Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton

Rabu, 16 September 2026 08:14 WIB

Karim Benzema OTW Persib Bandung?

Rabu, 16 September 2026 06:00 WIB
Penampilan makanan bergizi gratis dari program MBG.

Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

Rabu, 16 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Karim Benzema OTW Persib Bandung?
  • Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup
  • Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia
  • Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang
  • Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ini Alasan Menkeu Purbaya Guyur Bank Rp200 Triliun Saat Ekonomi Rakyat Lesu

By Aga GustianaSelasa, 16 September 2025 12:33 WIB2 Mins Read
Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Menteri Keuangan (Menkeu). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana segar Rp200 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menuai tanda tanya. Pasalnya, langkah itu dilakukan di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih lemah.

Sejumlah pihak menilai langkah tersebut berpotensi tidak efektif karena permintaan kredit juga belum bergairah. Ketika ditanya soal alasan kebijakan itu, Purbaya memberi jawaban retoris.

“Ini Anda bertanya telur sama ayam duluan yang mana? Uang duluan atau ekonomi duluan?,” ujar Purbaya usai rapat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Mengulang Strategi 2021

Purbaya kemudian menyinggung pengalaman pada 2021, ketika ekonomi mulai merangkak bangkit setelah hantaman pandemi COVID-19. Menurutnya, kala itu penyaluran kredit masih lesu karena ekonomi belum kuat. Pemerintah lantas menambah likuiditas ke sistem keuangan, yang akhirnya mendorong perbankan lebih agresif menyalurkan kredit.

Baca Juga:  Rencana Layer Baru Cukai Rokok Dipertanyakan, Bea Cukai Watch: Jangan Asal Buat Kebijakan!

“Jadi saya pikir sih ketika uang bertambah ke sistem, dua sisi akan bergerak. Yang pertama tentunya likuiditas bertambah dan itu otomatis pelan-pelan bunga di pasar akan turun. Yang tadinya orang naruh uang di bank seneng karena bunganya tinggi, pasti akan turun,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketika bunga simpanan menurun, masyarakat cenderung mengalihkan dana mereka untuk berbelanja. Hal itu diharapkan bisa menggairahkan konsumsi domestik.

Baca Juga:  Menkeu Purbaya Tolak Wacana Tax Amnesty Jilid III, Sebut Bisa Rusak Kepatuhan Pajak

“Karena bunganya juga kelebihan duit kan. Dia gak akan menarik dengan terlalu susah payah uang dari masyarakat lagi. Kalau bunga turun, masyarakat yang tadinya suka nyimpan uang di bank mulai belanja,” terang Purbaya.

Harapan Perusahaan Lebih Berani Ekspansi

Tidak hanya untuk konsumsi, Purbaya berharap kebijakan ini juga bisa mendorong dunia usaha. Menurutnya, bunga pinjaman yang lebih rendah akan memacu korporasi untuk mengambil kredit modal ekspansi.

“Dan gampang pinjam bunganya, mungkin bunganya juga turun sedikit. Tapi dengan adanya uang itu, mereka jadi berani pinjam uang di bank. Artinya sisi demand dan supply akan tumbuh berbarengan,” paparnya.

Baca Juga:  Dapat Suntikan Dana Rp20 Triliun, Purbaya Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Sampai 2026

Bank-bank yang Kebagian Kucuran Dana

Penempatan dana jumbo ini diatur lewat Keputusan Menteri Keuangan (KMK) yang sudah diteken langsung oleh Purbaya. Lima bank pelat merah yang mendapatkan alokasi antara lain:

  • Bank Mandiri: Rp55 triliun
  • Bank BNI: Rp55 triliun
  • Bank BRI: Rp55 triliun
  • Bank BTN: Rp25 triliun
  • BSI Syariah: Rp10 triliun

Rakyat Menunggu Dampak Nyata

Meski Purbaya optimistis, publik masih mempertanyakan apakah strategi menyalurkan dana ke bank benar-benar bisa langsung menyentuh rakyat kecil yang sedang kesulitan. Daya beli masyarakat masih tertekan, dan dunia usaha pun masih berhitung untuk ekspansi di tengah ketidakpastian ekonomi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ekonomi Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Penampilan makanan bergizi gratis dari program MBG.

Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.