Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kasus Hilangnya Mahasiswi Telkom University Masih Misterius, Jejak Digital Mendadak Hilang

Senin, 6 Juli 2026 11:20 WIB

Viral! Caption “Well well well” Erling Haaland Usai Norwegia Singkirkan Brasil

Senin, 6 Juli 2026 11:00 WIB

Emas yang ‘Dibuang’? Kisah Desak Made Juara Dunia Panjat Tebing di Polandia Tanpa Ongkos Pemerintah

Senin, 6 Juli 2026 10:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kasus Hilangnya Mahasiswi Telkom University Masih Misterius, Jejak Digital Mendadak Hilang
  • Viral! Caption “Well well well” Erling Haaland Usai Norwegia Singkirkan Brasil
  • Emas yang ‘Dibuang’? Kisah Desak Made Juara Dunia Panjat Tebing di Polandia Tanpa Ongkos Pemerintah
  • Harga Emas Antam Hari Ini 6 Juli 2026 Tak Bergerak! Cek Harga Terbaru sebelum Beli
  • Wacana Provinsi Sunda Menguat: Bongkar Asal-usul Nama dan Sejarah Pemisah Jawa-Sunda
  • Mariano Peralta dan Ole Romeny Merapat ke Persib? Cek Update Terbaru dari Manajemen!
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • Update Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 6 Juli 2026: Klaim Skin dan Diamond Gratis!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 6 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Wacana Provinsi Sunda Menguat: Bongkar Asal-usul Nama dan Sejarah Pemisah Jawa-Sunda

By Aga GustianaSenin, 6 Juli 2026 10:24 WIB3 Mins Read
Ilustrasi, wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat jadi Provinsi Sunda. (Foto: bukamata.id/AI)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda kini bukan sekadar obrolan di warung kopi. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat baru saja menyepakati usulan tersebut untuk melangkah ke tahap legislasi. Langkah ini diambil sebagai upaya mengembalikan identitas kultural yang selama ini seolah kehilangan “rumah” geografisnya.

Padahal, dalam catatan sejarah dunia, nama “Sunda” bukan sekadar label lokal. Dulu, istilah ini sempat disematkan pada seluruh Pulau Jawa, bahkan diakui dunia melalui penyebutan kepulauan Sunda Besar dan Sunda Kecil.

Menggali Makna Filosofis di Balik Nama ‘Sunda’

Banyak yang bertanya, apa sebenarnya arti di balik kata Sunda? Melalui buku ‘Sadjarah Sunda, Djilid I, Dugi ka Runtagna Karadjaan Padjadjaran’ (1958), Drs. R. Ma’un Atmamihardja membedah asal-usul etimologi kata tersebut dari berbagai sudut pandang bahasa kuno.

Setidaknya ada empat interpretasi mendalam yang selama ini jarang diketahui publik:

  1. Perspektif Sansekerta: Secara harfiah, Sund (tanpa akhiran ‘a’) berarti “sinar yang menyembur” atau terang. Konon, ini merujuk pada penampakan Gunung Sunda (di area Tangkubanparahu) yang terlihat memutih dari kejauhan.
  2. Perspektif Bahasa Kawi: Dalam naskah sastra kuno, Sunda dikaitkan dengan air, tumpukan, pangkat, hingga kewaspadaan. Ini sangat selaras dengan kondisi geografis tatar Sunda yang subur, berlimpah air, dan penuh pemandangan gunung yang indah.
  3. Perspektif Bahasa Jawa: Kata Sunda dimaknai sebagai susunan atau tempat penyimpanan. Wilayah ini dianggap sebagai “gudang” kekayaan alam dan hasil bumi yang melimpah.
  4. Perspektif Bahasa Sunda: Diambil dari kata Sa-unda atau Sat-tunda, yang artinya panundaan atau tempat menyimpan segala pemenuhan kebutuhan hidup (the place of deposit).
Baca Juga:  UMP Jabar Resmi Naik 3,57 Persen, akan Berlaku Tahun Depan

Menariknya, akar kata ini juga dekat dengan Sundara (ganteng/cantik) dan Sundari, yang mencerminkan betapa mempesonanya tanah ini bagi para pendatang zaman dulu, termasuk mereka yang tiba dari tanah India.

Baca Juga:  Bosan Lembang? Ini 10 Wisata Subang Terbaru 2026 yang Lagi Hits & Murah!

Legenda Cipamali dan Pembelahan Pulau Jawa

Banyak yang bertanya-tanya, sejak kapan etnis Sunda dan Jawa terpisah secara wilayah? Dalam mitos populer seperti kisah Ciung Wanara, perpisahan ini diibaratkan melalui pertarungan suci antara Ciung Wanara dan Hariang Banga.

Saat keduanya tersadar bahwa pertikaian antar saudara adalah pemali (tabu), mereka membagi wilayah. Ciung Wanara melempar Hariang Banga ke seberang sungai Cipamali. Sejak saat itu, sisi barat sungai menjadi wilayah Sunda yang identik dengan budaya pantun dan kecapi, sementara sisi timur menjadi wilayah Jawa.

Konstruksi Identitas di Era Kolonial

Namun, secara administratif, kesadaran teritorial ini baru mengeras saat era kolonial. Holy Rafika Dhona dalam bukunya, Subjek Sunda: Genealogi, Kelahiran, dan Kewilayahan (2024), menjelaskan bahwa dulu masyarakat menganut sistem Mandala—di mana loyalitas lebih kepada raja daripada batas peta.

Baca Juga:  Gita KDI Gerebek Pasar Cianjur, Serap Keluhan Pedagang dan Pelaku UMKM

Perubahan drastis terjadi saat Thomas Stanford Bingley Raffles dan East India Company (EIC) menguasai Jawa (1811-1814). Raffles membedakan dua kelompok berdasarkan tuturan bahasa dalam History of Java (1817).

“Raffles tidak hanya ingin membedakan bahasa Jawa dan Sunda, melainkan membedakan manusia di Jawa dan manusia di Sunda,” ungkap Dhona dalam karyanya.

Kini, dengan diusulkannya perubahan nama menjadi Provinsi Sunda, masyarakat Jawa Barat seolah ingin menegaskan kembali identitas yang sempat dibentuk oleh sejarah panjang, perpaduan mitologi, dan catatan administratif masa lalu. Akankah usulan ini resmi mengganti wajah Jabar di masa depan? Kita nantikan kelanjutannya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Asal Usul Nama Sunda budaya sunda DPRD Jawa Barat Identitas Sunda jawa barat Provinsi Sunda sejarah Sunda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus Hilangnya Mahasiswi Telkom University Masih Misterius, Jejak Digital Mendadak Hilang

Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?

Gempar! Siapa Basri Kajang? Sosok Konsultan Politik yang Terseret Isu Hubungan dengan Bupati Gowa

Padam Listrik

PLN Pastikan Tak Ada Lagi Pemadaman di Jawa, Kalbar Justru Alami Giliran Padam 7 Hari

Detik-Detik Mencekam! Pekerja 20 Tahun Tersetrum di Rigging Videotron Konser Bandung

KDM Panggil Bupati Purwakarta Usai Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ Viral

Terpopuler
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.