Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Viral Durasi 9 Menit 48 Detik Jadi Buruan Netizen, Karyawan HWI Jepara Terseret?

Sabtu, 7 November 2026 13:30 WIB
BSU cair

Gaji di Atas Rp3,5 Juta Masih Bisa Dapat BSU 2026? Cek Ketentuan UMK dan Syarat Lengkapnya!

Sabtu, 7 November 2026 13:00 WIB

Daftar Tim Lolos 16 Besar ACL 2: Persib Bandung Bersanding dengan Raksasa Asia

Sabtu, 7 November 2026 12:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Viral Durasi 9 Menit 48 Detik Jadi Buruan Netizen, Karyawan HWI Jepara Terseret?
  • Gaji di Atas Rp3,5 Juta Masih Bisa Dapat BSU 2026? Cek Ketentuan UMK dan Syarat Lengkapnya!
  • Daftar Tim Lolos 16 Besar ACL 2: Persib Bandung Bersanding dengan Raksasa Asia
  • Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!
  • Tragedi Ngaliwet di Garut: Cuma Gegara Sambal Asin, Paman Tega Tikam Keponakan Hingga Tewas
  • Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!
  • Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!
  • Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

By SusanaKamis, 17 September 2026 21:25 WIB3 Mins Read
Ilustrasi gempa
ilustrasi gempa bumi. (Foto: Shutterstock)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 118 aktivitas gempa bumi di Kabupaten Bandung dan sekitarnya dalam periode 11 Agustus hingga 17 September 2026 pukul 08.00 WIB.

Dari ratusan aktivitas gempa tersebut, 13 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung, termasuk Pangalengan, Talegong, dan Cisewu.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, gempa yang tercatat memiliki kekuatan relatif kecil, yakni berkisar magnitudo 1,0 hingga 3,4.

“Sebanyak 118 aktivitas gempa bumi tercatat dengan kekuatan berkisar M1,0 hingga M3,4, dan 13 kali gempa bumi dirasakan di Pangalengan, Talegong, Cisewu dan sekitarnya,” kata Wijayanto di Bandung, Kamis.

Gempa Kabupaten Bandung Terasa hingga Pangalengan

BMKG mencatat gempa yang dirasakan masyarakat memiliki intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI).

Pada skala tersebut, getaran gempa dapat dirasakan secara nyata di dalam rumah. Sensasinya antara lain menyerupai getaran akibat kendaraan berat atau truk yang sedang melintas.

Meski sebagian besar gempa memiliki magnitudo kecil, rangkaian aktivitas tersebut menjadi perhatian karena terjadi secara berulang dalam kurun waktu lebih dari satu bulan.

Pusat Gempa Berada di Area yang Belum Terpetakan

Berdasarkan hasil analisis BMKG, pusat aktivitas gempa membentuk pola kelurusan dengan arah barat daya-timur laut.

Lokasi tersebut berada sekitar 5 hingga 8 kilometer di sebelah barat Sesar Garut Selatan (Garsela) Segmen Kendang dan di sebelah utara Sesar Garsela Segmen Kencana.

Wijayanto menjelaskan, gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal yang secara tektonik berkaitan dengan aktivitas sesar lokal di wilayah tersebut.

Namun, BMKG menyatakan titik-titik gempa tersebut tidak berada pada jalur sesar Garsela yang telah terpetakan maupun Sesar Cicalengka.

“Sebaran gempa bumi yang terjadi tidak berada pada zona sesar Garsela Segmen Kendang, Garsela Segmen Kencana, maupun Sesar Cicalengka, tetapi berada pada area yang belum terpetakan,” ujarnya.

BMKG Perlu Kajian Lebih Lanjut

Temuan tersebut, kata Wijayanto, perlu ditindaklanjuti melalui kajian yang lebih mendalam. Kajian diperlukan untuk mengetahui sumber gempa yang memicu rangkaian aktivitas seismik di Kabupaten Bandung dan wilayah sekitarnya.

Dengan kajian tersebut, karakteristik serta sumber aktivitas gempa di kawasan tersebut dapat dipahami secara lebih baik.

BMKG juga terus memantau perkembangan aktivitas gempa di wilayah Jawa Barat. Saat ini, BMKG mengoperasikan 35 sensor seismik yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat.

Sensor tersebut digunakan untuk mendeteksi dan mencatat aktivitas gempa, termasuk gempa mikro atau gempa dengan magnitudo kecil dengan tingkat presisi yang baik.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pemantauan akan terus dilakukan dan informasi terbaru akan disampaikan kepada pemangku kepentingan serta masyarakat apabila terdapat perkembangan penting.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!

Tragedi Ngaliwet di Garut: Cuma Gegara Sambal Asin, Paman Tega Tikam Keponakan Hingga Tewas

Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal

Tudingan Dokter Tifa Soal Jokowi Ambil Map Ijazah di Lantai Ruang Sidang, Demi Simpati?

Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla

Aksi Begal Todong Pistol di Cangkuang Bandung Viral, Pelaku Utama Ternyata Masih 17 Tahun

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.