Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Timnas Indonesia vs Malaysia, Ini Jadwal Lengkap Laga Panas FIFA ASEAN Cup 2026

Minggu, 27 September 2026 11:23 WIB

Persib Masuk Periode Berat, Marc Klok Minta Pemain Jaga Fisik dan Mental

Minggu, 27 September 2026 11:02 WIB

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Minggu, 27 September 2026 10:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Timnas Indonesia vs Malaysia, Ini Jadwal Lengkap Laga Panas FIFA ASEAN Cup 2026
  • Persib Masuk Periode Berat, Marc Klok Minta Pemain Jaga Fisik dan Mental
  • Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini
  • Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,61 Juta
  • Kisah Pahit Manis Rahmat Erwin: Dulu Kurang Diperhatikan, Kini Jadi Pahlawan Emas Indonesia
  • Jadwal & Cara Cair Bansos PKH-BPNT Tahap IV 2026: Simak Syarat dan Dokumen yang Wajib Dibawa!
  • Jangan Cuma Puncak! Ini 15 Destinasi Wisata Cianjur Paling Hits dari Air Terjun hingga Pantai Eksotis
  • 3 Tempat Nongkrong Hits di Cianjur Terbaru 2026, Menu Lezat Harga Mulai Belasan Ribu!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus HIV Melonjak di Jawa Barat, Gay Jadi Kelompok Penyumbang Terbesar

By Aga GustianaJumat, 27 Juni 2025 19:44 WIB2 Mins Read
Bendera LGBT. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jawa Barat mencatat lonjakan signifikan kasus HIV sepanjang 2024, dengan kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) atau gay menjadi penyumbang terbesar. Dari total 1,19 juta tes HIV yang dilakukan, sebanyak 52.105 peserta berasal dari kelompok gay. Hasilnya, 3.247 di antaranya dinyatakan positif HIV—angka tertinggi dibanding kelompok lainnya.

“Kalau melihat dari grafik yang ada, itu artinya dari hampir 1,2 juta orang yang dites, penularan HIV paling banyak memang melalui hubungan seksual, khususnya di kelompok laki-laki yang seks sama laki-laki,” ujar Landry Kusmono, Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Barat, dikutip Jumat (27/6/2025).

Risiko Meluas ke Populasi Umum

Menurut Landry, tantangan utama dalam pengendalian HIV di Jawa Barat adalah kompleksitas relasi seksual dalam kelompok LSL. Banyak dari mereka ternyata juga memiliki pasangan lawan jenis, sehingga risiko penularan tidak hanya terbatas dalam komunitas LSL.

“Agak sulit memang kita mendefinisikan hubungan seksual itu sejenis atau lain jenis. Karena banyak juga dari yang berhubungan seksual sejenis itu juga melakukan hubungan seksual lain jenis. Banyak LSL di Jawa Barat itu juga punya pasangan,” jelasnya.

Baca Juga:  Jejak Panjang Resbob: Dari Sensasi Murahan hingga Ucapan SARA yang Memicu Amarah Publik

Kondisi ini membuka potensi penyebaran virus ke populasi umum, menjadikan pengendalian epidemi semakin rumit.

Seks Bebas Jadi Jalur Penularan Dominan

Landry juga mengungkapkan bahwa dari dua jalur utama penularan HIV—yakni hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik—penularan melalui hubungan seksual masih jauh lebih dominan di Jawa Barat.

Baca Juga:  Pengrajin Tahu di Cibuntu Keluhkan Harga Kacang Kedelai yang Terus Naik

Lonjakan Kasus HIV dalam Tiga Tahun Terakhir

Data menunjukkan peningkatan tajam kasus HIV baru sejak 2022. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kasus baru cenderung stabil di kisaran 5.000 per tahun, tren berubah drastis dalam tiga tahun terakhir:

  • 2019: 6.066 kasus
  • 2022: 8.620 kasus
  • 2023: 9.710 kasus
  • 2024: 10.405 kasus

“Biasanya dari tahun 2010 sampai 2021 itu angkanya di 5.000. Tapi sejak 2022 angkanya langsung naik. Artinya, kenaikan kasus HIV baru yang ditemukan itu sudah 100 persen,” tutur Landry.

Baca Juga:  Atlet Sukses Atasi Persaingan Ketat, Jabar Hattrick Juara Umum PON

Mobilitas Pascapandemi Jadi Pemicu

Lonjakan kasus juga dipengaruhi oleh mobilitas tinggi pascapandemi. Banyak pekerja seks dan migran kembali ke daerah asal karena kehilangan pekerjaan selama masa COVID-19, yang kemudian berdampak pada penyebaran HIV di lingkungan terdekat.

“Banyak faktor, terutama perempuan pekerja seks dari luar daerah yang kembali karena tidak ada aktivitas di daerah sebelumnya. Mereka akhirnya menularkan di lingkungan terdekat mereka, keluarga ataupun masyarakat. Termasuk laki-laki dari Jawa Barat yang dulu kerja di luar daerah, itu juga yang menularkan,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Covid-19 jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput

Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dicopot

Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.