Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan

Sabtu, 10 Oktober 2026 09:28 WIB
Kabupaten Bekasi

Dampak El Nino Masih Mengancam, Warga Cirebon Diminta Waspada Air Bersih dan Kebakaran Lahan

Sabtu, 10 Oktober 2026 07:32 WIB

Transformasi Penyaluran Bansos: Cukup Pakai KTP, Proses Verifikasi Rampung dalam Hitungan Menit

Sabtu, 10 Oktober 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Dampak El Nino Masih Mengancam, Warga Cirebon Diminta Waspada Air Bersih dan Kebakaran Lahan
  • Transformasi Penyaluran Bansos: Cukup Pakai KTP, Proses Verifikasi Rampung dalam Hitungan Menit
  • Punya KTP dan KK? Simak Cara Cek Bansos BLT Kesra Rp900.000 Lewat HP
  • 5 Tempat Makan Keluarga di Bandung yang Cocok buat Akhir Pekan, Nomor 2 Punya Suasana Asri!
  • PKH Tahap 4 2026 hingga Rp2,7 Juta per Tahap? Cek Rincian Bantuan Sesuai Kategori
  • Cek Nama Anda di Sini! Informasi Lengkap Penyaluran dan Nominal Bantuan PKH Tahap Akhir
  • Hadapi Dewa United, Persib Kejar Momentum di Tengah Jadwal Pertandingan yang Padat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan

By Aga GustianaSabtu, 10 Oktober 2026 09:28 WIB8 Mins Read
Anggun C Sasmi menangis saat menyanyikan Tanah Airku di GBK usai Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Malam itu, Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta tidak sekadar menjadi saksi gemuruh sorak-sorai kemenangan Tim Nasional Indonesia dalam ajang Final FIFA ASEAN Cup 2026. Ketika peluit panjang berbunyi dan euforia juara menyelimuti rumput hijau, suasana mendadak hening sejenak sebelum sebuah vokal bertenaga, hangat, dan sarat aura nostalgia membumbung ke udara.

Di atas panggung seremoni penutupan, berdiri Anggun C. Sasmi. Dengan gestur yang anggun dan tatapan mata yang berbinar penuh haru, penyanyi internasional kelahiran Jakarta itu mulai melantunkan bait demi bait lagu karya Ibu Sud, “Tanah Airku”.

“Tanah airku tidak kulupakan… Kan terkenang selama hidupku…”

Sebanyak 70.000 pasang mata dan suara manusia di tribun menyatu, bernyanyi bersama Anggun. Stadion bergetar bukan hanya oleh kekuatan sound system, melainkan oleh resonansi emosional yang pekat. Bagi Anggun, momen tersebut bukanlah sekadar penampilan panggung profesional biasa atau agenda diplomasi kebudayaan rutin. Itu adalah sebuah pengalaman spiritual yang merasuk hingga ke relung jiwanya.

Melalui akun media sosial pribadinya tak lama setelah acara usai, Anggun membagikan curahan hatinya yang paling emosional:

“I’m deeply touched and humbled to perform at the Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026. To sing with 70.000 souls and to witness the victory of @timnasindonesia. The evening will forever be tattooed in my core memory. What a blessing,” tulis Anggun.

Ia menyambungnya dengan kalimat bahasa Jawa yang menyentuh: “Malam yang tidak akan pernah saya lupakan. Menyanyikan ‘Tanah Airku’ bersama 70.000 orang tadi malam memberikan satu getaran yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Terima kasih Indonesia, terima kasih semesta. Matur sembah nuwun ingkang tan winates.”

Namun, di era media sosial tempat batasan informasi merabur dengan prasangka, nada sentimental yang membubung tinggi di GBK itu tak lama kemudian dihantam oleh gelombang skeptisisme.

