awal.
- Progres: Perlahan namun pasti, racikan strategi mampu membawa tim merangkak ke urutan kedua di pekan keenam, hingga akhirnya sukses mengunci gelar hattrick juara di akhir musim.
Tantangan Pembuktian Igor Tolic
Jalan yang kini dilalui Igor Tolic pada dasarnya memiliki benang merah yang mirip dengan dinamika pendahulunya. Awal musim yang penuh tantangan serta tekanan dari padatnya jadwal merupakan panggung pembuktian kapasitas Tolic.
Jika sang juru taktik mampu mengembalikan kepercayaan diri pemain dan memulihkan stamina tim, peluang Maung Bandung untuk kembali merangsek ke puncaknya dan mempertahankan takhta juara di akhir musim tetap terbuka lebar.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News







