Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tendangan Roket Balsa Sekulic Antar Maung Bandung ke Semifinal Piala Presiden 2026

Jumat, 31 Juli 2026 21:54 WIB

Tak Terbendung! Persib Sapu Bersih Grup A dan Siap Mengamuk di Semifinal Piala Presiden

Jumat, 31 Juli 2026 21:31 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Berubah Drastis! Timnas Indonesia Naik ke Puncak, Vietnam Mulai Terancam

Jumat, 31 Juli 2026 21:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tendangan Roket Balsa Sekulic Antar Maung Bandung ke Semifinal Piala Presiden 2026
  • Tak Terbendung! Persib Sapu Bersih Grup A dan Siap Mengamuk di Semifinal Piala Presiden
  • Klasemen Piala AFF 2026 Berubah Drastis! Timnas Indonesia Naik ke Puncak, Vietnam Mulai Terancam
  • Rekomendasi Batagor Terenak di Bandung 2026, Ada yang Bertahan Sejak Tahun 1970-an!
  • Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014
  • Persib Gempur Tampines Rovers Sejak Awal, Skor 0-0 Bertahan Hingga Turun Minum
  • Demi Rujuk, Ayah di Bandung Barat Siksa Anak Kandung hingga Berdarah dan Direkam
  • Erick Thohir Blak-blakan Dukung Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 31 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ini Alasan Menkeu Purbaya Guyur Bank Rp200 Triliun Saat Ekonomi Rakyat Lesu

By Aga GustianaSelasa, 16 September 2025 12:33 WIB2 Mins Read
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan (Menkeu). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana segar Rp200 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menuai tanda tanya. Pasalnya, langkah itu dilakukan di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih lemah.

Sejumlah pihak menilai langkah tersebut berpotensi tidak efektif karena permintaan kredit juga belum bergairah. Ketika ditanya soal alasan kebijakan itu, Purbaya memberi jawaban retoris.

“Ini Anda bertanya telur sama ayam duluan yang mana? Uang duluan atau ekonomi duluan?,” ujar Purbaya usai rapat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Mengulang Strategi 2021

Purbaya kemudian menyinggung pengalaman pada 2021, ketika ekonomi mulai merangkak bangkit setelah hantaman pandemi COVID-19. Menurutnya, kala itu penyaluran kredit masih lesu karena ekonomi belum kuat. Pemerintah lantas menambah likuiditas ke sistem keuangan, yang akhirnya mendorong perbankan lebih agresif menyalurkan kredit.

“Jadi saya pikir sih ketika uang bertambah ke sistem, dua sisi akan bergerak. Yang pertama tentunya likuiditas bertambah dan itu otomatis pelan-pelan bunga di pasar akan turun. Yang tadinya orang naruh uang di bank seneng karena bunganya tinggi, pasti akan turun,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketika bunga simpanan menurun, masyarakat cenderung mengalihkan dana mereka untuk berbelanja. Hal itu diharapkan bisa menggairahkan konsumsi domestik.

“Karena bunganya juga kelebihan duit kan. Dia gak akan menarik dengan terlalu susah payah uang dari masyarakat lagi. Kalau bunga turun, masyarakat yang tadinya suka nyimpan uang di bank mulai belanja,” terang Purbaya.

Harapan Perusahaan Lebih Berani Ekspansi

Tidak hanya untuk konsumsi, Purbaya berharap kebijakan ini juga bisa mendorong dunia usaha. Menurutnya, bunga pinjaman yang lebih rendah akan memacu korporasi untuk mengambil kredit modal ekspansi.

“Dan gampang pinjam bunganya, mungkin bunganya juga turun sedikit. Tapi dengan adanya uang itu, mereka jadi berani pinjam uang di bank. Artinya sisi demand dan supply akan tumbuh berbarengan,” paparnya.

Bank-bank yang Kebagian Kucuran Dana

Penempatan dana jumbo ini diatur lewat Keputusan Menteri Keuangan (KMK) yang sudah diteken langsung oleh Purbaya. Lima bank pelat merah yang mendapatkan alokasi antara lain:

  • Bank Mandiri: Rp55 triliun
  • Bank BNI: Rp55 triliun
  • Bank BRI: Rp55 triliun
  • Bank BTN: Rp25 triliun
  • BSI Syariah: Rp10 triliun

Rakyat Menunggu Dampak Nyata

Meski Purbaya optimistis, publik masih mempertanyakan apakah strategi menyalurkan dana ke bank benar-benar bisa langsung menyentuh rakyat kecil yang sedang kesulitan. Daya beli masyarakat masih tertekan, dan dunia usaha pun masih berhitung untuk ekspansi di tengah ketidakpastian ekonomi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bank Himbara ekonomi Indonesia Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Pelecehan Seksual

Demi Rujuk, Ayah di Bandung Barat Siksa Anak Kandung hingga Berdarah dan Direkam

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Resmi Cair! PKH Tahap 3 dan BPNT Rp600 Ribu Agustus 2026, Begini Cara Cek Status Penerima

Pemkot Bandung Siap Relokasi SLB Karya Bhakti, Siswa ABK Bakal Dapat Alat Bantu Dengar hingga Kursi Roda

CPNS

Kapan Jadwal Resmi CPNS 2026 Dibuka? Ini Penjelasan Terbaru BKN

Harga Ayam dan Timun Naik Drastis, Farhan Pastikan Pasokan Pangan di Kota Bandung Aman

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.