Badai Nyinyiran: Ketika Paspor Dipertanyakan di Atas Tanah Kelahiran

Hanya dalam hitungan jam setelah trofi diangkat dan lampu GBK dipadamkan, riak-riak kontroversi mulai memenuhi garis waktu X (Twitter) dan Threads. Di tengah ribuan pujian untuk penampilan Anggun yang memukau, muncul suara-suara sumbang yang mempertanyakan kepantasannya membawakan lagu nasional yang paling sakral bagi publik Indonesia.

Pemicunya satu: Status kewarganegaraan Anggun yang kini berpaspor Prancis.

Satu unggahan di platform Threads dari akun @nanadalam87 menjadi pemantik polemik yang cukup riuh:

“Siapa sih yang ngide Anggun nyanyi Tanah Airku, dia udah jadi warga Prancis, masih banyak penyanyi lokal yang layak. Agnez, Putri Ariani, Lyodra misalnya,” tulisnya.

Baca Juga:  Viral Kedok Terbongkar! Ngaku Tak Makan, Ceu Epon Tasikmalaya Borong Emas Puluhan Juta Kontan?

Sentimen senada bermunculan dari sebagian netizen yang merasa bahwa lagu bertema kebangsaan seharusnya dinyanyikan secara eksklusif oleh pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan paspor Garuda. Mereka menganggap keputusan Anggun melepaskan status WNI di masa lalu sebagai bentuk “pengkhianatan” atau tindakan “paling tidak” membelakangi tanah kelahirannya.

Namun, narasi dangkal tersebut tidak dibiarkan bergulir tanpa perlawanan. Di platform X, akun @rossonerindo pasang badan untuk meluruskan pemahaman publik yang dinilai terlalu cepat menghakimi tanpa melihat jalinan sejarah yang melatarbelakangnya.

“Banyak yg nyinyir Anggun nyanyi ‘Tanah Airku’ karena dia WN Perancis. Mungkin sebelum nyinyir, coba pahami dulu kenapa Anggun akhirnya memilih menjadi warga negara Perancis. Keputusan itu bukan berarti dia meninggalkan Indonesia maupun merasa malu dengan asal-usulnya,” tulis akun tersebut.

Cuitan itu rupanya menarik perhatian Anggun secara langsung. Bukannya meledak emosi atau memberikan pembelaan yang konfrontatif, sosok penyanyi yang matang oleh pengalaman hidup puluhan tahun di Eropa ini justru merespons dengan kalimat dingin, bijak, namun menohok:

“Terima kasih ya. Mereka yang tidak tahu, akan dengan mudahnya selalu menghakimi. Yang menghakimi tidak akan bisa memahami,” balas Anggun singkat.

Pernyataan Anggun tersebut membuka tabir lama yang kerap menjadi perdebatan hangat di Indonesia: Apakah rasa cinta pada tanah air hanya sebatas lembaran dokumen kewarganegaraan resmi, ataukah ia melekat abadi dalam darah dan karya seseorang?

Terkuak Alasan Asli: Realitas Pahit Birokrasi dan Ambisi Menembus Dunia

Untuk memahami secara utuh mengapa seorang Anggun C. Sasmi memilih menjadi Warga Negara Asing (WNA), kita harus memutar kembali jarum jam ke pertengahan tahun 1990-an—sebuah era di mana istilah “go international” bagi musisi Indonesia masih dianggap sebagai mimpi di siang bolong.

Lahir di Jakarta pada 19 April 1974 sebagai putri dari pasangan sastrawan ternama Darto Singo dan Dien Herdina, bakat musik Anggun sudah bergelora sejak usia sangat muda. Di usianya yang baru 12 tahun, ia merilis album Dunia Aku Punya (1986). Tiga tahun kemudian, lagu Mimpi (1989) mengangkasa dan mengukuhkan dirinya sebagai lady rocker cilik nomor satu di tanah air. Tembang-tembang hits seperti Tua Tua Keladi, Takut, dan Nafas Cinta membuat Anggun berada di puncak popularitas finansial dan ketenaran domestik.

