bukamata.id – Majalengka tidak pernah kehabisan pesona untuk dieksplorasi. Selain bentang alamnya yang memukau, kabupaten di Jawa Barat ini menyimpan deretan destinasi wisata religi dan sejarah yang kental dengan cerita leluhur. Bagi pencinta pelesir yang mencari ketenangan batin sekaligus wisata edukasi sejarah, berikut adalah sembilan titik ziarah dan petilasan di Majalengka yang menarik untuk dikunjungi.
1. Patilasan Prabu Siliwangi (Rajagaluh)
Terletak di Desa Pajajar, kawasan seluas kurang lebih 3 hektare ini berjarak sekitar 21 kilometer dari pusat kota. Tempat ini diyakini sebagai lokasi peristirahatan terakhir sekaligus tempat “tilem” (menghilangnya) Prabu Siliwangi.
Di dalamnya terdapat dua sumber air keramat, yakni Talaga Emas dan Talaga Pancuran, yang kerap digunakan untuk membersihkan diri sebelum berziarah. Selain nilai historisnya, pengunjung dapat menjumpai kolam pemandangan ikan langka di Balong Cikahuripan, pohon bambu unik peninggalan era Bung Karno, serta area perkemahan yang asri.
2. Komplek Makam Buyut Kyai Arsitem & Sumur Sindu (Jatitujuh)
Bergeser ke Desa Sumber Wetan, Kecamatan Jatitujuh, terdapat makam keramat Buyut Kyai Arsitem yang berdampingan dengan Sumur Sindu. Kompleks seluas 450 meter persegi ini berjarak sekitar 37 kilometer dari pusat Majalengka. Tradisi yang melekat di sini adalah pengunjung disarankan membersihkan diri di Sumur Sindu sebelum memanjatkan doa di area makam. Suasana ziarah akan terasa sangat padat pada bulan Maulid, menarik peziarah lokal maupun dari luar daerah seperti Indramayu.
3. Makam Eyang Natakusuma (Talaga)
Tokoh penting dalam sejarah kebudayaan Kerajaan Talaga Manggung ini bersemayam di Desa Talaga Wetan, berjarak sekitar 26 kilometer dari pusat perkotaan. Meskipun akses jalan menuju lokasi masih berupa tanah dan fasilitas penunjangnya tergolong sederhana, makam seluas 2 hektare ini tidak pernah sepi dari peziarah setia yang datang dari berbagai kabupaten tetangga seperti Cirebon dan Indramayu.
4. Makam Buyut Israh (Argapura)
Tersembunyi di Desa Sukasari Kidul, makam ini menawarkan ketenangan karena lokasinya yang jauh dari hiruk-pikuk kota. Dengan jarak tempuh sekitar 15 kilometer, akses menuju lokasi hanya bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda dua atau ojek. Walau fasilitasnya terbatas pada musala dan toilet, jumlah peziarah bisa membengkak hingga ratusan orang per hari pada momen tertentu seperti bulan Rayagung, lengkap dengan tradisi hajatan khusus dari pengelola.
5. Sumur Dalem (Pilangsari)
Berada di tengah rimbunnya kawasan hutan di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatitujuh, Sumur Dalem berjarak sekitar 33 kilometer dari pusat kota. Tempat ini merupakan situs budaya yang airnya diyakini sebagian masyarakat membawa berkah kesegaran dan aura awet muda. Mengingat lokasi jalurnya yang cukup menantang dan berada di tengah area terpencil, setiap pengunjung yang datang biasanya didampingi langsung oleh juru kunci setempat.
6. Makam Pangeran Muhammad (Cicurug)
Terletak di kawasan perbukitan yang dikelilingi persawahan, makam seluas lebih dari 4.000 meter persegi ini hanya berjarak 3 kilometer dari pusat kota Majalengka. Pangeran Muhammad dikenal sebagai utusan Sunan Gunung Jati dalam misi penyebaran Islam di wilayah ini. Kompleks makam terbagi menjadi beberapa zona, di mana bangunan utamanya dilindungi cungkup permanen dengan ciri khas pusara berbalut kain kelambu putih yang disangga empat tiang besi.
7. Situ Sangiang & Makam Sunan Parung (Maja)
Situ Sangiang bukan sekadar danau wisata alam biasa, melainkan pusat legenda Kerajaan Talaga Manggung abad ke-15. Tempat ini dipercaya sebagai lokasi menghilangnya Sunan Talaga Manggung bersama istananya.
Daya tarik unik dari danau ini adalah populasi ikan di dalamnya yang dianggap sebagai jelmaan prajurit kerajaan, sehingga sangat tabu untuk ditangkap atau dikonsumsi. Fenomena alam yang menarik di sini adalah fluktuasi airnya yang kerap menjadi “tetendon” (tanda alam) pergantian musim kemarau dan penghujan menurut kearifan lokal. Di dalam kawasan yang sama, terdapat pula Makam Sunan Parung yang rutin dikunjungi peziarah di bawah pengawasan para kuncen pemegang tradisi ritual “nyapu” mingguan.
Catatan Perjalanan: Sebelum mengunjungi destinasi wisata bernuansa sakral dan petilasan leluhur di Majalengka, pastikan untuk selalu menjaga sikap, menghormati aturan adat setempat, serta berkoordinasi dengan juru kunci jika ingin melakukan ritual tertentu.
Tertarik menjelajahi sudut sejarah Majalengka yang mana terlebih dahulu pada liburan akhir pekan ini?
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









