bukamata.id – Anggota Steering Committee Piala Presiden 2026, Arya Sinulingga, memberikan sinyal positif terhadap peluang Bandung kembali menjadi venue semifinal Piala Presiden 2026.
Hal tersebut disampaikan Arya seusai pertandingan Persib Bandung kontra Tampines Rovers di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026).
Dalam laga tersebut, Persib berhasil mengalahkan Tampines Rovers dengan skor 1-0 melalui gol Balsa Sekulic pada menit ke-81.
Arya menilai pertandingan berlangsung menarik. Ia juga mengapresiasi permainan Tampines Rovers yang dinilainya mampu memberikan perlawanan kepada Persib.
“Pertandingan seru. Tampines-nya juga bagus mainnya. Kecil-kecil lincah, bukan main. Persib kelabakan juga tadi,” ujar Arya.
Menurutnya, kemenangan tipis Persib sudah cukup membuat penonton yang hadir di Stadion Si Jalak Harupat merasa puas.
“Golnya satu, jadi cukup imbang ya. Jadi kita senang, tadi penonton juga kayaknya bahagia dan happy,” katanya.
Venue Semifinal Belum Diputuskan
Terkait lokasi pertandingan semifinal dan final Piala Presiden 2026, Arya mengatakan pihak penyelenggara belum menentukan venue.
Keputusan tersebut baru akan diambil setelah seluruh pertandingan fase grup rampung, termasuk pertandingan yang berlangsung di Surabaya pada Sabtu (1/8/2026).
“Belum diputuskan. Jadi tergantung pertandingan besok di Surabaya, Persija lawan PSS dan kemudian Borneo lawan Persebaya. Kita tunggu nanti bagaimana hasilnya,” jelasnya.
Arya mengatakan keputusan mengenai lokasi semifinal dan final akan ditentukan setelah melihat hasil pertandingan tersebut.
“Besok malam akan diputuskan di mana akan main,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan venue di luar Bandung dan Surabaya, Arya tidak menutup peluang tersebut.
“Bisa jadi. Tapi kita masih cari terus situasinya nanti,” katanya.
Bahkan, opsi menggelar pertandingan di luar Pulau Jawa juga masih terbuka meski dari sisi jarak menjadi pertimbangan.
“Bisa jadi. Luar Jawa kejauhan, tapi ya belum tahu juga, bisa aja,” tutur Arya.
Arya Dorong Semifinal Digelar di Bandung
Meski keputusan belum dibuat, Arya mengaku berharap Bandung kembali dipercaya menjadi lokasi semifinal.
Ia menilai penyelenggaraan tiga pertandingan fase grup di Stadion Si Jalak Harupat berjalan dengan baik, baik dari sisi atmosfer pertandingan maupun ketertiban penonton.
“Waduh rame euy. Banyak banget. Senang kita, atmosfernya mantap betul,” ungkapnya.
Arya juga menyampaikan apresiasi kepada Bobotoh dan masyarakat Bandung yang turut menciptakan suasana pertandingan tetap tertib.
“Terima kasih kepada Bobotoh dan masyarakat Bandung. UMKM-nya juga bahagia karena laku banyak ya. Dan tertib, semua tertib dan bagus, bersih. Kita senanglah,” katanya.
Karena itu, ketika ditanya apakah dirinya mendorong agar semifinal kembali digelar di Bandung, Arya menjawab:
“Ya kita doakan, kita doakan. Karena tempat-tempat yang bagus kan kita harus support.”
Suporter Dinilai Tertib
Selain atmosfer pertandingan, Arya juga memberikan evaluasi positif terhadap penyelenggaraan pertandingan fase grup di Bandung.
Menurutnya, secara umum tidak ada persoalan berarti terkait perilaku suporter yang hadir di Stadion Si Jalak Harupat.
“Kalau di Bandung sih ini ya, pada umumnya oke. Enggak ada ini, kemarin rata-rata suporter yang nonton juga bagus-bagus,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kehadiran suporter tandang dari Aremania yang dinilainya mampu menjaga ketertiban selama berada di Bandung.
“Bahkan ada suporter away kemarin dari Aremania, juga tertib dan bagus,” kata Arya.
Terkait kemungkinan perubahan venue semifinal, Arya mengatakan pihaknya telah menyampaikan kepada suporter bahwa terdapat sejumlah alternatif lokasi. Menurutnya, suporter telah siap dengan keputusan apa pun yang nantinya ditetapkan.
“Mereka siap di mana aja. Jadi tadi udah kita sampaikan ke mereka sejak awal bahwa ini ada beberapa kemungkinan, beberapa alternatif, dan mereka sejak awal udah siap,” ungkapnya.
Arya menyebut keputusan final mengenai venue dan kemungkinan kehadiran suporter kedua tim akan ditentukan setelah seluruh pertandingan grup selesai.
“Besok diputuskan,” katanya.
Utamakan Venue di Pulau Jawa
Dari sejumlah opsi yang tersedia, Arya mengakui penyelenggara lebih menginginkan pertandingan semifinal dan final tetap digelar di Pulau Jawa.
Pertimbangannya berkaitan dengan kemudahan mobilisasi tim dan suporter.
“Pengennya lah. Pengennya ya. Karena kan dari sisi teknis akan memudahkan di Jawa untuk mobilisasi dan sebagainya. Tapi kita kan belum tahu,” jelasnya.
Ia juga tidak menutup kemungkinan kota lain menjadi alternatif venue, termasuk Medan.
“Di Medan kali ya. Lihat aja nanti,” ujarnya.
Selain soal venue, Arya mengapresiasi dua klub luar negeri yang tampil di Piala Presiden 2026, yakni Tampines Rovers dari Singapura dan DPMM FC dari Brunei Darussalam.
Menurutnya, kedua tim tersebut telah menunjukkan sikap sebagai tamu yang baik selama berada di Indonesia.
“Tampines dan DPMM Brunei yang udah datang ke Indonesia, sudah menjadi tamu yang baik untuk kita juga dan kita juga baik untuk mereka,” kata Arya.
Ia mengatakan kedua klub tersebut juga memberikan respons positif terhadap pelayanan selama mengikuti turnamen, khususnya ketika berada di Bandung.
“Mereka bilang terima kasih karena sudah diundang. Fasilitas dan servis pelayanan yang kita berikan juga mereka sangat senang. Apalagi di Bandung, mereka bilang asyik, Bandung,” tutur Arya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










