Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kabar Buruk! Persib Ditinggal 3 Sosok Kunci Sekaligus Jelang Duel Panas vs PSM Makassar

Selasa, 12 Mei 2026 21:20 WIB

Fenomena Video Viral “Guru Bahasa Inggris” di Media Sosial: Fakta atau Sekadar Konten Setingan?

Selasa, 12 Mei 2026 21:10 WIB

LINK FULL 6 MENIT DICARI! Video Guru vs Murid Viral Gegerkan Medsos

Selasa, 12 Mei 2026 20:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kabar Buruk! Persib Ditinggal 3 Sosok Kunci Sekaligus Jelang Duel Panas vs PSM Makassar
  • Fenomena Video Viral “Guru Bahasa Inggris” di Media Sosial: Fakta atau Sekadar Konten Setingan?
  • LINK FULL 6 MENIT DICARI! Video Guru vs Murid Viral Gegerkan Medsos
  • Rumor Transfer Maxwell Souza: Benarkah Membelot ke Persib? Ini Jawaban Sang Striker!
  • DULU PAKAI TONGKAT, SEKARANG ANGKAT BEBAN! Kisah Ajaib Nenek 61 Tahun yang Bikin Netizen Melongo!
  • Polisi Ungkap Jaringan Anarko di Balik Ricuh May Day Bandung
  • Sinyal Transfer Tak Terduga Persib: Incar Kapten Persebaya Bernilai Rp6,95 Miliar
  • Link Full Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Bikin Heboh, Pakar Ungkap Modus Licik
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 13 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus HIV Melonjak di Jawa Barat, Gay Jadi Kelompok Penyumbang Terbesar

By Aga GustianaJumat, 27 Juni 2025 19:44 WIB2 Mins Read
Bendera LGBT. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jawa Barat mencatat lonjakan signifikan kasus HIV sepanjang 2024, dengan kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) atau gay menjadi penyumbang terbesar. Dari total 1,19 juta tes HIV yang dilakukan, sebanyak 52.105 peserta berasal dari kelompok gay. Hasilnya, 3.247 di antaranya dinyatakan positif HIV—angka tertinggi dibanding kelompok lainnya.

“Kalau melihat dari grafik yang ada, itu artinya dari hampir 1,2 juta orang yang dites, penularan HIV paling banyak memang melalui hubungan seksual, khususnya di kelompok laki-laki yang seks sama laki-laki,” ujar Landry Kusmono, Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Barat, dikutip Jumat (27/6/2025).

Risiko Meluas ke Populasi Umum

Menurut Landry, tantangan utama dalam pengendalian HIV di Jawa Barat adalah kompleksitas relasi seksual dalam kelompok LSL. Banyak dari mereka ternyata juga memiliki pasangan lawan jenis, sehingga risiko penularan tidak hanya terbatas dalam komunitas LSL.

“Agak sulit memang kita mendefinisikan hubungan seksual itu sejenis atau lain jenis. Karena banyak juga dari yang berhubungan seksual sejenis itu juga melakukan hubungan seksual lain jenis. Banyak LSL di Jawa Barat itu juga punya pasangan,” jelasnya.

Baca Juga:  Garut dan Duka di Tengah Pesta: Ketika Euforia Berujung Tragedi

Kondisi ini membuka potensi penyebaran virus ke populasi umum, menjadikan pengendalian epidemi semakin rumit.

Seks Bebas Jadi Jalur Penularan Dominan

Landry juga mengungkapkan bahwa dari dua jalur utama penularan HIV—yakni hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik—penularan melalui hubungan seksual masih jauh lebih dominan di Jawa Barat.

Baca Juga:  Jabar Menang 3-0 atas DKI Jakarta, Ketum PSSI Puji Pelaksanaan Final Sepakbola Putri PON XXI

Lonjakan Kasus HIV dalam Tiga Tahun Terakhir

Data menunjukkan peningkatan tajam kasus HIV baru sejak 2022. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kasus baru cenderung stabil di kisaran 5.000 per tahun, tren berubah drastis dalam tiga tahun terakhir:

  • 2019: 6.066 kasus
  • 2022: 8.620 kasus
  • 2023: 9.710 kasus
  • 2024: 10.405 kasus

“Biasanya dari tahun 2010 sampai 2021 itu angkanya di 5.000. Tapi sejak 2022 angkanya langsung naik. Artinya, kenaikan kasus HIV baru yang ditemukan itu sudah 100 persen,” tutur Landry.

Baca Juga:  Dukung Penuh Cycling de Jabar 2024, Bukti Komitmen bank bjb Gerakkan Ekonomi dan Pariwisata Jabar

Mobilitas Pascapandemi Jadi Pemicu

Lonjakan kasus juga dipengaruhi oleh mobilitas tinggi pascapandemi. Banyak pekerja seks dan migran kembali ke daerah asal karena kehilangan pekerjaan selama masa COVID-19, yang kemudian berdampak pada penyebaran HIV di lingkungan terdekat.

“Banyak faktor, terutama perempuan pekerja seks dari luar daerah yang kembali karena tidak ada aktivitas di daerah sebelumnya. Mereka akhirnya menularkan di lingkungan terdekat mereka, keluarga ataupun masyarakat. Termasuk laki-laki dari Jawa Barat yang dulu kerja di luar daerah, itu juga yang menularkan,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Covid-19 Data Kesehatan Epidemi HIV hiv jawa barat Kesehatan Masyarakat Komisi Penanggulangan AIDS LSL Pencegahan HIV Tren Kesehatan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

DULU PAKAI TONGKAT, SEKARANG ANGKAT BEBAN! Kisah Ajaib Nenek 61 Tahun yang Bikin Netizen Melongo!

Polisi Ungkap Jaringan Anarko di Balik Ricuh May Day Bandung

Retak Pasca-Muktamar XIV Pemuda Persis: Suara Kekecewaan Kader Akar Rumput Mulai Mencuat

Bandung Jadi Pilot Project ‘Perintis Berdaya Connect’, Dongkrak UMKM Naik Kelas

Strategi Baru PPDB Bandung 2026: Wali Kota Farhan Tekankan Transparansi dan Sistem Digital

Bandung Siaga Kesehatan Mental: 12 Puskesmas Kini Dilengkapi Psikolog Klinis

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
  • Heboh! Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Full Durasi Ramai Dicari Netizen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.