Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral

Selasa, 6 Oktober 2026 14:04 WIB

Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape

Selasa, 6 Oktober 2026 13:59 WIB

Igor Tolic Masih Galau, Thom Haye dan Ragnar Bisa Langsung Terbang ke Thailand?

Selasa, 6 Oktober 2026 13:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral
  • Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape
  • Igor Tolic Masih Galau, Thom Haye dan Ragnar Bisa Langsung Terbang ke Thailand?
  • Pemkot Bandung Rencanakan Museum Musik Indonesia, Lokasi Masih Dikaji
  • Data Warga Bandung Dikebut! 435 Ribu KK Ditargetkan Terverifikasi hingga Desember 2026
  • Wajib Mampir! 5 Kuliner Legendaris dan Kekinian yang Jadi Buruan di Pasar Cihapit
  • Bukan Cuma Trofi, John Herdman Sebut Juara Bersama Indonesia Lebih Spesial dari Piala Dunia
  • Fakta Tragis Pelajar SMA di Garut Jadi Korban Penembakan Airgun, Peluru Logam Bersarang di Mata
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Wacana Provinsi Sunda Menguat: Bongkar Asal-usul Nama dan Sejarah Pemisah Jawa-Sunda

By Aga GustianaSenin, 6 Juli 2026 10:24 WIB3 Mins Read
Ilustrasi, wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat jadi Provinsi Sunda. (Foto: bukamata.id/AI)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda kini bukan sekadar obrolan di warung kopi. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat baru saja menyepakati usulan tersebut untuk melangkah ke tahap legislasi. Langkah ini diambil sebagai upaya mengembalikan identitas kultural yang selama ini seolah kehilangan “rumah” geografisnya.

Padahal, dalam catatan sejarah dunia, nama “Sunda” bukan sekadar label lokal. Dulu, istilah ini sempat disematkan pada seluruh Pulau Jawa, bahkan diakui dunia melalui penyebutan kepulauan Sunda Besar dan Sunda Kecil.

Menggali Makna Filosofis di Balik Nama ‘Sunda’

Banyak yang bertanya, apa sebenarnya arti di balik kata Sunda? Melalui buku ‘Sadjarah Sunda, Djilid I, Dugi ka Runtagna Karadjaan Padjadjaran’ (1958), Drs. R. Ma’un Atmamihardja membedah asal-usul etimologi kata tersebut dari berbagai sudut pandang bahasa kuno.

Setidaknya ada empat interpretasi mendalam yang selama ini jarang diketahui publik:

  1. Perspektif Sansekerta: Secara harfiah, Sund (tanpa akhiran ‘a’) berarti “sinar yang menyembur” atau terang. Konon, ini merujuk pada penampakan Gunung Sunda (di area Tangkubanparahu) yang terlihat memutih dari kejauhan.
  2. Perspektif Bahasa Kawi: Dalam naskah sastra kuno, Sunda dikaitkan dengan air, tumpukan, pangkat, hingga kewaspadaan. Ini sangat selaras dengan kondisi geografis tatar Sunda yang subur, berlimpah air, dan penuh pemandangan gunung yang indah.
  3. Perspektif Bahasa Jawa: Kata Sunda dimaknai sebagai susunan atau tempat penyimpanan. Wilayah ini dianggap sebagai “gudang” kekayaan alam dan hasil bumi yang melimpah.
  4. Perspektif Bahasa Sunda: Diambil dari kata Sa-unda atau Sat-tunda, yang artinya panundaan atau tempat menyimpan segala pemenuhan kebutuhan hidup (the place of deposit).
Baca Juga:  Dedi Mulyadi Genjot Pembangunan Ruang Kelas, Targetkan Semua Sekolah Negeri Siap Pakai di 2026

Menariknya, akar kata ini juga dekat dengan Sundara (ganteng/cantik) dan Sundari, yang mencerminkan betapa mempesonanya tanah ini bagi para pendatang zaman dulu, termasuk mereka yang tiba dari tanah India.

Baca Juga:  Gugat Narasi Keliru Milangkala Tatar Sunda, DPRD Jabar: Jangan Ajarkan Sejarah Ngawur ke Generasi Muda!

Legenda Cipamali dan Pembelahan Pulau Jawa

Banyak yang bertanya-tanya, sejak kapan etnis Sunda dan Jawa terpisah secara wilayah? Dalam mitos populer seperti kisah Ciung Wanara, perpisahan ini diibaratkan melalui pertarungan suci antara Ciung Wanara dan Hariang Banga.

Saat keduanya tersadar bahwa pertikaian antar saudara adalah pemali (tabu), mereka membagi wilayah. Ciung Wanara melempar Hariang Banga ke seberang sungai Cipamali. Sejak saat itu, sisi barat sungai menjadi wilayah Sunda yang identik dengan budaya pantun dan kecapi, sementara sisi timur menjadi wilayah Jawa.

Konstruksi Identitas di Era Kolonial

Namun, secara administratif, kesadaran teritorial ini baru mengeras saat era kolonial. Holy Rafika Dhona dalam bukunya, Subjek Sunda: Genealogi, Kelahiran, dan Kewilayahan (2024), menjelaskan bahwa dulu masyarakat menganut sistem Mandala—di mana loyalitas lebih kepada raja daripada batas peta.

Baca Juga:  Pemda Jabar Gelar Rebana Expo Upaya Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Baru

Perubahan drastis terjadi saat Thomas Stanford Bingley Raffles dan East India Company (EIC) menguasai Jawa (1811-1814). Raffles membedakan dua kelompok berdasarkan tuturan bahasa dalam History of Java (1817).

“Raffles tidak hanya ingin membedakan bahasa Jawa dan Sunda, melainkan membedakan manusia di Jawa dan manusia di Sunda,” ungkap Dhona dalam karyanya.

Kini, dengan diusulkannya perubahan nama menjadi Provinsi Sunda, masyarakat Jawa Barat seolah ingin menegaskan kembali identitas yang sempat dibentuk oleh sejarah panjang, perpaduan mitologi, dan catatan administratif masa lalu. Akankah usulan ini resmi mengganti wajah Jabar di masa depan? Kita nantikan kelanjutannya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya sunda DPRD Jawa Barat jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral

Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape

Pemkot Bandung Rencanakan Museum Musik Indonesia, Lokasi Masih Dikaji

Data Warga Bandung Dikebut! 435 Ribu KK Ditargetkan Terverifikasi hingga Desember 2026

ilustrasi penembakan

Fakta Tragis Pelajar SMA di Garut Jadi Korban Penembakan Airgun, Peluru Logam Bersarang di Mata

Rumah di Antapani Bandung Terbakar Hebat, Pemilik Kaget Lihat Asap Tebal dari Lantai 2

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.