bukamata.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria diduga pelaku begal ditangkap warga di kawasan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, viral di media sosial pada Senin (6/7/2026) dini hari.
Dalam video yang beredar luas, terlihat seorang pria tanpa mengenakan pakaian bagian atas dikerumuni warga. Kedua tangannya tampak terikat, sementara sejumlah warga berada di sekitar lokasi.
Unggahan tersebut disertai narasi yang menyebut pria itu merupakan pelaku begal yang sebelumnya sempat dikejar warga hingga akhirnya berhasil diamankan.
Namun, kepolisian meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan peristiwa tersebut sebagai aksi pembegalan karena kasusnya masih dalam proses penyelidikan.
Polisi Masih Dalami Dugaan Begal
Kapolsek Cibeunying Kaler, Rizal Jatnika, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi sebenarnya dari kejadian tersebut.
Saat ini, penanganan perkara dilakukan oleh Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cibeunying Kaler.
“Lagi didalami sama Kanit Reskrim,” kata Rizal saat dikonfirmasi.
Menurutnya, polisi belum dapat memastikan apakah pria yang diamankan warga benar-benar merupakan pelaku begal sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.
Diduga Berawal dari Perkelahian Antar Teman
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi justru menemukan fakta berbeda.
Rizal menjelaskan, informasi awal yang diterima menyebut pria tersebut sebelumnya terlibat perkelahian dengan seseorang yang diduga merupakan temannya sendiri akibat persoalan dendam pribadi.
Usai perkelahian terjadi, pria tersebut kemudian melarikan diri.
Di tengah pelariannya, terdengar teriakan “begal” yang memancing perhatian warga hingga akhirnya massa mengejar dan mengamankan pria tersebut.
“Sementara laporan awal perkelahian sesama teman karena dendam pribadi. Terus kabur diteriaki begal,” ujarnya.
Polisi Belum Menemukan Korban Pembegalan
Hingga saat ini, kepolisian belum menemukan adanya korban yang melaporkan menjadi sasaran aksi begal di lokasi kejadian.
Petugas juga telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap peristiwa yang sebenarnya.
Menurut Rizal, penyelidik juga tengah menelusuri pihak yang pertama kali meneriakkan kata “begal” hingga memicu aksi massa.
“Karena tidak ada korban juga yang dibegal di TKP. Sekarang yang teriakin begal dan yang mukulin juga lagi dilidik dalam pencarian,” jelasnya.
Polisi Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa adanya kepastian dari aparat penegak hukum.
Polisi mengimbau warga untuk tidak main hakim sendiri apabila menemukan seseorang yang dicurigai melakukan tindak kejahatan.
Apabila terjadi dugaan tindak kriminal, masyarakat diminta segera menghubungi kepolisian agar proses penanganan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan apakah peristiwa tersebut murni dipicu konflik pribadi atau terdapat unsur tindak pidana lain yang menyertainya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










