bukamata.id – Di balik ramainya notifikasi pesanan ojek online yang masuk ke telepon genggamnya, ada perjuangan seorang ayah yang rela mengorbankan kenyamanan, waktu, bahkan perasaannya demi satu tujuan, memastikan putra semata wayangnya tetap bisa tumbuh dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Sosok itu adalah Tri Rama Dandi (26), seorang pengemudi ojek online asal Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang belakangan menjadi viral di media sosial karena kisah perjuangannya membesarkan anak seorang diri.
Video-video yang diunggah melalui akun TikTok @ramapratama699 atau lebih dikenal dengan nama Om Maxim menyentuh hati jutaan orang. Bukan karena kemewahan hidup yang dipamerkan, melainkan potret sederhana tentang kasih sayang seorang ayah yang berjuang tanpa mengenal lelah.
Rekaman CCTV yang memperlihatkan putranya, Muhammad Al-Faizih, menunggu kepulangan sang ayah seorang diri di kamar kos menjadi salah satu video yang paling banyak diperbincangkan. Tayangan itu bahkan ditonton lebih dari 8 juta kali dan mengundang banjir doa dari warganet.
Menjadi Ayah dan Ibu Sekaligus
Sejak rumah tangganya berakhir, Tri Rama memutuskan mengambil tanggung jawab penuh untuk membesarkan putranya yang kini baru berusia 1 tahun 7 bulan.
Keputusan itu mengubah seluruh hidupnya.
Tak hanya menjadi pencari nafkah, Rama juga harus menjalankan seluruh peran yang biasanya dilakukan dua orang tua sekaligus. Mulai dari memandikan anak, menyiapkan makanan, menyuapi, menemani bermain, hingga menidurkan sang buah hati setelah seharian bekerja di jalan.
Hari-harinya dimulai sejak pagi dengan memastikan kebutuhan anaknya terpenuhi sebelum mulai menerima pesanan sebagai pengemudi ojek online.
Namun perjuangan sebenarnya dimulai ketika orderan masuk.
Tidak adanya keluarga yang bisa membantu menjaga anak membuat Rama harus mencari cara agar tetap bisa bekerja tanpa meninggalkan tanggung jawab sebagai orang tua.
Terpaksa Tinggalkan Anak di Kamar Kos
Setiap kali menerima pesanan dengan jarak dekat, Rama memilih meninggalkan putranya sementara di kamar kos.
Keputusan itu bukan karena tega, melainkan karena tidak memiliki pilihan lain.
Agar tetap mengetahui kondisi anaknya, ia memasang kamera CCTV yang terhubung langsung ke telepon seluler.
Dengan begitu, di sela-sela mengantar penumpang, matanya terus bergantian melihat jalan dan layar ponsel.
“Sistem kerja saya mobile. Setiap selesai satu order, saya langsung kembali ke kos untuk mengecek anak,” ujar Tri Rama di salah satu komentar TikToknya.
Bagi Rama, setiap menit terasa begitu berharga.
Sesudah menyelesaikan satu perjalanan, ia tak pernah berlama-lama menunggu order berikutnya. Ia lebih memilih kembali ke kamar kos untuk memastikan putranya baik-baik saja sebelum kembali bekerja.
Rekaman CCTV yang Membuat Jutaan Orang Terharu
Potret perjuangan Rama menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV di dalam kamar kos diunggah ke media sosial.
Dalam video tersebut, Al-Faizih tampak meminum susu seorang diri.
Sesekali balita itu berbaring di kasur kecilnya, kemudian bangun dan melihat ke arah pintu, seolah berharap ayahnya segera pulang.
Pada video lain, Faiz terlihat duduk menunggu di depan pintu kamar.
Ia terus menatap ke arah luar hingga akhirnya tertidur sambil menunggu sosok yang paling berarti dalam hidupnya.
Tak lama kemudian, Rama pulang.
Begitu mendengar suara pintu terbuka, Faiz langsung terbangun dan berlari memeluk ayahnya dengan wajah penuh kebahagiaan.
Momen sederhana itu justru menjadi pemandangan yang membuat jutaan orang menitikkan air mata.
Banyak yang mengaku tersentuh melihat kasih sayang antara ayah dan anak yang bertahan di tengah segala keterbatasan.
Jika Order Jauh, Sang Anak Selalu Diajak Bekerja
Meski terkadang meninggalkan anak di kamar kos, Rama memiliki aturan yang selalu dipegang.
