Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Indonesia Jadi Tuan Rumah, Skuad Garuda Siap Tempur! Ini Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026

Minggu, 13 September 2026 11:34 WIB

Sulit Diterima! Luka Menalo Buka Suara Usai Persib Dipermalukan Persija

Minggu, 13 September 2026 11:05 WIB

Harga Emas Hari Ini Naik Rp5.000, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback Lengkap

Minggu, 13 September 2026 10:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah, Skuad Garuda Siap Tempur! Ini Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026
  • Sulit Diterima! Luka Menalo Buka Suara Usai Persib Dipermalukan Persija
  • Harga Emas Hari Ini Naik Rp5.000, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback Lengkap
  • Ruben Onsu Dikejar Badai Bertubi-tubi, Jadi Tersangka Kini Betrand Peto Dilaporkan Polisi
  • Sikat Deretan Kode Redeem FF 13 September 2026, Amankan Hadiah Eksklusif Hari Ini!
  • Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!
  • Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kenapa Bandung Terasa Sangat Dingin Akhir-akhir Ini? Simak Penjelasan Lengkap BMKG

By Aga GustianaSelasa, 28 Juli 2026 13:36 WIB2 Mins Read
cuaca dingin
Ilustrasi cuaca terasa lebih dingin. (Foto: Pixabay/RosZie)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Warga Bandung Raya dan sekitarnya kini harus bersiap menghadapi cuaca yang jauh lebih menusuk tulang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait fenomena suhu dingin ekstrem yang tengah melanda wilayah tersebut, terutama pada rentang malam hingga pagi hari.

Plt Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Edi Wibowo, menjelaskan bahwa bulan Juli ini menandai fase awal periode musim kemarau di kawasan datangan tinggi Priangan.

Fenomena suhu yang terasa jauh lebih dingin dari biasanya ini bukan tanpa alasan. Menurut Edi, minimnya tutupan awan di langit membuat terik matahari pada siang hari terserap secara maksimal oleh permukaan bumi. Akibat tidak adanya “selimut awan” tersebut, panas yang tersimpan justru terpancar bebas ke angkasa tanpa hambatan saat malam menjelang.

“Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan permukaan bumi mendingin dengan cepat karena kehilangan energi secara maksimal. Dampaknya adalah suhu minimum atau udara dingin yang ekstrem di malam hingga dini hari,” terang Edi, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga:  Waspada Cuaca Ekstrem: Wali Kota Bandung Ingatkan Bahaya Korsleting dan Banjir

Peran Angin Monsun Australia

Selain faktor pelepasan radiasi bumi, ada pemicu global lain di balik fenomena cuaca membeku ini. Wilayah Australia saat ini sedang berada dalam periode musim dingin, yang memicu terbentuknya pusat tekanan udara tinggi.

Baca Juga:  Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Dinamika atmosfer tersebut mendesak massa udara dingin dan kering untuk bergerak masif melintasi garis khatulistiwa menuju kawasan Belahan Bumi Selatan (BBS), termasuk Indonesia. Pergerakan yang dikenal sebagai angin monsun Australia ini sekaligus menjadi motor utama yang memperkuat karakteristik musim kemarau di Tanah Air.

Sebagai catatan, titik terendah temperatur udara di Kota Bandung sempat menyentuh angka 16,6 derajat Celsius pada tanggal 26 Juli 2026 lalu.

Imbauan Resmi untuk Warga

Menghadapi puncak musim kemarau yang disertai anomali suhu dingin ini, pihak BMKG mendesak masyarakat serta instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap berbagai potensi risiko, di antaranya:

  • Krisis Air Bersih: Menipisnya cadangan air akibat minimnya curah hujan.
  • Sektor Pertanian: Ancaman kekeringan pada lahan-lahan produktif petani.
  • Risiko Kebakaran: Lonjakan titik panas (hotspot) yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca Juga:  Banjir dan Cuaca Ekstrem Terjang Jawa Barat, 10 Ribu Jiwa Terdampak

Masyarakat diimbau agar lebih hemat dalam memanfaatkan air bersih, menghindari kebiasaan membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, serta memperkuat proteksi kesehatan tubuh guna mengantisipasi dampak fluktuasi cuaca ekstrem.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Cuaca Ekstrem musim kemarau
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Hari Ini Naik Rp5.000, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback Lengkap

Ruben Onsu Dikejar Badai Bertubi-tubi, Jadi Tersangka Kini Betrand Peto Dilaporkan Polisi

Game Free Fire

Sikat Deretan Kode Redeem FF 13 September 2026, Amankan Hadiah Eksklusif Hari Ini!

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!

Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!

Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.