Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27

Rabu, 12 Agustus 2026 20:02 WIB

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Rabu, 12 Agustus 2026 19:46 WIB

Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa

Rabu, 12 Agustus 2026 19:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27
  • Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra
  • Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa
  • Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan
  • Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban
  • Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras
  • Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren
  • Persib Dapat Suntikan 2 Bintang Timnas, Sandy Walsh dan Ragnar Siap Unjuk Gigi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus HIV Melonjak di Jawa Barat, Gay Jadi Kelompok Penyumbang Terbesar

By Aga GustianaJumat, 27 Juni 2025 19:44 WIB2 Mins Read
Bendera LGBT. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jawa Barat mencatat lonjakan signifikan kasus HIV sepanjang 2024, dengan kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) atau gay menjadi penyumbang terbesar. Dari total 1,19 juta tes HIV yang dilakukan, sebanyak 52.105 peserta berasal dari kelompok gay. Hasilnya, 3.247 di antaranya dinyatakan positif HIV—angka tertinggi dibanding kelompok lainnya.

“Kalau melihat dari grafik yang ada, itu artinya dari hampir 1,2 juta orang yang dites, penularan HIV paling banyak memang melalui hubungan seksual, khususnya di kelompok laki-laki yang seks sama laki-laki,” ujar Landry Kusmono, Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Barat, dikutip Jumat (27/6/2025).

Risiko Meluas ke Populasi Umum

Menurut Landry, tantangan utama dalam pengendalian HIV di Jawa Barat adalah kompleksitas relasi seksual dalam kelompok LSL. Banyak dari mereka ternyata juga memiliki pasangan lawan jenis, sehingga risiko penularan tidak hanya terbatas dalam komunitas LSL.

“Agak sulit memang kita mendefinisikan hubungan seksual itu sejenis atau lain jenis. Karena banyak juga dari yang berhubungan seksual sejenis itu juga melakukan hubungan seksual lain jenis. Banyak LSL di Jawa Barat itu juga punya pasangan,” jelasnya.

Kondisi ini membuka potensi penyebaran virus ke populasi umum, menjadikan pengendalian epidemi semakin rumit.

Seks Bebas Jadi Jalur Penularan Dominan

Landry juga mengungkapkan bahwa dari dua jalur utama penularan HIV—yakni hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik—penularan melalui hubungan seksual masih jauh lebih dominan di Jawa Barat.

Lonjakan Kasus HIV dalam Tiga Tahun Terakhir

Data menunjukkan peningkatan tajam kasus HIV baru sejak 2022. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kasus baru cenderung stabil di kisaran 5.000 per tahun, tren berubah drastis dalam tiga tahun terakhir:

  • 2019: 6.066 kasus
  • 2022: 8.620 kasus
  • 2023: 9.710 kasus
  • 2024: 10.405 kasus

“Biasanya dari tahun 2010 sampai 2021 itu angkanya di 5.000. Tapi sejak 2022 angkanya langsung naik. Artinya, kenaikan kasus HIV baru yang ditemukan itu sudah 100 persen,” tutur Landry.

Mobilitas Pascapandemi Jadi Pemicu

Lonjakan kasus juga dipengaruhi oleh mobilitas tinggi pascapandemi. Banyak pekerja seks dan migran kembali ke daerah asal karena kehilangan pekerjaan selama masa COVID-19, yang kemudian berdampak pada penyebaran HIV di lingkungan terdekat.

“Banyak faktor, terutama perempuan pekerja seks dari luar daerah yang kembali karena tidak ada aktivitas di daerah sebelumnya. Mereka akhirnya menularkan di lingkungan terdekat mereka, keluarga ataupun masyarakat. Termasuk laki-laki dari Jawa Barat yang dulu kerja di luar daerah, itu juga yang menularkan,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Covid-19 Data Kesehatan Epidemi HIV hiv jawa barat Kesehatan Masyarakat Komisi Penanggulangan AIDS LSL Pencegahan HIV Tren Kesehatan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa

gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.