bukamata.id – Nama Tirta Siregar kembali menjadi sorotan publik setelah mengunggah video peringatan terbaru di media sosial pribadinya. Produser film yang sebelumnya viral karena pengakuan mengenai firasat “ular besi” dan potensi bencana di Jawa Barat itu kini kembali memunculkan kegelisahan baru di kalangan warganet.
Melalui akun Instagram pribadinya, Tirta menyampaikan pesan bernada serius terkait dugaan penglihatan atau “bisikan” misterius yang menurutnya berkaitan dengan potensi peristiwa besar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Unggahan tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan memancing perdebatan panjang. Sebagian publik menganggapnya sekadar firasat pribadi, sementara yang lain memilih menanggapinya dengan kewaspadaan dan doa.
Dari Jawa Barat Kini Mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur
Belum lama ini, Tirta Siregar sempat menghebohkan media sosial usai mengunggah video yang ditujukan kepada Dedi Mulyadi dan masyarakat Jawa Barat.
Dalam video yang viral tersebut, ia mengaku mendapatkan penglihatan mengenai potensi bencana besar berupa pergerakan tanah hingga adanya wilayah yang disebut dapat tertimbun material longsor.
Video itu meledak di media sosial dan ditonton jutaan kali. Respons publik pun terbelah. Ada yang menganggapnya sebagai pengingat spiritual, ada pula yang menilai unggahan tersebut berpotensi memicu kepanikan.
Kini, peringatan serupa kembali disampaikan Tirta. Bedanya, kali ini ia menyinggung wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Dentuman Besar” dan “Bola Pijar”
Dalam video terbaru yang diunggah di akun Instagram @tirtasiregar, Tirta tampil dengan ekspresi serius. Ia mengatakan dirinya kembali mendapatkan penglihatan yang menurutnya sulit dijelaskan secara logika.
“Ini boleh dipercaya atau tidak, buat teman-teman di Jawa Tengah dan Jawa Timur supaya semuanya berdoa,” ujar Tirta dalam videonya.
Ia kemudian menggambarkan suasana mencekam yang muncul dalam penglihatannya.
Menurut Tirta, ia melihat adanya dentuman besar, bola pijar, hingga angin dahsyat yang menyebabkan kehancuran.
“Seperti ada dentuman yang sangat besar, bola pijar, angin yang sangat besar, memporak-porandakan orang,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut sontak memicu gelombang reaksi dari masyarakat, khususnya warganet asal Jawa Tengah dan Jawa Timur yang memenuhi kolom komentar unggahan tersebut.
Netizen Terbelah: Antara Percaya dan Skeptis
Fenomena viralnya unggahan Tirta menunjukkan bagaimana media sosial kini menjadi ruang besar bagi penyebaran narasi spiritual, firasat, dan ketakutan kolektif masyarakat.
Sebagian netizen mengaku mulai memperhatikan peringatan Tirta karena merasa beberapa unggahan sebelumnya dianggap “terjadi” atau memiliki kemiripan dengan peristiwa nyata.
“Mau percaya ga percaya tapi kemarin yang di bilang mbak ini terjadi,” tulis akun @dea***.
Komentar lain datang dari warganet yang memilih menanggapinya dengan doa dan harapan baik.
“Astaghfirullah… semoga tidak terjadi hal buruk di daerah saya. Semoga Allah SWT melindungi kita semua,” tulis akun @nik***.
Sementara itu, sebagian netizen lainnya mencoba meluruskan bahwa Tirta tidak sedang “meramal”, melainkan mengaku mendapatkan penglihatan spiritual.
“Bro, dia bukan ngeramal, dia bilang kalau dia dibisikin sama sesuatu yang ghaib,” tulis akun @kar***.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana masyarakat Indonesia masih sangat dekat dengan budaya spiritual dan simbol-simbol mistis, terutama ketika dikaitkan dengan bencana alam.
Antara Firasat, Ketakutan Kolektif, dan Realitas Indonesia sebagai Negeri Rawan Bencana
Terlepas dari benar atau tidaknya pengakuan Tirta, unggahan tersebut menjadi perhatian besar karena Indonesia memang merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di dunia.
Pulau Jawa sendiri berada di jalur cincin api (Ring of Fire) yang membuat wilayahnya rentan terhadap gempa bumi, letusan gunung api, hingga bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
Ketika muncul narasi mengenai “dentuman besar”, “bola pijar”, atau “angin dahsyat”, publik dengan mudah mengaitkannya pada potensi bencana alam yang memang sering terjadi di Indonesia.
Dalam situasi seperti ini, media sosial sering menjadi ruang berkembangnya kecemasan massal. Narasi yang emosional dan dramatis cenderung lebih cepat menyebar dibanding penjelasan ilmiah yang formal.
Tirta Siregar: Produser Film yang Kini Viral karena Pengakuan Spiritual
Di balik kontroversinya, Tirta Siregar sebenarnya bukan sosok asing di dunia hiburan Indonesia. Ia dikenal sebagai produser film sekaligus pendiri rumah produksi Tu7uh Rumah Produksi bersama suaminya, Andre Murtono.
Perjalanan karier Tirta dimulai dari dunia korporasi sebelum akhirnya masuk ke industri kreatif.
Beberapa film yang pernah diproduksinya antara lain 2 Batas Waktu dan Keira.
Selain aktif di industri film, Tirta juga pernah mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra.
Namun dalam beberapa waktu terakhir, namanya lebih sering viral karena unggahan-unggahan bernuansa spiritual dan firasat mengenai bencana.
Mengajak Berdoa, Bukan Menebar Kepanikan
Dalam setiap videonya, Tirta selalu menegaskan bahwa tujuan unggahannya bukan untuk menakut-nakuti masyarakat.
Ia mengaku hanya ingin mengajak publik untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan meningkatkan kewaspadaan.
“Kalau memang harus terjadi, semoga kita semua diberi keselamatan,” ujarnya dalam salah satu video sebelumnya.
Meski demikian, fenomena viral seperti ini tetap memunculkan perdebatan panjang tentang batas antara kebebasan berekspresi, spiritualitas pribadi, dan potensi kepanikan publik.
Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat pun dituntut semakin bijak dalam menyikapi berbagai narasi viral, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti bencana dan keselamatan publik.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










