Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sambut HUT ke-36, JNE Gandeng Seniman Muklay Sulap Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan

Rabu, 16 September 2026 14:41 WIB

Tumbang Lawan Juventus, Jay Idzes Diprediksi Naik Meja Operasi dan Lewati ASEAN Cup 2026

Rabu, 16 September 2026 14:31 WIB

Aksi Jual Beli Data Pribadi Terbongkar, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jadi Korban

Rabu, 16 September 2026 14:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sambut HUT ke-36, JNE Gandeng Seniman Muklay Sulap Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan
  • Tumbang Lawan Juventus, Jay Idzes Diprediksi Naik Meja Operasi dan Lewati ASEAN Cup 2026
  • Aksi Jual Beli Data Pribadi Terbongkar, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jadi Korban
  • Dinkes Bandung Temukan Kotoran dan Kecoa di SPPG Mandalajati, Sanitasi Dinilai Belum Lengkap
  • FAKTA MENGEJUTKAN! Di Balik Bantuan Mendadak Reza Arap Bangun 27 Sekolah di NTT
  • Persib Tanpa 2 Pilar di Seoul, FC Seoul Justru Akui Maung Bandung Bikin Khawatir
  • BRT Bandung Bikin Pusing! JPO di Cicadas Dikhawatirkan Terlalu Curam
  • Kebakaran TPS Punclut Bandung Bikin Warga Waspada, Ada Ancaman Gas Metana
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

FAKTA MENGEJUTKAN! Di Balik Bantuan Mendadak Reza Arap Bangun 27 Sekolah di NTT

By SusanaRabu, 16 September 2026 14:05 WIB6 Mins Read
Reza Arap. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Selama ini nama Reza Arap lebih lekat dengan dunia YouTube, streaming, musik, hingga film. Namun di balik aktivitasnya sebagai figur publik, ada cerita lain yang kembali muncul ke permukaan.

Pada Selasa (15/9/2026), Reza Arap mengungkap melalui media sosial bahwa dirinya tengah membantu pemulihan 27 sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa.

Jumlah tersebut terdiri dari 20 sekolah dasar (SD), empat sekolah menengah pertama (SMP), dan tiga sekolah menengah atas (SMA).

“Ngomong-ngomong, saya saat ini sedang membangun total 27 sekolah di sekitar NTT, yaitu 20 sekolah SD, 4 SMP, dan 3 SMA,” kata Reza Arap.

Pengakuan itu menarik perhatian karena disampaikan bukan melalui kampanye besar ataupun konferensi pers. Reza justru menyampaikannya lewat unggahan media sosial dengan gaya yang relatif santai.

Yang lebih menarik, Reza mengatakan proyek tersebut menggunakan uang pribadinya dan tidak dilakukan melalui penggalangan dana publik. Pernyataan serupa juga diberitakan sejumlah media pada 15 September 2026.

Sekolah Rusak, Siswa Harus Belajar dengan Terpal

Bantuan Reza Arap tersebut diberikan setelah sejumlah sekolah di NTT mengalami kerusakan akibat gempa.

Dalam kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar tetap harus berjalan. Sebagian siswa bahkan harus belajar dengan fasilitas darurat, termasuk menggunakan terpal sebagai pelindung sementara.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berfokus pada bangunan sekolah. Reza menyebut dukungan tersebut juga mencakup terpal dan atap sementara, buku, alat tulis, hingga santunan untuk guru honorer dan orang-orang yang bekerja di lapangan.

Pelaksanaannya pun melibatkan masyarakat setempat. Reza menggandeng warga lokal, organisasi remaja, guru honorer, hingga badan keuskupan untuk membantu proses pemulihan.

Dengan pola tersebut, bantuan tidak hanya datang dari luar daerah, tetapi juga melibatkan orang-orang yang memahami kondisi masyarakat di sekitar sekolah.

Reza Arap Tegaskan Tak Buka Galang Dana

Salah satu hal yang paling banyak menjadi perhatian dari pengakuan Reza adalah sumber pembiayaan.

