Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia

Rabu, 16 September 2026 04:00 WIB

Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang

Rabu, 16 September 2026 03:00 WIB

Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik

Rabu, 16 September 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia
  • Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang
  • Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
  • Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia
  • Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada Cuaca Ekstrem: Wali Kota Bandung Ingatkan Bahaya Korsleting dan Banjir

By Aga GustianaSenin, 1 Juni 2026 14:06 WIB2 Mins Read
Sungai di Bandung. (Fotot: Pemkot Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perubahan pola cuaca yang tidak menentu belakangan ini menuntut kewaspadaan ekstra dari warga Bandung. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini menaruh perhatian khusus pada dua ancaman utama yang kerap muncul saat cuaca berubah drastis: risiko kebakaran akibat arus pendek listrik dan potensi banjir di wilayah rawan.

Risiko Korsleting Listrik Akibat “Cuaca Labil”

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti fenomena cuaca yang fluktuatif sebagai pemicu kerentanan fisik bangunan. Suhu yang berganti-ganti antara lembap saat hujan dan panas saat terik dinilai bisa mempercepat degradasi komponen kelistrikan rumah tangga.

“Kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat bangunan menjadi lebih rentan. Saat hujan kondisi menjadi lembap, kemudian ketika cuaca kembali kering, risiko korsleting meningkat dan dapat memicu kebakaran,” ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 1 Juni 2026.

Sebagai langkah antisipasi, Farhan mendesak warga, terutama pemilik rumah tua dengan instalasi listrik lama, untuk segera melakukan pengecekan mandiri. Baginya, investasi waktu dalam memeriksa kabel dan terminal listrik jauh lebih berharga daripada menanggung kerugian akibat kebakaran yang bisa terjadi kapan saja.

Baca Juga:  Menteri PU Minta Jajaran Siap Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

Belum Tuntasnya Masalah Banjir

Selain ancaman api, masalah genangan air di Bandung bagian selatan dan timur, khususnya di kawasan Rancabolang dan Cimindi, masih menjadi pekerjaan rumah besar. Farhan menegaskan bahwa banjir di titik-titik tersebut sangat dipengaruhi oleh dinamika di hulu serta debit air Sungai Citarum.

Baca Juga:  Kasus Pohon Jalan Riau Naik ke Ranah Pidana, Videotron Disegel dan ASN Ikut Diperiksa

“Ketika Sungai Citarum meluap, dampaknya akan dirasakan juga oleh Kota Bandung. Karena itu penyelesaiannya harus dilakukan bersama-sama dengan Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi,” katanya.

Strategi yang diambil Pemkot Bandung saat ini tidak lagi bersifat sepihak. Farhan tengah memperkuat kolaborasi lintas daerah untuk memastikan integrasi sistem drainase dan pemeliharaan kawasan resapan air berjalan sinergis antar-wilayah.

Baca Juga:  Farhan Soroti Jalan Berlubang di Pasteur Usai Ojol Tewas, Pemkot Janji Koordinasi Perbaikan

Peran Penting Warga

Farhan menutup arahannya dengan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia meminta warga untuk tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga aktif memelihara saluran air di sekitar tempat tinggal. Membuang sampah pada tempatnya dan tidak menyumbat selokan adalah tindakan kecil yang dampaknya sangat krusial bagi keselamatan seluruh warga dari bahaya banjir.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Banjir Bandung berita bandung Cuaca Ekstrem Muhammad Farhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.