bukamata.id – Dunia politik Indonesia kembali diguncang oleh dinamika tingkat tinggi. Keputusan Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan pada pertengahan September 2026 tidak hanya menyita perhatian para ekonom dan pengamat pasar, tetapi juga menyeret nama sang istri, Ida Yulidina, ke dalam pusat pusaran sorotan publik.
Di tengah badai politik dan transisi jabatan yang mendadak kepada Suahasil Nazara, Ida memilih untuk tidak tinggal diam. Melalui media sosial pribadinya, perempuan berlatar belakang hukum dan dunia hiburan ini meluapkan kekecewaannya. Ia menyinggung realitas sosial lewat kalimat yang cukup tajam: “Emang negara kita tidak bisa diperbaiki, kebanyakan orang jahatnya daripada yang jujur.”
Pernyataan emosional ini langsung viral, memancing riuh rendah warganet, sekaligus membuka mata publik pada sosok Ida Yulidina—perempuan anggun yang selama ini dikenal low profile, jauh dari hingar-bingar politik, namun berdiri paling depan membela sang suami. Siapa sebenarnya Ida Yulidina? Berikut adalah profil mendalam mengenai perjalanan hidup, karier masa muda, hingga kesetiaannya mendampingi Purbaya Yudhi Sadewa.
1. Dari Panggung Mode Prestisius hingga Sarjana Hukum Unpad
Jauh sebelum namanya diasosiasikan dengan dinamika kabinet pemerintahan, Ida Yulidina adalah ikon kecantikan dan fesyen era akhir 1980-an. Pada tahun 1989, dunia hiburan tanah air dihebohkan dengan ajang pencarian bakat modeling paling bergengsi saat itu, Wajah Femina 1989.
Di tengah ketatnya persaingan dengan puluhan finalis berbakat lain—termasuk aktris kenamaan Diah Permatasari yang turut berjuang di ajang yang sama—Ida Yulidina keluar sebagai Juara I. Wajahnya yang memesona menghiasi berbagai sampul dan halaman majalah Femina, menjadikannya salah satu model muda paling diperhitungkan kala itu.
Namun, alih-alih memanfaatkan momentum kemenangan tersebut untuk membangun karier panjang di dunia hiburan atau layar lebar seperti rekan seangkatannya, Ida mengambil jalur yang berbeda. Ia memilih untuk memprioritaskan pendidikan akademisnya.
Ida merupakan perempuan cerdas lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad), salah satu almamater hukum paling terkemuka di Indonesia. Kombinasi antara pesona estetika dunia modeling dan ketajaman berpikir dari latar belakang ilmu hukum membentuk karakter Ida menjadi sosok yang kritis, mandiri, dan memiliki prinsip hidup yang kuat.
2. Memilih Keluarga dan Menjalani Kehidupan Penuh Kesederhanaan
Pada tahun 1989 pula, takdir mempertemukan Ida dengan Purbaya Yudhi Sadewa. Keduanya memutuskan untuk menikah dan membangun rumah tangga. Dari pernikahan harmonis ini, mereka dikaruniai dua orang putra, yakni Yuda Purboyo Sunu dan Yudo Achilles Sadewa.
Menikah dengan seorang profesional sekaligus pejabat tinggi di bidang ekonomi tidak lantas membuat Ida terlena dalam kemewahan hedonis. Sebaliknya, catatan perjalanan hidup mereka justru kerap memukau publik karena kesederhanaannya.
Melalui berbagai dokumentasi digital, termasuk unggahan sang suami di akun media sosial, terungkap sisi humanis pasangan ini yang jauh dari kesan kaku birokrat:
- Naik Bajaj Bersama: Pada Juli 2020, Purbaya pernah mengunggah momen saturdate mereka naik bajaj menuju pusat perbelanjaan di kawasan Fatmawati.
- Antre Tiket PRJ: Pada Juni 2024, keduanya tertangkap kamera berdiri sabar dalam antrean tiket Pekan Raya Jakarta (PRJ), di mana Ida tampak bersandar mesra di bahu suaminya mengenakan atasan bermotif bunga.
- Kuliner Kaki Lima: Keluarga ini juga dikenal hobi menikmati sajian sederhana pinggir jalan, seperti pecel lele dan mie ayam, yang spontan menuai banjir pujian dari warganet karena kebersahajaan mereka.
Bagi Ida, peran sebagai istri dan ibu adalah mahkota sesungguhnya, jauh lebih berharga daripada gemerlap lampu panggung modeling yang pernah membesarkan namanya di masa muda.
