Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Alphard Viral Terobos Lampu Merah Bundaran HI Ternyata Bukan Mobil Polisi, Fakta Baru Bikin Geger

Selasa, 28 Juli 2026 14:12 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Resmi! Bansos Juli 2026 Cair Mulai 20 Juli, Begini Cara Cek PKH dan BPNT Lewat HP

Selasa, 28 Juli 2026 13:56 WIB
cuaca dingin

Kenapa Bandung Terasa Sangat Dingin Akhir-akhir Ini? Simak Penjelasan Lengkap BMKG

Selasa, 28 Juli 2026 13:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Alphard Viral Terobos Lampu Merah Bundaran HI Ternyata Bukan Mobil Polisi, Fakta Baru Bikin Geger
  • Resmi! Bansos Juli 2026 Cair Mulai 20 Juli, Begini Cara Cek PKH dan BPNT Lewat HP
  • Kenapa Bandung Terasa Sangat Dingin Akhir-akhir Ini? Simak Penjelasan Lengkap BMKG
  • Profil Lengkap Mitchell Baker: Striker Jangkung Anyar yang Guncang Timnas Indonesia
  • John Herdman Bongkar Alasan Tarik Ivar Jenner hingga Marc Klok, Ternyata Ini Rencana Besar Timnas Indonesia
  • Laga Hidup Mati Grup A! Persib Bandung vs DPMM FC Berebut Puncak Klasemen Piala Presiden 2026
  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini Terjun, Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
  • Sejarah Baru Dunia Koi: Irfan Hakim Didapuk Jadi Juri Utama Kontes Ikan Bogel Pertama di Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 28 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kenapa Bandung Terasa Sangat Dingin Akhir-akhir Ini? Simak Penjelasan Lengkap BMKG

By Aga GustianaSelasa, 28 Juli 2026 13:36 WIB2 Mins Read
cuaca dingin
Ilustrasi cuaca terasa lebih dingin. (Foto: Pixabay/RosZie)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Warga Bandung Raya dan sekitarnya kini harus bersiap menghadapi cuaca yang jauh lebih menusuk tulang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait fenomena suhu dingin ekstrem yang tengah melanda wilayah tersebut, terutama pada rentang malam hingga pagi hari.

Plt Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Edi Wibowo, menjelaskan bahwa bulan Juli ini menandai fase awal periode musim kemarau di kawasan datangan tinggi Priangan.

Fenomena suhu yang terasa jauh lebih dingin dari biasanya ini bukan tanpa alasan. Menurut Edi, minimnya tutupan awan di langit membuat terik matahari pada siang hari terserap secara maksimal oleh permukaan bumi. Akibat tidak adanya “selimut awan” tersebut, panas yang tersimpan justru terpancar bebas ke angkasa tanpa hambatan saat malam menjelang.

“Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan permukaan bumi mendingin dengan cepat karena kehilangan energi secara maksimal. Dampaknya adalah suhu minimum atau udara dingin yang ekstrem di malam hingga dini hari,” terang Edi, Selasa (28/7/2026).

Peran Angin Monsun Australia

Selain faktor pelepasan radiasi bumi, ada pemicu global lain di balik fenomena cuaca membeku ini. Wilayah Australia saat ini sedang berada dalam periode musim dingin, yang memicu terbentuknya pusat tekanan udara tinggi.

Dinamika atmosfer tersebut mendesak massa udara dingin dan kering untuk bergerak masif melintasi garis khatulistiwa menuju kawasan Belahan Bumi Selatan (BBS), termasuk Indonesia. Pergerakan yang dikenal sebagai angin monsun Australia ini sekaligus menjadi motor utama yang memperkuat karakteristik musim kemarau di Tanah Air.

Sebagai catatan, titik terendah temperatur udara di Kota Bandung sempat menyentuh angka 16,6 derajat Celsius pada tanggal 26 Juli 2026 lalu.

Imbauan Resmi untuk Warga

Menghadapi puncak musim kemarau yang disertai anomali suhu dingin ini, pihak BMKG mendesak masyarakat serta instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap berbagai potensi risiko, di antaranya:

  • Krisis Air Bersih: Menipisnya cadangan air akibat minimnya curah hujan.
  • Sektor Pertanian: Ancaman kekeringan pada lahan-lahan produktif petani.
  • Risiko Kebakaran: Lonjakan titik panas (hotspot) yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat diimbau agar lebih hemat dalam memanfaatkan air bersih, menghindari kebiasaan membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, serta memperkuat proteksi kesehatan tubuh guna mengantisipasi dampak fluktuasi cuaca ekstrem.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Bandung Cuaca Ekstrem musim kemarau Suhu Dingin Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi emas antam

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Terjun, Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Daftar Lengkapnya

Sejarah Baru Dunia Koi: Irfan Hakim Didapuk Jadi Juri Utama Kontes Ikan Bogel Pertama di Dunia

BLT Kesra mulai dicairkan bulan ini secara bertahap.

Pencairan BLT Kesra Rp900.000 Juli 2026, Simak Fakta Resmi dari Pemerintah

Berburu Hadiah Gratis! Kumpulan Kode Redeem FF Hari Ini Selasa 28 Juli 2026

Bandung Punya Surga Olahraga Baru! Fasilitas Lengkap dan Instagramable di Tengah Kota

Hidden Gem Bandung! 5 Hotel Dekat Bandara Husein Sastranegara dengan Harga Mulai Rp150 Ribuan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.