Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bongkar Sosok di Balik Polisi Anak TikTok! Nathalie Holscher hingga Nanda Arsyinta Ikut-ikutan Pakai Jasa Ini

Kamis, 22 Oktober 2026 08:08 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 2026 Cair? Cek Status NIK KTP Anda Sekarang!

Kamis, 22 Oktober 2026 06:00 WIB

5 Siomay Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Legendaris Sejak 1975

Kamis, 22 Oktober 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bongkar Sosok di Balik Polisi Anak TikTok! Nathalie Holscher hingga Nanda Arsyinta Ikut-ikutan Pakai Jasa Ini
  • Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 2026 Cair? Cek Status NIK KTP Anda Sekarang!
  • 5 Siomay Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Legendaris Sejak 1975
  • 5 Rekomendasi Sate Maranggi di Purwakarta, Ada yang Mulai Rp2.500 per Tusuk
  • Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek Bansos PKH-BPNT Oktober 2026, Dana Bisa Cair Bertahap
  • Bikin Ketagihan! Ini 10 Kuliner Legendaris Cirebon Paling Hits yang Wajib Masuk Daftar Berburu Makanan
  • Cuma 3 Jam dari Jakarta! Ini 8 Destinasi Wisata Cirebon Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan
  • Prediksi Madura United vs Persib: Ujian Kedalaman Skuad Pangeran Biru di Tengah Jadwal Padat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 22 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Emak-emak Heboh, Gerakan ‘Seribu Sehari’ Dedi Mulyadi Tuai Protes

By SusanaKamis, 9 Oktober 2025 10:44 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan baru Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menyita perhatian publik. Melalui program Gerakan Poe Ibu atau Rereongan Sapoe Sarebu, Dedi mengajak masyarakat menyisihkan Rp1.000 per hari sebagai bentuk solidaritas sosial berbasis gotong royong.

Program ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 149/PMD.03.04/KESRA yang diteken secara elektronik pada 1 Oktober 2025. Gerakan tersebut disebut berlandaskan nilai silih asih, silih asah, silih asuh, kearifan lokal Sunda yang menumbuhkan semangat saling tolong menolong.

Namun, belum sepekan diluncurkan, kebijakan ini justru menuai reaksi keras dari masyarakat, terutama kalangan emak-emak di media sosial.

Emak-emak Protes, Sebut Kebijakan ‘Seribu Sehari’ Tak Masuk Akal

Penolakan terhadap kebijakan donasi Rp1.000 per hari itu ramai di media sosial. Salah satunya muncul lewat unggahan akun TikTok @rakyatjelata503, yang memperlihatkan seorang ibu mengenakan kerudung merah muda menyampaikan kritik pedas.

Baca Juga:  MK Tolak Seluruh Gugatan Anies-Muhaimin, Dedi Mulyadi Yakin Prabowo-Gibran Sah Secara Konstitusi

“Tolak Dedi Mulyadi! Dana desa apalah, seribu per orang lah, kurang ajar! Kelaperan lu ye, udah gak bisa korupsi, otak lu cokway!” ucap sang ibu dalam video tersebut.

Dalam unggahan itu juga tertulis narasi bernada tudingan:

“Dedi Mulyadi pungli warga Jabar seribu rupiah per hari karena dia juga oligarki udah kelaperan tidak bisa merampok APBD.”

Tak berhenti di situ, video lain dari akun @irna868_pangandaran juga menunjukkan warga yang menolak kebijakan tersebut.

“Teruntuk Bapak Aing Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. Euma teu setuju, lieur ieu kebijakan teh. Cabut pokoknamah!” ujar seorang ibu dalam bahasa Sunda, menegaskan ketidaksetujuannya terhadap program Poe Ibu.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi: Evaluasi MBG Harus Menyeluruh, Kita Harus Jaga Kualitas

Dedi Mulyadi Klarifikasi: Bukan Pungutan, Tapi Ajak Gotong Royong

Menanggapi berbagai kritik itu, Dedi Mulyadi akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa Gerakan Poe Ibu bukan pungutan wajib, melainkan ajakan sukarela untuk berbagi.

“Untuk mbak yang baik, tidak ada kebijakan gubernur ngumpulin uang dari anak sekolah atau ASN. Yang ada adalah ajakan untuk membantu sosial,” kata Dedi menanggapi video viral pertama, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Rabu (9/10/2025).

Dalam video lain, Dedi juga menjelaskan bahwa pengumpulan uang Rp1.000 tidak diserahkan ke pemerintah provinsi, melainkan dikelola di tingkat lokal.

“Buat eumak yang baik hati, saya tidak mungut uang seribu untuk dikumpulkan ke gubernur. Kalau ASN di Pangandaran mau nyimpen Rp1.000, boleh. Kalau tidak juga tidak apa-apa. Itu nanti jadi kas sosial unit kerja masing-masing,” jelas Dedi.

Baca Juga:  Rafael Situmorang Soroti Kultur hingga Lemahnya Pengawasan dalam Reformasi Kepolisian

Menkeu Purbaya: Terserah Pemda dan Warganya

Kisruh soal Gerakan Poe Ibu turut menarik perhatian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menegaskan bahwa kebijakan donasi Rp1.000 per hari merupakan inisiatif pemerintah daerah (Pemda), bukan kewajiban dari pemerintah pusat.

“Itu terserah kepada Pemda dan terserah kepada warganya,” ujar Purbaya saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Ia menambahkan, pemerintah pusat tidak mewajibkan program donasi semacam itu.

“Dari pemerintah pusat tidak ada kewajiban untuk melakukan itu. Jadi boleh saja kalau mau,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek Bansos PKH-BPNT Oktober 2026, Dana Bisa Cair Bertahap

Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

Kembali Gelar Aksi di DPRD Jabar, Mahasiswa Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah

Niat Bersihkan Kebun, Petani Lansia di Tasikmalaya Tewas Terjebak Kobaran Api

Banyak yang Kaget! Usai Dibuang Anak ke Panti, Tampilan Baru Mbah HS Disebut Mirip Ulama Kharismatik!

Diduga Keruk APBD Rp 18,7 Miliar, Wabup Indramayu Resmi Ditahan Kejati Jabar

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.