Namun, panggung Indonesia terasa mulai menyempit bagi impian besarnya. Anggun tidak ingin sekadar menjadi ratu di negerinya sendiri; ia ingin menembus batas-bangsa dan menaklukkan industri musik dunia.

Pada tahun 1994, di usia 20 tahun—saat banyak anak muda masih mencari jati diri—Anggun mengambil keputusan berani dan nekat. Ia menjual seluruh propertinya di Indonesia, berkemas, dan terbang ke Eropa.

Baca Juga:  Prediksi BMKG: Desember Jadi Fase Puncak Musim Hujan

Perjuangan di Eropa tidak seromantis yang dibayangkan. Mengawali langkah di London, Inggris, Anggun mengalami kekecewaan demi kekecewaan karena pintu industri musik di sana tak kunjung terbuka. Tanpa putus asa, ia memindahkan posisinya ke Paris, Prancis. Di sana, ia belajar bahasa Prancis dari nol, mengetuk pintu demi pintu label rekaman, dan berjuang bertahan hidup di tengah biaya hidup Eropa yang mencekik.

Titik balik kariernya terjadi ketika ia bertemu dengan musisi ternama Prancis, Florent Pagny, yang kemudian mengenalkannya kepada produser maestro Erick Benzi. Dari kolaborasi inilah lahir mahakarya Snow on the Sahara (La Neige au Sahara) pada tahun 1997. Album tersebut meledak secara global, masuk dalam tangga lagu Top 5 di belasan negara Eropa dan Asia, serta menembus tangga lagu Billboard di Amerika Serikat—sebuah pencapaian sejarah yang belum pernah diraih oleh musisi dari Asia Tenggara saat itu.

Di sinilah dilema birokrasi mulai mencekik Anggun.

Sebagai musisi internasional yang harus melakukan tur konser ke puluhan negara dalam sebulan, mempromosikan album di radio-radio Eropa dan Amerika, serta memenuhi panggillan media global, kendala administratif paspor Indonesia kala itu sangat memberatkan.

Sistem hukum Indonesia secara tegas tidak mengakui kewarganegaraan ganda (dual citizenship) bagi warga dewasa. Di sisi lain, proses pengurusan visa bagi pemegang paspor Indonesia di era 1990-an sangat rumit, memakan waktu lama, dan sering kali menghambat mobilitas pekerjaan Anggun yang membutuhkan kecepatan tinggi.

Pemerintah Indonesia saat itu juga tidak memberikan fasilitas khusus atau kemudahan birokrasi diskresi bagi seniman yang sedang berjuang mempromosikan nama Indonesia di kancah dunia. Anggun dihadapkan pada pilihan pahit: mempertahankan paspor Indonesia namun karier internasionalnya terancam lumpuh karena tembok birokrasi, atau berpindah kewarganegaraan demi mendapatkan paspor Prancis yang memberikannya kebebasan akses mobilitas tanpa batas di seluruh dunia.

Dengan berat hati demi kelangsungan karier internasional yang telah dipertaruhkannya dengan darah dan air mata, Anggun akhirnya mengambil kewarganegaraan Prancis. Decision tersebut murni merupakan keputusan strategis dan pragmatis untuk bertahan hidup serta berkembang di industri hiburan global, bukan karena rasa malu atau ketidakbanggaan terhadap asal-usul tanah kelahirannya.

Dua Identitas yang Menyatu dalam Jiwa Sang Maestro

Bagi mereka yang hanya menilai dari kulit luar, keputusan pergantian status WN sering kali dicap sebagai bentuk “pindah haluan”. Namun bagi Anggun, identitas dirinya tidak pernah bergeser satu milimeter pun dari akar Jawa dan Indonesianya.