Ia secara terbuka mengatakan pembangunan tersebut menggunakan uang pribadi.

“Oh, iya, gue pakai duit sendiri ya. Kali-kali ada yang bertanya galang dana di mana. Tidak sama sekali,” ungkap Reza.

Reza juga tidak menjelaskan secara rinci berapa dana yang telah dikeluarkan untuk membantu pemulihan 27 sekolah tersebut.

Ia mengatakan unggahan mengenai bantuan itu dibuat agar dirinya tidak lupa bahwa pernah ikut membantu masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.

Pernyataan tersebut membuat aksi Reza kali ini berbeda dengan kegiatan penggalangan dana yang pernah dilakukannya pada masa lalu.

Bukan Kali Pertama Reza Arap Terjun ke Aksi Sosial

Jika ditarik ke belakang, perhatian Reza Arap terhadap isu pendidikan dan bantuan kemanusiaan sebenarnya bukan cerita baru.

Pada 2025, Reza juga memberikan perhatian kepada guru honorer di NTT. Ia pernah menyumbangkan Rp50 juta sebagai bentuk apresiasi setelah mengetahui kondisi penghasilan sebagian guru honorer yang dinilai sangat terbatas. Pemberitaan mengenai aksi tersebut muncul pada Maret 2025.

Saat itu, Reza menyampaikan bahwa menjadi guru ternyata tidak mudah. Pengalaman tersebut membuatnya melihat persoalan pendidikan dari sisi yang lebih dekat dengan kehidupan para tenaga pendidik.

“Jadi guru ternyata nggak gampang. Nggak bisa gua, nggak semudah yang gua bayangkan,” ujar Reza dalam siaran langsungnya pada Maret 2025.

Perhatian terhadap pendidikan kemudian kembali terlihat melalui proyek pemulihan sekolah di NTT yang kini ia ungkap.

Artinya, bantuan terbaru tersebut hadir setelah sebelumnya Reza juga memberikan perhatian kepada orang-orang yang berada di balik kegiatan belajar mengajar, yakni guru honorer.

Pernah Galang Rp213 Juta untuk Korban Kabut Asap

Rekam jejak aksi sosial Reza juga pernah menjadi perbincangan ketika ia menggelar Livestream for Charity pada 2019.

Berbeda dengan proyek 27 sekolah di NTT yang disebut menggunakan uang pribadi, aksi pada 2019 memang dilakukan melalui penggalangan dana.

Saat itu, Reza bersama Bangpen menggelar siaran langsung untuk mengumpulkan bantuan bagi masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Riau.

Penggalangan tersebut berhasil mengumpulkan Rp213.395.495. Dana itu kemudian ditujukan untuk membantu kebutuhan masyarakat terdampak.

Menariknya, beberapa tahun kemudian Reza justru pernah dibuat terkejut ketika seorang penonton mengingatkannya mengenai donasi tersebut. Ia mengaku tidak mengingat pernah memberikan bantuan dalam jumlah tersebut.

Momen itu kemudian ikut memperkuat citra Reza sebagai figur yang beberapa kali terlibat dalam aksi sosial, meski bentuknya berbeda-beda.

Dari Kanal YouTube hingga Pendidikan

Jauh sebelum proyek 27 sekolah di NTT, Reza juga pernah mengambil keputusan besar terkait kanal YouTube miliknya.

Pada 2018, ia menyumbangkan kanal YouTube yang saat itu memiliki sekitar 2,3 juta subscriber kepada Yayasan Anyo Indonesia, yayasan yang bergerak membantu anak-anak dengan kanker.

Keputusan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Reza sebagai kreator. Ia tidak hanya menjadikan kanalnya sebagai ruang hiburan, tetapi juga membuka peluang bagi yayasan untuk memanfaatkannya sebagai media.

Jejak tersebut menunjukkan bagaimana platform yang awalnya dibangun dari dunia hiburan kemudian beberapa kali digunakan untuk kepentingan sosial.

