Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tembus Rp36 Triliun! Cristiano Ronaldo Jadi Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Sejarah

Jumat, 23 Oktober 2026 18:14 WIB

Karier Hancur dalam 10 Menit? Mengenal Irenna Kristyn, Influencer yang Disorot Gara-gara Sindir Biaya Hidup

Jumat, 23 Oktober 2026 18:08 WIB

Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?

Jumat, 23 Oktober 2026 18:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tembus Rp36 Triliun! Cristiano Ronaldo Jadi Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Sejarah
  • Karier Hancur dalam 10 Menit? Mengenal Irenna Kristyn, Influencer yang Disorot Gara-gara Sindir Biaya Hidup
  • Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?
  • Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan
  • Kebakaran Gunung Ciremai Meluas hingga Majalengka, Petugas Berjibaku Tembus Medan Ekstrem
  • Dua Emas Lagi! Indonesia Kokoh di 10 Besar Asian Para Games 2026
  • Jadwal Super League Pekan 7: Persib Bertekad Bangkit di Pakansari
  • Misi Amankan Papan Atas, Persib Bandung Bersiap Hadapi Garudayaksa FC di Bogor
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?

By SusanaJumat, 23 Oktober 2026 18:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi suhu panas. Foto: Istockphoto
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Cuaca panas terik dan kering tengah melanda berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara maksimum di Jawa Barat menembus 39°C pada 21 Oktober 2026.

Lonjakan suhu ekstrem juga terdeteksi di wilayah lain. Pada hari yang sama, suhu di Lampung mencapai 39,2°C, sementara Kalimantan Selatan menyentuh 38,7°C pada 20 Oktober 2026.

Penyebab Cuaca Panas Ekstrem Menurut BMKG

BMKG menjelaskan, gelombang panas dan kondisi kering ini dipicu kombinasi dua fenomena iklim, yakni El Nino berintensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif atau Dipole Mode Index (DMI) positif.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Garut, Terasa hingga Sukabumi dan Cianjur

Kombinasi tersebut memicu tiga kondisi berikut:

  1. Minim tutupan awan. Pembentukan awan berkurang drastis sehingga sinar matahari langsung memanaskan permukaan bumi tanpa penghalang.
  2. Aktivitas konvektif melemah. El Nino dan IOD positif menekan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga curah hujan sangat terbatas.
  3. Pemanasan permukaan lebih intens. Minimnya awan dan hujan membuat permukaan tanah memanas lebih cepat pada siang hari serta mempercepat turunnya kadar air pada tanaman.
Baca Juga:  Gempa Magnitudo 2,9 Guncang Bandung Pagi Ini, Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat

BMKG memperingatkan, turunnya kadar air vegetasi akibat cuaca panas membuat hutan dan lahan lebih mudah terbakar.

Dalam sepuluh hari terakhir, ribuan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi terpantau di sejumlah wilayah, seperti Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Papua Selatan.

Baca Juga:  Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini

Jawa Barat Tetap Waspada Hujan Lebat

Meski cuaca panas dan kering mendominasi, BMKG menegaskan dinamika atmosfer lokal dan regional masih bisa memicu hujan lebat secara tiba-tiba di sejumlah daerah.

Jawa Barat bahkan masuk kategori “Siaga” untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang, dalam sepekan ke depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG cuaca panas ekstrem El Nino 2026 suhu panas Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan

Kebakaran Gunung Ciremai Meluas hingga Majalengka, Petugas Berjibaku Tembus Medan Ekstrem

Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang

Purwakarta Krisis Air Bersih, Lebih dari 219 Ribu Jiwa Terdampak Kemarau Panjang

Pelecehan Seksual

Modus Pinjam Uang Rp20 Ribu, Pria Bermotor Nekat Pamer Alat Kelamin ke Siswi di Bogor

Tragis! Pemotor Tewas Usai Terjatuh dan Terlindas Truk Boks di Cileunyi

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.