3. Badai Pencopotan Menkeu dan Curahan Hati yang Menggemparkan
Ketenangan hidup keluarga kecil ini mendadak diuji ketika Presiden Prabowo Subianto memutuskan melakukan perombakan di tubuh Kementerian Keuangan pada 14 September 2026. Purbaya Yudhi Sadewa, yang baru memimpin kementerian tersebut selama kurang lebih satu tahun, harus menyerahkan tongkat estafet kepada Suahasil Nazara.
Pencopotan yang mendadak ini memicu gelombang tanya dari publik, mengingat rekam jejak Purbaya yang dikenal vokal. Di sinilah naluri perlindungan seorang istri terpanggil. Ida Yulidina tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya melihat sang suami didepak dari jabatannya.
Dalam curhatannya di media sosial, Ida membongkar sisi lain dari dapur pacu kekuasaan yang jarang diketahui publik. Ia mengungkapkan bahwa dalam dua bulan terakhir sebelum pencopotan, suaminya sempat mengalami pergulatan batin yang berat. Purbaya disebutnya kerap terlihat gelisah dan ragu-ragu di kantor, terutama saat dihadapkan pada rencana mutasi “orang-orang mengerikan” di lingkungan kerjanya.
Kepada sang suami, Ida kala itu selalu memberikan dukungan moral dengan berkata, “Kerjakan saja menurut hati nurani kamu.”
Ketika detik-detik pemecatan itu tiba, Purbaya langsung meminta Ida untuk menjemputnya di kantor. Sebagai pendamping hidup yang membersamainya selama puluhan tahun, Ida menyaksikan langsung kekecewaan di wajah suaminya. Meski demikian, Ida tetap tegar dan menyematkan keyakinan penuh bahwa kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya. “Insya Allah kebenaran akan terungkap,” tegasnya.
4. Pujian Warganet: Dari “Gadis Idaman SMA” hingga Role Model Awet Muda
Di tengah riuhnya perdebatan politik pasca-pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa, kolom komentar di media sosial Ida Yulidina justru dibanjiri oleh gelombang kekaguman dari warganet. Alih-alih hanya membahas polemik jabatan, banyak netizen—terutama kaum hawa—yang salah fokus dengan kecantikan abadi, kecerdasan, serta pembawaan Ida yang tetap bersahaja.
Masa lalu Ida sebagai gadis berprestasi dan ikon mode pun satu persatu mulai dikuliti oleh warganet yang bernostalgia. Salah seorang netizen bahkan mengenang rekam jejak akademik Ida semasa remaja di Bogor:
“Si pintar yg selalu jadi pemenang ..pasti bu ida bintang sma di bogor kala itu…gadis idaman pada masa nya..,” ujar salah satu netizen mengenang sosok Ida di masa lalu.
Tak hanya memuji latar belakang akademis dan prestasinya sebagai Juara I Wajah Femina 1989, penampilan fisik Ida di usianya yang matang turut menuai pujian bertubi-tubi. Penampilannya saat mengenakan kebaya dalam perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus lalu sukses mencuri perhatian publik karena dinilai tetap bugar dan memesona.
“Pantesan waktu Ibu Ida pakai kebaya 17agustusan kemarin cantikkk bgt ternyata ex model ❤️❤️🔥🔥liat deh guys pinter jaga body nya 👏👏good role model utk kita! Moga beliau share tips spy awet cantiiik,” puji netizen lain yang terinspirasi oleh gaya hidup sehat sang mantan model.
Kombinasi antara kecerdasan intelektual, rekam jejak prestasi di masa muda, kesetiaan mendampingi suami hidup sederhana, serta paras yang tetap terjaga membuat sosok Ida Yulidina mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat. Kesederhanaan yang kerap ia tunjukkan bersama Purbaya—seperti naik bajaj dan berbelanja ke pasar—semakin memperkuat citranya sebagai figur publik yang membumi.
“Udah cantik.. sederhana lgi , enak di lihat, pokok nya top deh,” timpal netizen lainnya menyimpulkan pesona seorang Ida Yulidina.
Refleksi Sosok Ida Yulidina
Kisah Ida Yulidina adalah potret nyata tentang dinamika di balik panggung kekuasaan politik nasional. Dari seorang ratu panggung mode Wajah Femina 1989 dan sarjana hukum Unpad yang cerdas, bertransformasi menjadi sosok istri setia yang mendampingi suami dalam suka maupun duka—mulai dari kencan sederhana naik bajaj hingga menghadapi badai politik pencopotan jabatan menteri.
Kritik tajam yang ia layangkan lewat media sosial mungkin menuai perdebatan di ruang publik, namun di sisi lain, hal tersebut menunjukkan loyalitas tanpa batas seorang istri yang merasa suaminya telah berjuang sekuat tenaga dengan kejujuran di tengah sistem birokrasi yang kompleks.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










