Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Head to Head Inggris vs Argentina: Duel Penuh Dendam, Siapa Raja Sebenarnya di Piala Dunia?

Rabu, 15 Juli 2026 22:07 WIB

Info Orang Hilang: Mahasiswi Unisba Belum Kembali ke Rumah, Hubungi Nomor Ini Jika Melihatnya

Rabu, 15 Juli 2026 21:45 WIB

Viral! Baso Lima Saudara Bandung Punya Kuah Misdasem Racik Sendiri, Sekali Coba Langsung Nagih

Rabu, 15 Juli 2026 21:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Head to Head Inggris vs Argentina: Duel Penuh Dendam, Siapa Raja Sebenarnya di Piala Dunia?
  • Info Orang Hilang: Mahasiswi Unisba Belum Kembali ke Rumah, Hubungi Nomor Ini Jika Melihatnya
  • Viral! Baso Lima Saudara Bandung Punya Kuah Misdasem Racik Sendiri, Sekali Coba Langsung Nagih
  • Hadiah Naik Rp6 Miliar! Piala Presiden Elite 2026 Siap Sajikan Duel Sengit Klub Indonesia dan Asia
  • Jangan Berikan NIK dan OTP! Modus Penipuan Baru di Cimahi Mengatasnamakan Aktivasi IKD
  • Dimas Drajad Tinggalkan Persib, Ini Alasan Maung Bandung Tak Perpanjang Kontraknya
  • Link Live Streaming Inggris vs Argentina Semifinal Piala Dunia 2026, Duel Messi dan Harry Kane Menuju Final
  • Klaim Saldo DANA Kaget Rp75.000 Hari Ini: Simak Panduan Lengkap dan Cara Cepat Menangnya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 15 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Retak Pasca-Muktamar XIV Pemuda Persis: Suara Kekecewaan Kader Akar Rumput Mulai Mencuat

By Aga GustianaSelasa, 12 Mei 2026 16:52 WIB3 Mins Read
Euforia Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gema takbir dan riuh tepuk tangan di arena Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam (Persis) perlahan memudar, namun residu ketegangan politiknya justru semakin memanas. Alih-alih menjadi momentum persatuan, forum tertinggi organisasi kepemudaan Islam ini menyisakan luka bagi sejumlah kader di tingkat daerah.

Salah satu suara kritis datang dari kader Pemuda Persis Kabupaten Subang, Fitrah Alamsyah. Ia mengungkapkan bahwa atmosfer pasca-muktamar justru membawa awan mendung bagi optimisme kader akar rumput.

“Bagi kami, ini bukan sekadar memilih nahkoda baru. Ini menjadi sarana pembelajaran dan ajang silaturahmi agar lebih mengenal dinamika organisasi Islam secara mendalam,” ungkap Fitrah mengenang harapan awal rombongannya.

Dari Optimisme ke Meja Voting

Rombongan asal Subang datang ke arena muktamar dengan satu misi besar: melihat Pemuda Persis bertransformasi menjadi organisasi yang lebih modern dan progresif. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Sidang pleno berjalan alot hingga jalan musyawarah mufakat untuk memilih ketua umum menemui jalan buntu.

Baca Juga:  Persis Apresiasi Kepolisian Bersih-bersih Judi Online di Kemkomdigi

Puncaknya, kemenangan harus ditentukan lewat pemungutan suara (voting). Cepi Hamdan Rafiq keluar sebagai pemenang dengan 248 suara, menyisihkan rival kuatnya, Edwin Khadafi, yang meraih 201 suara.

Fitrah menjelaskan bahwa pilihan politik daerah didasarkan pada kebutuhan akan sosok pemimpin yang memiliki paket lengkap: integritas agama serta kemandirian ekonomi.

“Pada era modernisasi ini, tidak hanya pengetahuan agama yang wajib kuat. Ketahanan ekonomi dan kreativitas tinggi menjadi modal utama lainnya yang harus dimiliki calon pemimpin,” tegasnya.

Baca Juga:  Kunjungi Istana, PP Hima Persis Undang Jokowi ke Jambore Nasional ke-7

Narasi “Bersama Ulama” yang Memicu Tafsir Liar

Dua pekan berlalu, optimisme itu justru berganti kecemasan. Munculnya poster bertuliskan “Pemuda Persis Bersama Ulama” tak lama setelah muktamar dinilai sebagai blunder komunikasi yang memicu polarisasi di internal.

Bagi sebagian kader, diksi tersebut seolah-olah menciptakan sekat antara siapa yang “paling dekat” dengan ulama dan siapa yang dianggap menjauh.

“Seolah memunculkan narasi selama ini kami tidak bersama ulama atau bahkan jauh dengan ulama,” ujar Fitrah dengan nada kecewa.

Polemik Struktur Pengurus: Dianggap Kurang “Nasional”

Puncak dari kegelisahan kader daerah meledak saat komposisi kepengurusan (Tasykil) Pusat diumumkan. Fitrah menilai susunan pengurus tersebut tidak mencerminkan wajah nasional organisasi karena terlalu didominasi oleh kader-kader yang berdomisili di Jawa Barat.

Baca Juga:  Persis Minta Umat Islam Jangan Beli Produk Pro Israel, Termasuk Kurma

“Pimpinan pusat dengan wilayah kerja nasional hanya diisi tasykil yang berdomisili di Jawa Barat. Ini menjadi polemik yang ironi,” katanya.

Kritik tajam pun tak terelakkan. Kolam komentar siaran langsung pelantikan di kanal Persis TV hingga grup-grup internal dipenuhi sindiran. Sebagian kader merasa kepemimpinan baru ini terjebak dalam egosentris sektoral dan gagal merangkul seluruh elemen daerah dari Sabang sampai Merauke.

Bagi Fitrah, kritiknya bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan bentuk rasa cinta yang mendalam terhadap masa depan dakwah Pemuda Persis menuju visi global 2031.

“Sungguh ironi di tengah rasa bangga kami menjadi bagian Pemuda Persis. Yang seharusnya menjadi momentum kemenangan bersama, justru malah sebaliknya,” pungkas Fitrah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Cepi Hamdan Rafiq Muktamar XIV Pemuda Persis Pemuda Persis Persatuan Islam
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Info Orang Hilang: Mahasiswi Unisba Belum Kembali ke Rumah, Hubungi Nomor Ini Jika Melihatnya

Jangan Berikan NIK dan OTP! Modus Penipuan Baru di Cimahi Mengatasnamakan Aktivasi IKD

Bongkar Isi Proposal Pernikahan Rozan yang Viral, Pantas Saja Mertua Langsung Luluh

Pemkot Bandung Siapkan Sistem Parkir Jelang Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi

Fakta Sebenarnya Video Macan Gunung Papandayan yang Heboh di WhatsApp, Polisi Beri Penjelasan

Kecelakaan Maut di Arcamanik Bandung, Lansia Tewas saat Hendak ke Pasar Cicaheum

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.