Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Full Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Bikin Heboh, Pakar Ungkap Modus Licik

Selasa, 12 Mei 2026 17:36 WIB

Retak Pasca-Muktamar XIV Pemuda Persis: Suara Kekecewaan Kader Akar Rumput Mulai Mencuat

Selasa, 12 Mei 2026 16:52 WIB

Bandung Jadi Pilot Project ‘Perintis Berdaya Connect’, Dongkrak UMKM Naik Kelas

Selasa, 12 Mei 2026 16:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Full Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Bikin Heboh, Pakar Ungkap Modus Licik
  • Retak Pasca-Muktamar XIV Pemuda Persis: Suara Kekecewaan Kader Akar Rumput Mulai Mencuat
  • Bandung Jadi Pilot Project ‘Perintis Berdaya Connect’, Dongkrak UMKM Naik Kelas
  • Strategi Baru PPDB Bandung 2026: Wali Kota Farhan Tekankan Transparansi dan Sistem Digital
  • Bandung Siaga Kesehatan Mental: 12 Puskesmas Kini Dilengkapi Psikolog Klinis
  • Kiper 193 Cm Keturunan Indonesia-Jerman Resmi Free Agent, Persib Siaga Satu!
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
  • JANGAN KLIK! Link ‘Video Guru Bahasa Inggris 6 Menit’ Diduga Jebakan Phishing Berbahaya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 12 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Retak Pasca-Muktamar XIV Pemuda Persis: Suara Kekecewaan Kader Akar Rumput Mulai Mencuat

By Aga GustianaSelasa, 12 Mei 2026 16:52 WIB3 Mins Read
Euforia Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gema takbir dan riuh tepuk tangan di arena Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam (Persis) perlahan memudar, namun residu ketegangan politiknya justru semakin memanas. Alih-alih menjadi momentum persatuan, forum tertinggi organisasi kepemudaan Islam ini menyisakan luka bagi sejumlah kader di tingkat daerah.

Salah satu suara kritis datang dari kader Pemuda Persis Kabupaten Subang, Fitrah Alamsyah. Ia mengungkapkan bahwa atmosfer pasca-muktamar justru membawa awan mendung bagi optimisme kader akar rumput.

“Bagi kami, ini bukan sekadar memilih nahkoda baru. Ini menjadi sarana pembelajaran dan ajang silaturahmi agar lebih mengenal dinamika organisasi Islam secara mendalam,” ungkap Fitrah mengenang harapan awal rombongannya.

Dari Optimisme ke Meja Voting

Rombongan asal Subang datang ke arena muktamar dengan satu misi besar: melihat Pemuda Persis bertransformasi menjadi organisasi yang lebih modern dan progresif. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Sidang pleno berjalan alot hingga jalan musyawarah mufakat untuk memilih ketua umum menemui jalan buntu.

Baca Juga:  Ramai Soal Kecurangan Pemilu 2024, Ketum Persis: Harus Jadi Musuh Bersama

Puncaknya, kemenangan harus ditentukan lewat pemungutan suara (voting). Cepi Hamdan Rafiq keluar sebagai pemenang dengan 248 suara, menyisihkan rival kuatnya, Edwin Khadafi, yang meraih 201 suara.

Fitrah menjelaskan bahwa pilihan politik daerah didasarkan pada kebutuhan akan sosok pemimpin yang memiliki paket lengkap: integritas agama serta kemandirian ekonomi.

“Pada era modernisasi ini, tidak hanya pengetahuan agama yang wajib kuat. Ketahanan ekonomi dan kreativitas tinggi menjadi modal utama lainnya yang harus dimiliki calon pemimpin,” tegasnya.

Baca Juga:  Kenaikan PPN dan Peran Pemuda Persis Kota Bandung: Mencari Solusi di Tengah Tantangan

Narasi “Bersama Ulama” yang Memicu Tafsir Liar

Dua pekan berlalu, optimisme itu justru berganti kecemasan. Munculnya poster bertuliskan “Pemuda Persis Bersama Ulama” tak lama setelah muktamar dinilai sebagai blunder komunikasi yang memicu polarisasi di internal.

Bagi sebagian kader, diksi tersebut seolah-olah menciptakan sekat antara siapa yang “paling dekat” dengan ulama dan siapa yang dianggap menjauh.

“Seolah memunculkan narasi selama ini kami tidak bersama ulama atau bahkan jauh dengan ulama,” ujar Fitrah dengan nada kecewa.

Polemik Struktur Pengurus: Dianggap Kurang “Nasional”

Puncak dari kegelisahan kader daerah meledak saat komposisi kepengurusan (Tasykil) Pusat diumumkan. Fitrah menilai susunan pengurus tersebut tidak mencerminkan wajah nasional organisasi karena terlalu didominasi oleh kader-kader yang berdomisili di Jawa Barat.

Baca Juga:  PP Persis Minta DPR Peka terhadap Aspirasi Rakyat

“Pimpinan pusat dengan wilayah kerja nasional hanya diisi tasykil yang berdomisili di Jawa Barat. Ini menjadi polemik yang ironi,” katanya.

Kritik tajam pun tak terelakkan. Kolam komentar siaran langsung pelantikan di kanal Persis TV hingga grup-grup internal dipenuhi sindiran. Sebagian kader merasa kepemimpinan baru ini terjebak dalam egosentris sektoral dan gagal merangkul seluruh elemen daerah dari Sabang sampai Merauke.

Bagi Fitrah, kritiknya bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan bentuk rasa cinta yang mendalam terhadap masa depan dakwah Pemuda Persis menuju visi global 2031.

“Sungguh ironi di tengah rasa bangga kami menjadi bagian Pemuda Persis. Yang seharusnya menjadi momentum kemenangan bersama, justru malah sebaliknya,” pungkas Fitrah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Cepi Hamdan Rafiq Muktamar XIV Pemuda Persis Pemuda Persis Persatuan Islam
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bandung Jadi Pilot Project ‘Perintis Berdaya Connect’, Dongkrak UMKM Naik Kelas

Strategi Baru PPDB Bandung 2026: Wali Kota Farhan Tekankan Transparansi dan Sistem Digital

Bandung Siaga Kesehatan Mental: 12 Puskesmas Kini Dilengkapi Psikolog Klinis

Dentuman Besar dan Bola Pijar! Tirta Siregar Beri Peringatan Darurat untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur

Hoaks Vaksin Masih Merebak, Wamenkes Dorong Bandung Pimpin Perlawanan Anak Zero Dose

Soroti Isu Stunting hingga Anggaran Sampah yang Minim, DPRD Jabar Beri 83 Catatan untuk KDM

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Heboh! Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Full Durasi Ramai Dicari Netizen
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Video ‘Bu Guru Bahasa Inggris dan Murid Viral di TikTok, Waspada Penipuan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.