Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

Rabu, 16 September 2026 22:30 WIB

Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two

Rabu, 16 September 2026 21:00 WIB

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Rabu, 16 September 2026 20:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia
  • Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two
  • Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label
  • Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak
  • 10 Tempat Wisata Bogor Terbaru dan Paling Hits, Cocok untuk Liburan Keluarga
  • Persib Curi Poin Penuh di ACL 2, Marc Klok Sanjung Mental Juang Bobotoh di Negeri Ginseng
  • Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia
  • DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

By Mulki AlbarRabu, 16 September 2026 22:30 WIB3 Mins Read
Bio Farma memperluas transfer teknologi vaksin ke India, Senegal, dan Ghana sebagai bagian dari diplomasi kesehatan Indonesia dan ekspansi pasar global. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – PT Bio Farma (Persero) terus memperluas kerja sama transfer teknologi vaksin dengan sejumlah perusahaan di berbagai negara. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong pemerataan kemampuan produksi vaksin, sehingga ketersediaan vaksin tidak bergantung pada satu negara atau satu produsen saja.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Shadiq Akasya mengatakan, Indonesia selama ini telah memperoleh pengetahuan dan teknologi dari berbagai produsen vaksin di luar negeri. Seiring berkembangnya kemampuan teknologi Bio Farma, perusahaan kini mulai melakukan transfer teknologi ke sejumlah negara.

“Kita sudah melakukan transfer teknologi ke India. Kita juga sekarang sedang dengan Senegal hingga Ghana. Harapannya kita bisa membawa diplomasi kesehatan, itulah visi besar yang akan kita lakukan,” kata Shadiq dalam diskusi di Kota Bandung, Rabu (16/9/2026).

Produksi Vaksin Tak Hanya Terpusat di Satu Negara

Menurut Shadiq, kemampuan memproduksi vaksin perlu tersebar di sejumlah negara. Hal ini penting untuk menjaga ketersediaan vaksin ketika terjadi persoalan produksi maupun kebutuhan yang meningkat di suatu negara.

Baca Juga:  Gelar Round Table Discussion, Upaya Bio Farma Tingkatkan Sinergi Bersama Rumah Sakit di Balikpapan

Bio Farma sendiri telah memiliki kemampuan memproduksi sejumlah vaksin, di antaranya vaksin tetanus, difteri, hingga polio. Namun, menurut Shadiq, kapasitas produksi vaksin tertentu juga perlu dikembangkan di negara lain melalui kerja sama teknologi.

Salah satunya melalui kerja sama Bio Farma dengan perusahaan di India untuk produksi vaksin polio.

“Untuk di India ini vaksin polio. Jadi memang di dunia ini harus ada dua produsen lah untuk sebuah vaksin,” ujarnya.

Menurut dia, penyebaran kapasitas produksi tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan pasokan vaksin secara global.

Transfer Teknologi Sekaligus Diplomasi Kesehatan

Shadiq mengatakan, kerja sama transfer teknologi tidak hanya memberikan manfaat dari sisi bisnis. Hubungan tersebut juga menjadi bagian dari diplomasi kesehatan yang ingin dikembangkan Indonesia melalui industri farmasi nasional.

Baca Juga:  Lewat PaDi UMKM Hybrid Expo, Bio Farma Tunjukan Komitmen Dukung Pengembangan Pelaku Usaha

“Jadi ini ada hubungan antara kedua negara, kalau keuntungan bisnis pasti tetap ada,” katanya.

Untuk kerja sama di kawasan Afrika, Bio Farma turut memberikan formulasi dalam bentuk setengah jadi. Selanjutnya, perusahaan di negara mitra dapat melakukan tahapan pencampuran sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Dengan pola tersebut, kerja sama tidak hanya berorientasi pada pengiriman produk jadi, tetapi juga mendorong peningkatan kemampuan industri farmasi di negara mitra.

Bio-TCV Mulai Dibidik untuk Pasar Global

Di sisi lain, Bio Farma juga terus memperluas portofolio vaksin. Salah satu produk terbaru yang dikembangkan adalah Bio-TCV, vaksin tifoid konjugat untuk mencegah penyakit tifoid.

Dalam materi Bio Farma, Bio-TCV diarahkan tidak hanya untuk penguatan pasar nasional, tetapi juga ekspansi ke pasar global melalui proses prakualifikasi WHO. Sejumlah negara disebut telah menunjukkan minat, antara lain Malaysia, Filipina, Nigeria, Zimbabwe, Pakistan, Bangladesh, dan Nepal.

Baca Juga:  Regulasi Impor Bahan Baku Obat Jadi Pembahasan Bio Farma dan Wantannas RI

Shadiq mengatakan, Bio-TCV juga telah didaftarkan di luar negeri sebagai bagian dari upaya membuka akses pasar internasional.

“Ini juga sebagai usaha kami untuk memenuhi kebutuhan daripada masyarakat di dunia,” ujar Shadiq.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Bio Farma untuk mengembangkan industri vaksin nasional sekaligus memperluas peran perusahaan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat di berbagai negara.

Melalui transfer teknologi dan ekspansi produk vaksin, Bio Farma menempatkan pengembangan industri farmasi tidak hanya sebagai aktivitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kerja sama kesehatan antarnegara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bio Farma diplomasi kesehatan Indonesia industri vaksin Indonesia transfer teknologi vaksin vaksin Bio Farma
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak

Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia

DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!

Api Kepung 5 Titik Lahan di Sindanggalih Sumedang, Warga Mulai Waspada

Pencabulan

Skandal Pelecehan Siswi PKL di Sukabumi: Polisi Tetapkan Sekdis Dishub Sebagai Tersangka

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.