Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!

Rabu, 4 November 2026 10:07 WIB

BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya

Rabu, 4 November 2026 09:58 WIB

Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini

Rabu, 4 November 2026 08:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!
  • BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya
  • Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini
  • Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!
  • Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026
  • Pincang Tanpa Duo Asing, Persib Tetap Ngotot Segel Tiket 16 Besar ACL 2
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ini Alasan Menkeu Purbaya Guyur Bank Rp200 Triliun Saat Ekonomi Rakyat Lesu

By Aga GustianaSelasa, 16 September 2025 12:33 WIB2 Mins Read
Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Menteri Keuangan (Menkeu). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana segar Rp200 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menuai tanda tanya. Pasalnya, langkah itu dilakukan di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih lemah.

Sejumlah pihak menilai langkah tersebut berpotensi tidak efektif karena permintaan kredit juga belum bergairah. Ketika ditanya soal alasan kebijakan itu, Purbaya memberi jawaban retoris.

“Ini Anda bertanya telur sama ayam duluan yang mana? Uang duluan atau ekonomi duluan?,” ujar Purbaya usai rapat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Mengulang Strategi 2021

Purbaya kemudian menyinggung pengalaman pada 2021, ketika ekonomi mulai merangkak bangkit setelah hantaman pandemi COVID-19. Menurutnya, kala itu penyaluran kredit masih lesu karena ekonomi belum kuat. Pemerintah lantas menambah likuiditas ke sistem keuangan, yang akhirnya mendorong perbankan lebih agresif menyalurkan kredit.

Baca Juga:  Detik-Detik Mengejutkan, Aktivitas Terakhir Sri Mulyani sebelum Dicopot Prabowo

“Jadi saya pikir sih ketika uang bertambah ke sistem, dua sisi akan bergerak. Yang pertama tentunya likuiditas bertambah dan itu otomatis pelan-pelan bunga di pasar akan turun. Yang tadinya orang naruh uang di bank seneng karena bunganya tinggi, pasti akan turun,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketika bunga simpanan menurun, masyarakat cenderung mengalihkan dana mereka untuk berbelanja. Hal itu diharapkan bisa menggairahkan konsumsi domestik.

Baca Juga:  Bocoran CPNS Bea Cukai 2026: Rekrut 300 Personel Teknis Lapangan Khusus Lulusan SMA

“Karena bunganya juga kelebihan duit kan. Dia gak akan menarik dengan terlalu susah payah uang dari masyarakat lagi. Kalau bunga turun, masyarakat yang tadinya suka nyimpan uang di bank mulai belanja,” terang Purbaya.

Harapan Perusahaan Lebih Berani Ekspansi

Tidak hanya untuk konsumsi, Purbaya berharap kebijakan ini juga bisa mendorong dunia usaha. Menurutnya, bunga pinjaman yang lebih rendah akan memacu korporasi untuk mengambil kredit modal ekspansi.

“Dan gampang pinjam bunganya, mungkin bunganya juga turun sedikit. Tapi dengan adanya uang itu, mereka jadi berani pinjam uang di bank. Artinya sisi demand dan supply akan tumbuh berbarengan,” paparnya.

Baca Juga:  Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Bank-bank yang Kebagian Kucuran Dana

Penempatan dana jumbo ini diatur lewat Keputusan Menteri Keuangan (KMK) yang sudah diteken langsung oleh Purbaya. Lima bank pelat merah yang mendapatkan alokasi antara lain:

  • Bank Mandiri: Rp55 triliun
  • Bank BNI: Rp55 triliun
  • Bank BRI: Rp55 triliun
  • Bank BTN: Rp25 triliun
  • BSI Syariah: Rp10 triliun

Rakyat Menunggu Dampak Nyata

Meski Purbaya optimistis, publik masih mempertanyakan apakah strategi menyalurkan dana ke bank benar-benar bisa langsung menyentuh rakyat kecil yang sedang kesulitan. Daya beli masyarakat masih tertekan, dan dunia usaha pun masih berhitung untuk ekspansi di tengah ketidakpastian ekonomi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ekonomi Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.