Baca Juga:  Gempar! Air Kolam di Gunung Sindur Bogor Mendadak Berubah Warna Jadi Merah, Begini Fakta Sebenarnya

Dalam sebuah unggahan emosional pada tahun 2025, saat ia diundang secara khusus untuk tampil di Istana Negara Jakarta membawakan lagu dalam rangka menyambut kunjungan resmi Presiden Prancis ke Indonesia, Anggun merangkum filosofi hidupnya tentang dua negara yang membentuk jalannya:

“Dua identitas ini telah menjadi satu,” tegas Anggun.

Bagi Anggun, Indonesia adalah rahim tempat ia dilahirkan, tempat darahnya mengalir, dan tempat jiwa keseniannya dibentuk oleh pola pikir serta tradisi Nusantara. Sementara Prancis adalah tanah yang memberikannya kesempatan, membesarkan namanya di panggung global, serta menjadi rumah bagi keluarga dan kehidupan profesionalnya dewasa ini.

Kiprah Anggun kini bahkan telah melampaui dunia tarik suara. Ia terus membuktikan kualitasnya sebagai artis serba bisa skala dunia dengan merambah panggung akting Hollywood, salah satunya terlibat dalam serial aksi populer Reacher Season 4.

Namun, di mana pun ia berdiri—baik di panggung Eurovision, menjadi juri Asia’s Got Talent, hadir di red carpet Festival Film Cannes, hingga berlaga di serial Hollywood—Anggun tidak pernah alpa memperkenalkan dirinya sebagai wanita keturunan Indonesia. Bahasa Indonesianya tetap fasih, logat antaranya tetap membumi, dan kecintaannya pada budaya Nusantara kerap ia sisipkan dalam busana rancangan desainer lokal yang ia kenakan di panggung-panggung dunia.

Lebih dari Sekadar Lembaran Paspor: Nasionalisme Tanpa Batas

Polemik penampilannya di GBK membawakan lagu “Tanah Airku” pada akhirnya menjadi cermin bagi masyarakat modern Indonesia. Di era globalisasi yang semakin tanpa batas, makna nasionalisme telah mengalami pergeseran paradigma.

Apakah nasionalisme hanya milik mereka yang memegang KTP lokal namun tak memberikan kontribusi nyata bagi nama baik bangsa di mata dunia? Atau apakah nasionalisme juga dimiliki oleh seorang Anggun C. Sasmi—seorang wanita yang meski secara hukum memegang paspor Prancis, telah selama lebih dari tiga dekade mengibarkan nama Indonesia di kancah musik internasional, membukakan jalan bagi generasi muda Asia, dan menyanyikan “Tanah Airku” dengan getaran jiwa yang begitu tulus di hadapan 70.000 pasang mata?

Saat vokal Anggun menggema di GBK, yang terdengar bukan lagi status hukum seorang WNA. Yang terdengar adalah kerinduan seorang anak bangsa pada tanah kelahirannya, sebuah kepulangan emosional yang melampaui sekat-sekat birokrasi negara.

Sebagaimana yang ditulis Anggun sendiri: Arus penghakiman selalu datang dari mereka yang tak mau tahu. Namun bagi mereka yang memahami, cinta pada tanah air tidak akan pernah bisa dihapuskan hanya oleh selembar warna sampul paspor.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anggun C Sasmi Indonesia Prancis viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Transformasi Penyaluran Bansos: Cukup Pakai KTP, Proses Verifikasi Rampung dalam Hitungan Menit

5 Tempat Makan Keluarga di Bandung yang Cocok buat Akhir Pekan, Nomor 2 Punya Suasana Asri!

Bansos

Cek Nama Anda di Sini! Informasi Lengkap Penyaluran dan Nominal Bantuan PKH Tahap Akhir

Pria Menonton Sendirian di Kamar

Daftar Lengkap Film Bioskop Terbaru Oktober 2026: Dari Lokal hingga Mancanegara

Transformasi Mengagumkan Syahrini! Dari Diva Glamor Jadi Istri Paling Patuh

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Kapan Cair? Ini Jadwal, Nominal, dan Cara Ceknya

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.