Reza Tak Ingin Banyak Bicara soal Rencana Berikutnya

Kini, setelah mengungkap bantuan untuk 27 sekolah di NTT, masih belum ada rincian publik mengenai lokasi spesifik seluruh sekolah maupun total biaya yang telah dikeluarkan Reza.

Reza juga tidak memberikan kepastian apakah proyek serupa akan kembali dilakukan di masa mendatang.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan membangun lebih banyak sekolah, ia hanya membuka kemungkinan tersebut tanpa menjanjikan apa pun.

“Mungkin. Dan jika iya, itu tidak akan dipublikasikan,” kata Reza.

Sikap tersebut menjadi bagian lain dari cerita aksi sosial Reza Arap kali ini. Di tengah era ketika kegiatan sosial figur publik kerap dibagikan kepada jutaan pengikut, Reza justru memilih mengungkap sebagian kecil dari apa yang sedang dilakukannya.

Pada akhirnya, yang tersisa bukan sekadar angka 27 sekolah, tetapi juga persoalan yang lebih besar: bagaimana sekolah-sekolah yang terdampak bencana dapat kembali menjadi ruang belajar yang layak bagi anak-anak NTT.

Dan untuk saat ini, Reza memilih mengambil bagian dari proses tersebut dengan cara yang ia sebut berasal dari kantongnya sendiri.

Reza Arap, dari YouTube hingga Dunia Musik

Reza Arap dikenal dengan nama lengkap Reza Oktovian. Ia lahir di Jakarta pada 15 Oktober 1987 dan mulai dikenal luas melalui konten YouTube, khususnya konten gaming.

Dunia digital menjadi pintu masuk Reza menuju popularitas. Gaya komunikasinya yang spontan dan karakter yang berbeda dari kreator pada umumnya membuat namanya cepat dikenal di kalangan pengguna internet Indonesia.

Perjalanan kariernya kemudian berkembang. Reza tidak hanya berkutat di YouTube, tetapi juga terjun ke dunia streaming, musik dan berbagai proyek kreatif.

Di bidang musik, Reza dikenal sebagai salah satu anggota Weird Genius, grup musik elektronik yang kemudian meraih popularitas luas melalui lagu “Lathi”.

Perkembangan tersebut membuat sosok Reza Arap tidak lagi hanya dikenal sebagai YouTuber. Ia kemudian menjadi salah satu figur dari generasi awal kreator digital Indonesia yang memperluas aktivitasnya ke berbagai industri hiburan.

Profil Singkat Reza Arap

Berikut profil singkat Reza Arap:

  • Nama lengkap: Reza Oktovian
  • Nama populer: Reza Arap
  • Tempat lahir: Jakarta
  • Tanggal lahir: 15 Oktober 1987
  • Profesi: Kreator konten, streamer, musisi, dan figur publik
  • Bidang yang dikenal: YouTube, gaming, streaming, musik, dan hiburan

Karier Reza bermula dari konten digital sebelum kemudian berkembang ke berbagai bidang. Ia juga dikenal aktif berinteraksi dengan komunitasnya melalui berbagai platform.

Dari Kreator Konten ke Aksi Sosial

Di tengah popularitasnya, Reza beberapa kali menggunakan pengaruh dan sumber dayanya untuk kegiatan sosial.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa platform digital yang sebelumnya menjadi sumber popularitas Reza juga ia gunakan untuk kepentingan sosial.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aksi sosial Reza Arap bantuan Reza Arap donasi Reza Arap Reza Arap Reza Oktovian sekolah NTT
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sambut HUT ke-36, JNE Gandeng Seniman Muklay Sulap Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan

Bukan Cuma Nongkrong! 4 Komunitas di Bandung Ini Cocok Buat Kamu yang Ingin Produktif

Bolehkah Salat Pakai Makeup Pengantin? Ini Penjelasan Buya Yahya dan Solusinya

Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang

Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik

Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.