bukamata.id – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan orang dalam rombongan KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.
Penutupan operasi SAR gabungan tersebut diumumkan Gubernur Banten Andra Soni dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis petang.
“Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan,” kata Andra.
Tim SAR Tak Temukan Tanda Keberadaan Korban
Andra mengatakan, selama 10 hari pencarian, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Pencarian dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari darat, laut hingga udara. Sebanyak 523 personel SAR gabungan dikerahkan untuk menyisir wilayah pencarian dengan cakupan mencapai 8.509 nautical mile (NM) persegi.
Namun, hingga operasi resmi dihentikan, objek yang menjadi sasaran pencarian belum berhasil ditemukan.
13 Objek Terapung Ditemukan, Tak Terkait KM Arupadatu I
Selama operasi SAR KM Arupadatu I berlangsung, tim gabungan sempat menemukan 13 objek terapung di laut.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan verifikasi oleh Ditpolairud Polda Banten, seluruh objek tersebut dipastikan tidak memiliki keterkaitan dengan fisik maupun perlengkapan KM Arupadatu I.
Dengan demikian, temuan material terapung tersebut belum memberikan petunjuk mengenai keberadaan kapal maupun delapan orang yang masih dalam pencarian.
Operasi SAR Bisa Dibuka Kembali
Meski operasi pencarian resmi dihentikan, pemerintah daerah bersama Basarnas memastikan pencarian dapat kembali dilakukan sewaktu-waktu.
Operasi SAR KM Arupadatu I dapat dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk baru atau laporan masyarakat yang telah terkonfirmasi.
Andra Soni juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian selama 10 hari, termasuk insan pers yang turut mengawal perkembangan informasi kepada masyarakat.
“Semoga kita mendapatkan informasi yang bisa kita tindak lanjuti dan terima kasih kepada rekan media yang 10 hari ini terus membantu operasi ini,” ujar Andra.
KM Arupadatu I Bawa Rombongan Jurnalis untuk Liputan Gunung Anak Krakatau
Sebelumnya, Pusat Pengendalian Operasi Basarnas melaporkan KM Arupadatu I bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin, 7 September, sekitar pukul 14.00 WIB.
Kapal cepat tersebut membawa rombongan jurnalis dan kru yang hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Total terdapat delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian. Mereka terdiri dari lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, serta Donal, jurnalis lepas.
Sementara tiga orang lainnya merupakan kru kapal dan pemandu, yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Kontak Terakhir Sebelum KM Arupadatu I Hilang
Komunikasi terakhir mencatat salah satu korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada Senin, 7 September, sekitar pukul 14.42 WIB.
Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan KM Arupadatu I dilaporkan terputus.
Lokasi terakhir kapal berada di sekitar koordinat 6°14’40.52″S dan 105°40’49.48″T.
Setelah kehilangan kontak tersebut, operasi SAR gabungan langsung dilakukan untuk mencari keberadaan kapal beserta delapan orang yang berada di dalamnya.
Kini, setelah 10 hari pencarian tanpa menemukan petunjuk keberadaan korban, operasi SAR resmi dihentikan. Meski demikian, peluang pencarian kembali tetap terbuka apabila muncul informasi atau petunjuk baru yang dapat diverifikasi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










