Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Kamis, 17 September 2026 21:25 WIB

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

Kamis, 17 September 2026 21:08 WIB

Julio Cesar Bawa Persib Menang, Jejak PSM di Korea Selatan Kembali Terulang

Kamis, 17 September 2026 20:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini
  • Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali
  • Julio Cesar Bawa Persib Menang, Jejak PSM di Korea Selatan Kembali Terulang
  • Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang
  • Terbongkar! Kakak Beradik Produksi Uang Palsu hingga Rp1 Miliar di Kabupaten Bandung
  • Jejak KM Arupadatu I Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Jurnalis di Selat Sunda Resmi Dihentikan
  • Kabar Baik dari Ruang Pemulihan: Bek Andalan Persib Pastikan Kondisinya Aman Usai Insiden di ACL 2
  • Over Kapasitas, Lapas Sukabumi Pindahkan 25 Napi ke Dua Daerah Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 17 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

By SusanaKamis, 17 September 2026 21:25 WIB3 Mins Read
Ilustrasi gempa
ilustrasi gempa bumi. (Foto: Shutterstock)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 118 aktivitas gempa bumi di Kabupaten Bandung dan sekitarnya dalam periode 11 Agustus hingga 17 September 2026 pukul 08.00 WIB.

Dari ratusan aktivitas gempa tersebut, 13 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung, termasuk Pangalengan, Talegong, dan Cisewu.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, gempa yang tercatat memiliki kekuatan relatif kecil, yakni berkisar magnitudo 1,0 hingga 3,4.

“Sebanyak 118 aktivitas gempa bumi tercatat dengan kekuatan berkisar M1,0 hingga M3,4, dan 13 kali gempa bumi dirasakan di Pangalengan, Talegong, Cisewu dan sekitarnya,” kata Wijayanto di Bandung, Kamis.

Gempa Kabupaten Bandung Terasa hingga Pangalengan

BMKG mencatat gempa yang dirasakan masyarakat memiliki intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI).

Pada skala tersebut, getaran gempa dapat dirasakan secara nyata di dalam rumah. Sensasinya antara lain menyerupai getaran akibat kendaraan berat atau truk yang sedang melintas.

Meski sebagian besar gempa memiliki magnitudo kecil, rangkaian aktivitas tersebut menjadi perhatian karena terjadi secara berulang dalam kurun waktu lebih dari satu bulan.

Pusat Gempa Berada di Area yang Belum Terpetakan

Berdasarkan hasil analisis BMKG, pusat aktivitas gempa membentuk pola kelurusan dengan arah barat daya-timur laut.

Lokasi tersebut berada sekitar 5 hingga 8 kilometer di sebelah barat Sesar Garut Selatan (Garsela) Segmen Kendang dan di sebelah utara Sesar Garsela Segmen Kencana.

Wijayanto menjelaskan, gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal yang secara tektonik berkaitan dengan aktivitas sesar lokal di wilayah tersebut.

Namun, BMKG menyatakan titik-titik gempa tersebut tidak berada pada jalur sesar Garsela yang telah terpetakan maupun Sesar Cicalengka.

“Sebaran gempa bumi yang terjadi tidak berada pada zona sesar Garsela Segmen Kendang, Garsela Segmen Kencana, maupun Sesar Cicalengka, tetapi berada pada area yang belum terpetakan,” ujarnya.

BMKG Perlu Kajian Lebih Lanjut

Temuan tersebut, kata Wijayanto, perlu ditindaklanjuti melalui kajian yang lebih mendalam. Kajian diperlukan untuk mengetahui sumber gempa yang memicu rangkaian aktivitas seismik di Kabupaten Bandung dan wilayah sekitarnya.

Dengan kajian tersebut, karakteristik serta sumber aktivitas gempa di kawasan tersebut dapat dipahami secara lebih baik.

BMKG juga terus memantau perkembangan aktivitas gempa di wilayah Jawa Barat. Saat ini, BMKG mengoperasikan 35 sensor seismik yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat.

Sensor tersebut digunakan untuk mendeteksi dan mencatat aktivitas gempa, termasuk gempa mikro atau gempa dengan magnitudo kecil dengan tingkat presisi yang baik.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pemantauan akan terus dilakukan dan informasi terbaru akan disampaikan kepada pemangku kepentingan serta masyarakat apabila terdapat perkembangan penting.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

pembunuhan

Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang

Terbongkar! Kakak Beradik Produksi Uang Palsu hingga Rp1 Miliar di Kabupaten Bandung

Jejak KM Arupadatu I Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Jurnalis di Selat Sunda Resmi Dihentikan

Lapas Sumedang

Over Kapasitas, Lapas Sukabumi Pindahkan 25 Napi ke Dua Daerah Ini

Jalan Penghubung Cihampelas-Cililin Rusak Parah, Pemkab Bandung Barat Turun Tangan

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.