Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Mulyadi Targetkan Tekan Belanja Pemerintah hingga 20 Persen

Sabtu, 21 Maret 2026 12:48 WIB

Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal

Sabtu, 21 Maret 2026 12:45 WIB

Momen Idul Fitri, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Para Pembuat Hoaks

Sabtu, 21 Maret 2026 12:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Mulyadi Targetkan Tekan Belanja Pemerintah hingga 20 Persen
  • Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal
  • Momen Idul Fitri, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Para Pembuat Hoaks
  • Jangan Terkecoh! Ini Kebenaran di Balik Video Viral Ibu Tiri dan Anak Tiri
  • Siap Dipadati Jamaah, Ini Jadwal Shalat Id di Masjid Al-Jabbar
  • Wajib Tahu! Ini Niat dan Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri yang Benar
  • Link Video Ojol Bali 17 Menit! Pakar Ungkap Bahaya Mengerikan yang Mengintai HP Anda
  • Bikin Penasaran, Link Video Ojol Bali 17 Menit Diburu Netizen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 21 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Desak Evaluasi Total Rekrutmen Mahasiswa FK Pasca Skandal Dokter Pemerkosa di RSHS

By Aga GustianaKamis, 10 April 2025 14:14 WIB2 Mins Read
Tersangka kasus kekerasan seksual terhadap keluarga korban di RSHS Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara dengan nada keras terkait kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang dokter residen anestesi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Dedi menilai kasus ini sebagai “tamparan keras” bagi dunia pendidikan kedokteran dan mendesak adanya evaluasi total terhadap proses rekrutmen mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK).

“Pertama, ini bahan evaluasi. Bagaimana sebuah lembaga pendidikan mengelola, dokter itu kan orang yang sangat dipercaya,” tegas Dedi di Kota Sukabumi, Kamis (10/4/2025).

Menurut Dedi, profesi dokter memegang peran sentral dan sakral dalam menjaga keselamatan nyawa manusia. Pasien memberikan kepercayaan penuh, mulai dari pemeriksaan hingga tindakan operasi yang paling intim. Oleh karena itu, Dedi menekankan bahwa calon dokter harus dipastikan memiliki integritas tinggi dan kondisi mental yang benar-benar sehat.

Baca Juga:  Rencana Besar Dedi Mulyadi dan Muhammad Farhan Atasi Kemacetan Kota Bandung

“Orang percaya dia mendiagnosa, memberikan obat, buka bajunya untuk diperiksa, sampai telanjang untuk dioperasi. Ini pekerjaan yang butuh kepercayaan penuh,” ujarnya dengan nada prihatin.

Lebih lanjut, Dedi menyatakan bahwa jika sampai ada oknum dokter yang justru memiliki hasrat biologis yang menyimpang saat menjalankan praktik, maka hal ini harus menjadi alarm peringatan yang sangat keras dalam proses seleksi calon mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Baca Juga:  Gaya Dedi Mulyadi Saat Lenggak-lenggok di Panggung Catwalk

“Kalau sekarang muncul dokter punya hasrat biologis ketika praktik, berarti harus dievaluasi rekrutmennya. Tingkat seleksinya harus diperketat. Nggak boleh orang-orang lolos tes psikologi kalau dia punya kelainan seksual atau gangguan mental,” tandasnya.

Dedi khawatir, kasus seperti ini dapat merusak kepercayaan masyarakat secara keseluruhan terhadap dunia medis. Ia bahkan menyindir dengan perumpamaan yang menohok, menggambarkan ketakutan masyarakat yang mungkin timbul akibat ulah oknum dokter tersebut.

“Bagaimana nanti kalau semua orang takut dirawat di rumah sakit? Yang nungguin juga takut. Ini bahaya. Dulu kalau di rumah sakit takut aya jurigan (ada hantu) kok hari ini dokternya seperti jurig. Nggak juga ya jurig nggak pernah merkosa,” ucapnya.

Baca Juga:  Babak Baru TPPO di Sikka: Dua Pengelola Klub Malam Resmi Jadi Tersangka Penyekapan 12 Warga Jabar

Seperti yang diketahui, Priguna Anugerah P, seorang residen anestesi PPDS FK Unpad di RSHS Bandung, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap seorang pasien wanita.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian, dan yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari tugas medisnya. Pernyataan tegas Gubernur Dedi Mulyadi ini menambah tekanan bagi institusi pendidikan kedokteran untuk segera berbenah dan memastikan kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Dokter RSHS Bandung Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Targetkan Tekan Belanja Pemerintah hingga 20 Persen

Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal

Momen Idul Fitri, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Para Pembuat Hoaks

Siap Dipadati Jamaah, Ini Jadwal Shalat Id di Masjid Al-Jabbar

Pohon Tumbang di Jalan Bypass Cicalengka, Arus Kendaraan Sempat Macet Panjang

Badai Hujan dan Angin Kencang Terjang Cicalengka, Jalan Tertutup Pohon Tumbang

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
  • Link Video 17 Menit ‘Ojol Bali’ Buruan Netizen, Ternyata Begini Kronologi di Balik Rekaman Viral Tersebut!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.