bukamata.id – Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 diperingati hari ini, Jumat (25/9/2026). Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan untuk memeriahkan hari jadi, mulai dari upacara hingga kegiatan yang melibatkan masyarakat.
HJKB ke-216 tahun ini mengusung tema “Solidarity in Harmony”. Tema tersebut sekaligus menjadi identitas visual baru Kota Bandung yang membawa pesan tentang kebersamaan, solidaritas, dan keberagaman masyarakat.
Rangkaian HJKB ke-216 tidak hanya berlangsung pada 25 September. Sejumlah kegiatan telah digelar sejak awal September, sementara agenda lainnya masih akan berlangsung setelah hari jadi.
Salah satu rangkaian yang telah dimulai sejak 1 September 2026 yakni pengibaran Bendera Merah Putih satu tiang penuh hingga 30 September 2026.
Masyarakat juga diajak memeriahkan suasana hari jadi dengan memasang berbagai dekorasi, seperti umbul-umbul, spanduk, baliho, maupun ornamen HJKB di lingkungan masing-masing.
Selain itu, kegiatan Bebersih Bandung digelar serentak pada Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dan unsur pemerintahan di 30 kecamatan, 151 kelurahan, serta seluruh perangkat daerah di Kota Bandung.
Bebersih Bandung juga menjadi bagian dari rutinitas Jumat Bersih atau Jumsih yang telah berlangsung selama lebih dari 20 pekan. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat budaya gotong royong masyarakat sekaligus mempersiapkan lingkungan menjelang perayaan HJKB.
Memasuki 25 September 2026, masyarakat Kota Bandung memperingati langsung HJKB ke-216. Upacara menjadi salah satu agenda utama dan dapat dilaksanakan di instansi, kantor, maupun wilayah masing-masing.
Peserta upacara mengenakan pakaian adat Sunda sebagai bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat Kota Bandung.
Pada hari yang sama, agenda kelembagaan juga digelar melalui rapat paripurna dalam rangka memperingati HJKB ke-216 di Gedung DPRD Kota Bandung.
Kemariahan HJKB juga datang dari masyarakat. Sejumlah warga di tingkat kelurahan maupun lingkungan tempat tinggal menggelar kegiatan secara mandiri, mulai dari perlombaan, bazar, hingga kegiatan seni dan budaya.
Kegiatan swadaya tersebut menjadi bentuk keterlibatan masyarakat dalam merayakan hari jadi Kota Bandung. Perayaan HJKB pun tidak hanya berlangsung melalui agenda pemerintah, tetapi juga tumbuh dari kreativitas masyarakat di berbagai wilayah.
Tak Ada Pawai Mobil Hias
Ada perubahan konsep dalam perayaan HJKB ke-216 tahun ini. Jika pada perayaan sebelumnya masyarakat mengenal pawai mobil hias, tahun ini Pemerintah Kota Bandung tidak lagi menggunakan konsep tersebut.
Sebagai gantinya, disiapkan konsep Pawai Jampana. Jampana merupakan bentuk tandu tradisional yang dapat dihias dan dikreasikan sebagai bagian dari helaran.
Konsep tersebut memungkinkan berbagai wilayah, perangkat daerah, kecamatan, maupun komunitas menampilkan kreativitas masing-masing.
Perubahan konsep pawai menjadi salah satu hal yang berbeda dalam rangkaian HJKB ke-216 tahun ini.
Puncak HJKB Digelar Oktober
Meski Hari Jadi Kota Bandung diperingati pada 25 September, rangkaian perayaan belum berakhir.
Puncak rangkaian HJKB ke-216 direncanakan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Balai Kota Bandung.
Dalam agenda tersebut, berbagai potensi seni, budaya, kuliner, dan kreativitas dari wilayah Kota Bandung direncanakan turut ditampilkan.
Dengan demikian, warga masih memiliki kesempatan mengikuti rangkaian perayaan HJKB setelah 25 September.
Adapun rangkaian HJKB ke-216 meliputi pengibaran Bendera Merah Putih dan pemasangan dekorasi pada 1–30 September, Bebersih Bandung pada 18 September, peringatan HJKB pada 25 September, serta puncak rangkaian yang direncanakan pada 24 Oktober 2026.
Warga yang ingin mengikuti kegiatan HJKB ke-216 dapat memantau informasi mengenai jadwal dan teknis pelaksanaan melalui kanal resmi Pemerintah Kota Bandung maupun instansi terkait. Sejumlah agenda dalam rangkaian perayaan masih dapat mengalami penyesuaian.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









