Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Jumat, 18 September 2026 10:34 WIB

Persib Ditunggu Persijap di Jepara, Ini Jadwal Lengkap Pekan Ketiga Super League

Jumat, 18 September 2026 10:06 WIB

Sanksi Berat Menanti Persija Usai Bungkam Persib: Terusir dari Jakarta dan Denda Ratusan Juta!

Jumat, 18 September 2026 09:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm
  • Persib Ditunggu Persijap di Jepara, Ini Jadwal Lengkap Pekan Ketiga Super League
  • Sanksi Berat Menanti Persija Usai Bungkam Persib: Terusir dari Jakarta dan Denda Ratusan Juta!
  • Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati
  • 10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga
  • Statistik Bicara! Teja Paku Alam Pimpin Rating Pemain Persib vs FC Seoul
  • Wajib Coba Saat ke Bandung! Cendol Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1972
  • Shin Tae-yong Buka Suara Jelang Persija vs Java United FC di Bali
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hoaks Vaksin Masih Merebak, Wamenkes Dorong Bandung Pimpin Perlawanan Anak Zero Dose

By SusanaSelasa, 12 Mei 2026 13:09 WIB3 Mins Read
Kegiatan Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing Mengejar Anak Zero Dose di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa fenomena anak zero dose masih menjadi tantangan serius di bidang kesehatan, termasuk di Kota Bandung. Istilah zero dose merujuk pada anak yang belum pernah menerima satu pun imunisasi dasar rutin, khususnya vaksin DPT-1 pada tahun pertama kehidupannya.

Menurut Farhan, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sekadar angka statistik semata karena berkaitan langsung dengan masa depan kesehatan anak-anak Indonesia.

“Fenomena anak zero dose bukan sekadar angka statistik. Di balik istilah itu ada masa depan anak-anak yang harus kita jaga bersama,” ujar Farhan.

Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Dante Saksono Harbuwono dalam kegiatan Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing Mengejar Anak Zero Dose di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Penolakan Vaksin dan Hoaks Jadi Tantangan Besar

Baca Juga:  Usai Ditutup Berbulan-bulan, Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Kembali

Farhan menilai, tantangan terbesar dalam program imunisasi saat ini bukan hanya soal akses layanan kesehatan, tetapi juga maraknya penolakan vaksin dan penyebaran disinformasi di masyarakat.

Menurutnya, masih ada kelompok masyarakat yang menolak imunisasi akibat perbedaan pandangan maupun pengaruh informasi yang tidak akurat di media sosial.

Karena itu, Farhan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya imunisasi dasar bagi anak.

Ia menyebut keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, Posyandu, akademisi, media massa, hingga pengurus wilayah seperti RW menjadi sangat penting dalam membangun edukasi kesehatan yang tepat.

“Kerja sama 360 derajat menjadi sangat penting agar anak-anak kita tidak kehilangan hak mendapatkan imunisasi dasar,” katanya.

Indonesia Masih Hadapi Ancaman Anak Zero Dose

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi ancaman serius akibat tingginya jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar.

Baca Juga:  Jelang Perayaan Hari Raya Waisak, Bambang Tirtoyuliono: Momentum Keberagaman di Kota Bandung

Menurut data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2025 terdapat sekitar 2,3 juta anak di Indonesia yang masuk kategori zero dose. Anak-anak tersebut belum menerima imunisasi campak, polio, DPT, maupun vaksin dasar lainnya.

“Cakupan imunisasi nasional memang sudah sekitar 80 persen, tetapi untuk menciptakan kekebalan komunal dibutuhkan minimal 90 persen,” jelas Dante.

Ia menilai masih munculnya kasus campak dan penyakit menular lainnya menjadi tanda bahwa perlindungan imunisasi di masyarakat belum merata.

Jawa Barat Dinilai Berhasil Tekan Angka Zero Dose

Dalam kesempatan tersebut, Dante turut mengapresiasi capaian Provinsi Jawa Barat yang berhasil menurunkan jumlah anak zero dose secara signifikan.

Dalam satu tahun terakhir, jumlah anak yang belum mendapat imunisasi dasar berhasil turun dari sekitar 102 ribu menjadi 67 ribu anak.

Baca Juga:  Out of The Box! Cuma di Bandung Nikmati Jamu ala Coffee Shop

“Penurunannya hampir 40 ribu anak. Ini capaian yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Dante, Kota Bandung memiliki peluang besar menjadi contoh nasional dalam penanganan anak zero dose melalui inovasi layanan kesehatan, penguatan Posyandu, serta kolaborasi lintas sektor.

Media Diminta Jadi Garda Edukasi Imunisasi

Dante juga mengajak media massa untuk aktif menyebarkan informasi yang benar terkait imunisasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks dan disinformasi kesehatan.

“Media harus menjadi bagian dari solusi dengan menghadirkan informasi yang benar tentang pentingnya imunisasi,” katanya.

Di akhir kegiatan, Dante kembali menegaskan bahwa menjaga kesehatan anak merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh hak kesehatan secara merata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung Muhammad Farhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati

Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

pembunuhan

Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang

Terbongkar! Kakak Beradik Produksi Uang Palsu hingga Rp1 Miliar di Kabupaten Bandung

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.