Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak

Rabu, 10 Juni 2026 03:00 WIB

Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi

Rabu, 10 Juni 2026 02:00 WIB
Kode Redeem FF

Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif

Rabu, 10 Juni 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
  • Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa
  • Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!
  • Choi Sooyoung SNSD dan Jung Kyung Ho Resmi Putus Setelah 14 Tahun Pacaran, Ini Penyebabnya
  • Rumor Transfer Liga 1: Persib Bandung Bidik Winger Spanyol Andalan Persita?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hoaks Vaksin Masih Merebak, Wamenkes Dorong Bandung Pimpin Perlawanan Anak Zero Dose

By SusanaSelasa, 12 Mei 2026 13:09 WIB3 Mins Read
Kegiatan Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing Mengejar Anak Zero Dose di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa fenomena anak zero dose masih menjadi tantangan serius di bidang kesehatan, termasuk di Kota Bandung. Istilah zero dose merujuk pada anak yang belum pernah menerima satu pun imunisasi dasar rutin, khususnya vaksin DPT-1 pada tahun pertama kehidupannya.

Menurut Farhan, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sekadar angka statistik semata karena berkaitan langsung dengan masa depan kesehatan anak-anak Indonesia.

“Fenomena anak zero dose bukan sekadar angka statistik. Di balik istilah itu ada masa depan anak-anak yang harus kita jaga bersama,” ujar Farhan.

Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Dante Saksono Harbuwono dalam kegiatan Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing Mengejar Anak Zero Dose di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Penolakan Vaksin dan Hoaks Jadi Tantangan Besar

Baca Juga:  10 Rekomendasi Kuliner Hidden Gem di Bandung yang Bikin Liburan Akhir Tahun Auto Kenyang

Farhan menilai, tantangan terbesar dalam program imunisasi saat ini bukan hanya soal akses layanan kesehatan, tetapi juga maraknya penolakan vaksin dan penyebaran disinformasi di masyarakat.

Menurutnya, masih ada kelompok masyarakat yang menolak imunisasi akibat perbedaan pandangan maupun pengaruh informasi yang tidak akurat di media sosial.

Karena itu, Farhan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya imunisasi dasar bagi anak.

Ia menyebut keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, Posyandu, akademisi, media massa, hingga pengurus wilayah seperti RW menjadi sangat penting dalam membangun edukasi kesehatan yang tepat.

“Kerja sama 360 derajat menjadi sangat penting agar anak-anak kita tidak kehilangan hak mendapatkan imunisasi dasar,” katanya.

Indonesia Masih Hadapi Ancaman Anak Zero Dose

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi ancaman serius akibat tingginya jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar.

Baca Juga:  Sekda Herman Sebut Kota Bandung Jadi Role Model Pencapaian Kinerja yang Optimal

Menurut data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2025 terdapat sekitar 2,3 juta anak di Indonesia yang masuk kategori zero dose. Anak-anak tersebut belum menerima imunisasi campak, polio, DPT, maupun vaksin dasar lainnya.

“Cakupan imunisasi nasional memang sudah sekitar 80 persen, tetapi untuk menciptakan kekebalan komunal dibutuhkan minimal 90 persen,” jelas Dante.

Ia menilai masih munculnya kasus campak dan penyakit menular lainnya menjadi tanda bahwa perlindungan imunisasi di masyarakat belum merata.

Jawa Barat Dinilai Berhasil Tekan Angka Zero Dose

Dalam kesempatan tersebut, Dante turut mengapresiasi capaian Provinsi Jawa Barat yang berhasil menurunkan jumlah anak zero dose secara signifikan.

Dalam satu tahun terakhir, jumlah anak yang belum mendapat imunisasi dasar berhasil turun dari sekitar 102 ribu menjadi 67 ribu anak.

Baca Juga:  Pj Gubernur Jabar Apresiasi Pawai Kendaraan Hias dalam Merayakan Hari Jadi ke-214 Kota Bandung

“Penurunannya hampir 40 ribu anak. Ini capaian yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Dante, Kota Bandung memiliki peluang besar menjadi contoh nasional dalam penanganan anak zero dose melalui inovasi layanan kesehatan, penguatan Posyandu, serta kolaborasi lintas sektor.

Media Diminta Jadi Garda Edukasi Imunisasi

Dante juga mengajak media massa untuk aktif menyebarkan informasi yang benar terkait imunisasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks dan disinformasi kesehatan.

“Media harus menjadi bagian dari solusi dengan menghadirkan informasi yang benar tentang pentingnya imunisasi,” katanya.

Di akhir kegiatan, Dante kembali menegaskan bahwa menjaga kesehatan anak merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh hak kesehatan secara merata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak zero dose Dante Saksono Harbuwono hoaks vaksin imunisasi anak Indonesia imunisasi dasar Kota Bandung Muhammad Farhan vaksin anak Wamenkes RI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Komisi II DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kualitas Peternak Lewat Bimtek Ternak Domba di Cirebon

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

Jabar Bersiap Menuju ‘Era E-Legislasi’: DPRD Desak Penggantian Total Aturan Produk Hukum Daerah

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.