Apabila pesanan berada lebih dari tiga kilometer dari tempat tinggalnya, ia memilih membawa putranya ikut bekerja.
Baginya, rasa lelah mengendarai motor sambil membawa anak masih lebih ringan dibandingkan rasa cemas meninggalkan balita terlalu lama sendirian.
“Saya tidak punya orang yang menjaga anak. Kalau jaraknya jauh, saya bawa anak ikut. Kalau dekat, saya usahakan cepat kembali untuk melihat dia,” ungkapnya.
Pilihan itu memang tidak mudah.
Namun bagi Rama, keselamatan dan kenyamanan anak tetap menjadi prioritas utama.
Pernah Berada di Titik Terendah Kehidupan
Di balik ketegarannya, Rama mengaku pernah mengalami masa yang sangat berat setelah perpisahan dengan istrinya.
Ia sempat kehilangan harapan hingga muncul keinginan mengakhiri hidup.
Namun setiap kali melihat wajah putranya, niat itu urung dilakukan.
“Hal terburuk yang pernah terpikirkan adalah bunuh diri. Anak adalah alasan saya masih ada sampai sekarang,” tutur Rama.
Pernyataan tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran seorang anak mampu menjadi sumber kekuatan terbesar bagi orang tua yang sedang menghadapi tekanan hidup.
Meski hubungan dengan keluarga besarnya tetap baik, Rama memilih tidak bergantung kepada siapa pun.
Ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu membesarkan anak dengan hasil jerih payah sendiri.
“Sekarang saya cuma fokus kerja untuk anakku. Dari kecil dia ditinggal, dan sampai sekarang anak saya tidak pernah merasakan air susu ataupun kehangatan seorang ibu,” ucapnya.
Ia juga memilih menutup rapat kisah rumah tangganya.
Menurut Rama, masa lalu cukup menjadi pelajaran tanpa harus terus diungkit.
Kini seluruh tenaga, pikiran, dan harapannya hanya tertuju kepada putra kecil yang menjadi alasan dirinya bertahan menjalani kehidupan.
Kisah yang Mengundang Simpati Warganet
Perjuangan Tri Rama Dandi langsung menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Ribuan komentar berisi doa, dukungan, hingga rasa hormat membanjiri unggahan tersebut.
Sejumlah warganet mengaku terharu melihat kasih sayang seorang ayah yang rela berjuang sendirian demi anaknya.
Beberapa komentar yang dikutip dari akun Instagram @kendariinfo antara lain:
“Bismillah sehat-sehat terus kalian dua jagoan,” tulis akun @bag*.
“Semangatt bang, respect,” tulis akun @ard*.
“Bapaknya hebat, anaknya juga hebat. Mengalir deras rezeki ta’, Om,” tulis akun @hir*.
Komentar-komentar tersebut menggambarkan besarnya empati masyarakat terhadap perjuangan Rama.
Tak sedikit pula yang berharap ada pihak yang bisa membantu agar ayah muda tersebut memperoleh pekerjaan dengan penghasilan lebih baik atau fasilitas penitipan anak sehingga tidak perlu lagi meninggalkan putranya sendirian saat bekerja.
Potret Nyata Perjuangan Orang Tua Tunggal
Kisah Tri Rama Dandi bukan sekadar cerita viral di media sosial.
Di balik video yang menyentuh hati itu tersimpan realitas yang dihadapi banyak orang tua tunggal di Indonesia, yakni harus membagi waktu antara mencari nafkah dan mengasuh anak tanpa dukungan yang memadai.
Bagi Rama, menjadi orang tua bukan hanya soal memenuhi kebutuhan ekonomi.
Lebih dari itu, menjadi ayah berarti tetap hadir, tetap bertahan, dan tetap mencintai anak meski hidup berkali-kali menguji ketangguhannya.
Di balik helm dan jaket ojek online yang dikenakannya setiap hari, tersimpan perjuangan seorang ayah yang tak pernah menyerah menghadapi kerasnya kehidupan.
Di mata sebagian orang, Tri Rama mungkin hanya seorang pengemudi ojek online.
Namun di mata Muhammad Al-Faizih, ayahnya adalah pelindung, sahabat, sekaligus seluruh dunia yang ia miliki.
Selama senyum kecil putranya masih menyambut setiap kepulangan di depan pintu kamar kos sederhana itu, Tri Rama akan terus melaju, menerima setiap pesanan, menembus panas dan hujan, demi memastikan masa depan anaknya tetap penuh harapan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










