Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Dapat Angin Segar Jelang Jamu Isenmulang FC, Teja Paku Alam Comeback?

Sabtu, 31 Oktober 2026 18:24 WIB

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Sabtu, 31 Oktober 2026 18:21 WIB

Jatuhnya Sultan Andara! Kena Boikot Parah, Saham Ambruk, Raffi Ahmad Diambang Kehancuran?

Sabtu, 31 Oktober 2026 17:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Dapat Angin Segar Jelang Jamu Isenmulang FC, Teja Paku Alam Comeback?
  • Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan
  • Jatuhnya Sultan Andara! Kena Boikot Parah, Saham Ambruk, Raffi Ahmad Diambang Kehancuran?
  • Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis
  • Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November
  • Harry Kane Kalahkan Kylian Mbappe di Ballon d’Or 2026, Cuma Beda 28 Poin!
  • Hujan Turun Terus? Ini 5 Wisata Indoor di Bandung yang Bikin Liburan Tetap Asyik
  • Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Retak Pasca-Muktamar XIV Pemuda Persis: Suara Kekecewaan Kader Akar Rumput Mulai Mencuat

By Aga GustianaSelasa, 12 Mei 2026 16:52 WIB3 Mins Read
Euforia Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gema takbir dan riuh tepuk tangan di arena Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam (Persis) perlahan memudar, namun residu ketegangan politiknya justru semakin memanas. Alih-alih menjadi momentum persatuan, forum tertinggi organisasi kepemudaan Islam ini menyisakan luka bagi sejumlah kader di tingkat daerah.

Salah satu suara kritis datang dari kader Pemuda Persis Kabupaten Subang, Fitrah Alamsyah. Ia mengungkapkan bahwa atmosfer pasca-muktamar justru membawa awan mendung bagi optimisme kader akar rumput.

“Bagi kami, ini bukan sekadar memilih nahkoda baru. Ini menjadi sarana pembelajaran dan ajang silaturahmi agar lebih mengenal dinamika organisasi Islam secara mendalam,” ungkap Fitrah mengenang harapan awal rombongannya.

Dari Optimisme ke Meja Voting

Rombongan asal Subang datang ke arena muktamar dengan satu misi besar: melihat Pemuda Persis bertransformasi menjadi organisasi yang lebih modern dan progresif. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Sidang pleno berjalan alot hingga jalan musyawarah mufakat untuk memilih ketua umum menemui jalan buntu.

Baca Juga:  PP Persis Dukung Pembelajaran Berbasis Lapangan Selama Ramadhan

Puncaknya, kemenangan harus ditentukan lewat pemungutan suara (voting). Cepi Hamdan Rafiq keluar sebagai pemenang dengan 248 suara, menyisihkan rival kuatnya, Edwin Khadafi, yang meraih 201 suara.

Fitrah menjelaskan bahwa pilihan politik daerah didasarkan pada kebutuhan akan sosok pemimpin yang memiliki paket lengkap: integritas agama serta kemandirian ekonomi.

“Pada era modernisasi ini, tidak hanya pengetahuan agama yang wajib kuat. Ketahanan ekonomi dan kreativitas tinggi menjadi modal utama lainnya yang harus dimiliki calon pemimpin,” tegasnya.

Baca Juga:  Persis Harap Dunia Pendidikan Mengakar Kuat pada Nilai-nilai UUD

Narasi “Bersama Ulama” yang Memicu Tafsir Liar

Dua pekan berlalu, optimisme itu justru berganti kecemasan. Munculnya poster bertuliskan “Pemuda Persis Bersama Ulama” tak lama setelah muktamar dinilai sebagai blunder komunikasi yang memicu polarisasi di internal.

Bagi sebagian kader, diksi tersebut seolah-olah menciptakan sekat antara siapa yang “paling dekat” dengan ulama dan siapa yang dianggap menjauh.

“Seolah memunculkan narasi selama ini kami tidak bersama ulama atau bahkan jauh dengan ulama,” ujar Fitrah dengan nada kecewa.

Polemik Struktur Pengurus: Dianggap Kurang “Nasional”

Puncak dari kegelisahan kader daerah meledak saat komposisi kepengurusan (Tasykil) Pusat diumumkan. Fitrah menilai susunan pengurus tersebut tidak mencerminkan wajah nasional organisasi karena terlalu didominasi oleh kader-kader yang berdomisili di Jawa Barat.

Baca Juga:  Tangkal Pengaruh Luar, PP Persis Perkuat Pagar Jamiyyah di Daerah Terpencil

“Pimpinan pusat dengan wilayah kerja nasional hanya diisi tasykil yang berdomisili di Jawa Barat. Ini menjadi polemik yang ironi,” katanya.

Kritik tajam pun tak terelakkan. Kolam komentar siaran langsung pelantikan di kanal Persis TV hingga grup-grup internal dipenuhi sindiran. Sebagian kader merasa kepemimpinan baru ini terjebak dalam egosentris sektoral dan gagal merangkul seluruh elemen daerah dari Sabang sampai Merauke.

Bagi Fitrah, kritiknya bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan bentuk rasa cinta yang mendalam terhadap masa depan dakwah Pemuda Persis menuju visi global 2031.

“Sungguh ironi di tengah rasa bangga kami menjadi bagian Pemuda Persis. Yang seharusnya menjadi momentum kemenangan bersama, justru malah sebaliknya,” pungkas Fitrah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Persatuan Islam
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November

Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut

Hujan Deras Guyur Bandung: Dinding Sungai Cipaganti Jebol, 114 Warga Terdampak

Tarif Berdasarkan Durasi, Pengelola Situs Live Porno Rekrut Belasan Talent Sejak 2025

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.