Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

25 Tahun Mengabdi Gaji 500 Ribu, Penjaga Sekolah Ini Jalan Kaki 9KM dan Tinggal di Rumah Reyot

Rabu, 11 Maret 2026 10:26 WIB

Big Match Liga Champions! Prediksi Real Madrid vs Man City, Siapa Menang di Bernabeu?

Rabu, 11 Maret 2026 09:50 WIB

50 Ucapan Idul Fitri 2026 Terlengkap: Dari yang Paling Menyentuh Hingga Lucu untuk Status WA!

Rabu, 11 Maret 2026 09:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 25 Tahun Mengabdi Gaji 500 Ribu, Penjaga Sekolah Ini Jalan Kaki 9KM dan Tinggal di Rumah Reyot
  • Big Match Liga Champions! Prediksi Real Madrid vs Man City, Siapa Menang di Bernabeu?
  • 50 Ucapan Idul Fitri 2026 Terlengkap: Dari yang Paling Menyentuh Hingga Lucu untuk Status WA!
  • Chopper Akhirnya Muncul! Inilah Momen Paling Haru di Ending One Piece Live Action Season 2 yang Bikin Fans Mewek
  • BI Kucurkan Rp185,6 Triliun untuk Lebaran 2026: Cek Cara Tukar Uang Baru Via PINTAR
  • Viral ‘Ukhti Mukena Pink’ di TikTok, Warganet Diingatkan Waspada Link Berbahaya
  • Rekor Bersih Persib di Kandang dan Tantangan Zona Juara Menuju Laga Selanjutnya
  • Masuk 21 Ramadhan! Cek Jadwal Imsakiyah Bandung Raya Hari Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 11 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Babak Baru TPPO di Sikka: Dua Pengelola Klub Malam Resmi Jadi Tersangka Penyekapan 12 Warga Jabar

By Putra JuangSabtu, 28 Februari 2026 13:38 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa 12 pekerja asal Jawa Barat di salah satu klub malam di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki babak baru. Aparat kepolisian setempat telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dan melakukan penahanan.

Dua tersangka tersebut yakni YCGW alias AW dan MAAR alias Arina. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap para korban dan saksi.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian di NTT yang dinilai serius menangani kasus tersebut hingga ada penetapan tersangka.

Ucapan terima kasih itu ditujukan kepada Polda Nusa Tenggara Timur, termasuk jajaran di tingkat Polres Sikka yang menangani langsung perkara tersebut.

Baca Juga:  Asuransi Rp 60 Miliar Buat Ojol Sampai Kuli Panggul: Jurus Dedi Mulyadi Redam Panasnya Jalanan

“Saya mengucapkan terima kasih atas nama masyarakat Jawa Barat kepada Kapolda NTT, Direktur PPA Polda NTT, Kapolres Sikka, Kasat Reskrim Sikka, dan Kanit PPA Polres Sikka yang telah secara sungguh-sungguh memproses dugaan tindak pidana yang menimpa 12 pekerja asal Jawa Barat,” ujar Dedi, Sabtu (28/2/2026).

Ia menilai langkah cepat aparat penegak hukum di wilayah NTT menjadi bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.

Baca Juga:  Saat Rakyat Kecil Diuji Kamera: Gangguan Mental Sudrajat dan Kritik Pedas ke Gaya KDM

Mantan Bupati Purwakarta itu berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan rasa keadilan bagi para pekerja asal Jawa Barat yang terdampak kasus tersebut.

Selain kepada kepolisian, Dedi juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang membantu para pekerja, termasuk Suster Ika dan tim kuasa hukum yang mendampingi para korban selama proses penanganan perkara.

Ia menyebut perjuangan kemanusiaan yang dilakukan berbagai pihak tersebut menjadi bentuk solidaritas lintas daerah dalam melindungi warga.

Di sisi lain, Dedi mengaku menerima laporan bahwa masih terdapat warga Jawa Barat lain yang bekerja di sejumlah klub di wilayah tersebut dan belum dapat kembali ke daerah asalnya.

Baca Juga:  Dede Chandra Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Peningkatan Kesejahteraan Lansia di Jabar

Kondisi itu disebut membuat sebagian dari mereka terlilit utang dan menghadapi berbagai persoalan sosial maupun ekonomi.

“Masih banyak warga Jabar yang berada di beberapa klub di sana tidak bisa pulang dan menimbulkan banyak utang. Ini menjadi jalan untuk mengajak mereka kembali dan menyelesaikan berbagai problem yang dialaminya. Bekerja untuk mendapat penghasilan dan kebahagiaan, bukan mendapat penderitaan,” pungkasnya

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Jawa Barat Hari Ini Dedi Mulyadi jawa barat perdagangan orang polres sikka TPPO
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

25 Tahun Mengabdi Gaji 500 Ribu, Penjaga Sekolah Ini Jalan Kaki 9KM dan Tinggal di Rumah Reyot

Masuk 21 Ramadhan! Cek Jadwal Imsakiyah Bandung Raya Hari Ini

H-3 Lebaran Jadi Puncak Arus Mudik, 8,9 Juta Warga Jabar Diperkirakan Berangkat

The Ultimate10K Series Powered by bank bjb

Jelajahi Jawa Lewat Lari! bank bjb Hadirkan “The Ultimate10K Series” di 4 Kota Besar Sepanjang 2026

Investor Serbu Sustainability Bond bank bjb, Permintaan Tembus Rp932,4 Miliar

bank bjb Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Lomba Lari Trail Semarang Mountain Race 2026

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral ‘Ukhti Mukena Pink’ Tanpa Sensor, Begini Fakta yang Perlu Kamu Tahu!
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral Link Video Ukhti Mukena Pink No Sensor, Waspada Jebakan Batman!
  • Viral Video ‘Chindo Adidas’, Ada Link Full 17 Menit?
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Ukhti Mukena Pink No Sensor Jadi Trending, Tapi Ini Risiko Serius di Balik Klik Link
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.