Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan di GBLA? Laga Penentu Persib di ACL Two Terancam Geser ke Si Jalak Harupat

Jumat, 21 Agustus 2026 22:05 WIB

14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran

Jumat, 21 Agustus 2026 21:35 WIB

Persib Punya 12 Pemain Asing, Igor Tolic Akhirnya Buka Suara soal Siapa yang Bakal Dilepas

Jumat, 21 Agustus 2026 21:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan di GBLA? Laga Penentu Persib di ACL Two Terancam Geser ke Si Jalak Harupat
  • 14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran
  • Persib Punya 12 Pemain Asing, Igor Tolic Akhirnya Buka Suara soal Siapa yang Bakal Dilepas
  • Terbang Ke Australia Hingga Korea, Marc Klok Jujur Soal Beban Persib di ACL Two
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
  • Gudang Hancur, Beras Utuh! Keteladanan Hati Warga NTT yang Bikin Satu Indonesia Terharu
  • Bansos Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Status Penerima PKH dan BPNT Sekarang
  • Gratis dari Liverpool! Real Madrid Amankan Bek Prancis Ibrahima Konate hingga 2030
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Koperasi Merah Putih di Tengah Gunung Bandung Barat, Kades Beri Penjelasan

By Aga GustianaSenin, 6 Juli 2026 15:05 WIB3 Mins Read
Viral Koperasi Merah Putih di tengah Stone Garden Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah bangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kabupaten Bandung Barat menjadi sorotan setelah videonya ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman yang viral, bangunan tersebut tampak berdiri di tengah kawasan perbukitan karst Stone Garden dan dikelilingi semak serta rumpun bambu, sehingga memunculkan anggapan koperasi itu dibangun di tengah hutan.

Lokasi Koperasi Merah Putih tersebut berada di Kampung Girimulya, RT 02/RW 09, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Tampilan bangunan yang berdiri di kawasan perbukitan kapur membuat banyak warganet mempertanyakan alasan pemilihan lokasi. Apalagi, di belakang bangunan terlihat gugusan batuan purba khas Stone Garden yang menjadi daya tarik wisata di kawasan tersebut.

Bangunan Belum Sepenuhnya Rampung

Saat ini pembangunan koperasi masih menyisakan tahap akhir. Bangunan berukuran sekitar 20 x 30 meter itu tinggal menyelesaikan sekitar 10 persen pekerjaan, termasuk pemasangan rolling door serta penataan furnitur yang nantinya digunakan untuk memajang produk.

Baca Juga:  KPU KBB Kerahkan 4.808 Pantarlih untuk Coklit Data Pemilih Pilkada 2024

Meski dalam video terlihat terisolasi, bangunan tersebut sebenarnya berada di area parkir objek wisata Indiana Camp dan Stone Garden.

Lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari Jalan Raya Padalarang-Cianjur. Akses menuju lokasi memang berupa jalan berbatu, namun masih berada tidak jauh dari permukiman warga Kampung Girimulya.

Kades Bantah Dibangun di Atas Gunung

Kepala Desa Gunungmasigit, Tarkopa, menilai informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya.

Menurut dia, bangunan koperasi memang berada di kawasan sekitar Stone Garden, tetapi bukan di puncak gunung seperti yang banyak diasumsikan.

“Posisinya di atas gunung, sebenarnya tidak. Tapi di bawah Gunung Masigit bahkan itu di lapang, di lapang parkir Stone Garden. Dan juga pembangunan itu tidak mengganggu lapang parkir karena memang diatur lah jangan sampai posisinya ada di tengah-tengah,” kata Tarkopa, Senin (6/7/2026).

Stone Garden Dipilih dari Lima Lokasi Usulan

Tarkopa menjelaskan, pemerintah desa sebelumnya mengajukan lima lokasi tanah carik sebagai alternatif pembangunan Koperasi Merah Putih kepada PT Agrinas Pangan Nusantara yang menjalankan program tersebut.

Baca Juga:  Disdik Bandung Barat Siap Terapkan Konsep Gapura Panca Waluya

“Saya tunjukkan ada beberapa titik carik desa. Di antaranya Stone Garden, yaitu di RW 9 Girimulya, kedua carik desa di RW 16 di Liung Gunung, yang ketiga di Cigintung di RW 21, yang keempat di RW 19 di RW Cihalimun, dan yang kelima itu ada di Cicalada,” kata Tarkopa.

Setelah dilakukan peninjauan, kawasan Stone Garden dinilai paling layak karena memenuhi aspek lokasi dan kemudahan akses sehingga dipilih sebagai titik pembangunan.

“Jadi pemerintah desa hanya sampai ke situ. Ya, secara jujur itu tidak di atas gunung. Di bawah gitu, di antara Gunung Masigit dan apa Stone Garden. Ke permukiman juga kan tidak terlalu jauh,” ujar Tarkopa.

Diharapkan Dukung Wisata dan Ketahanan Pangan

Ke depan, pemerintah desa berharap koperasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi juga dapat mendukung pengembangan kawasan wisata Stone Garden.

Baca Juga:  Menu Ayam Diduga Basi, 54 Siswa SMP di KBB Alami Keracunan Makanan

Tarkopa mengatakan koperasi diharapkan dapat bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam memasok kebutuhan usaha milik warga yang berada di sekitar objek wisata.

“Harapan saya nantinya bisa berkolaborasi dengan pihak Pokdarwis karena kan Stone Garden itu dikelola oleh Pokdarwis. Ya itu nanti bisa berkolaborasi ya. Nah, nanti dengan warung-warung itu kan nanti bisa disuplai oleh Kopdes di situ,” kata Tarkopa.

Selain itu, koperasi juga diproyeksikan menjadi wadah penyaluran hasil pertanian masyarakat sekaligus memperkuat program ketahanan pangan di Desa Gunungmasigit.

“Kemudian mudah-mudahan dengan adanya Kopdes ini nanti bisa mengangkat ketahanan pangan yang ada. Dan ke depannya juga Kopdes itu bisa menyuplai kepada MBG yang ada di Desa Gunung Masigit,” imbuhnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat Cipatat Desa Gunungmasigit KMP koperasi merah putih Stone Garden
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran

Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent

Gudang Hancur, Beras Utuh! Keteladanan Hati Warga NTT yang Bikin Satu Indonesia Terharu

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Status Penerima PKH dan BPNT Sekarang

7.326 PPPK Paruh Waktu Bandung Dapat Kepastian, Ini Alasan Belum Diangkat Jadi Penuh Waktu

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Saldo Bansos Belum Masuk? Ini Penyebab PKH, BPNT dan Bantuan Beras Agustus 2026 Belum Cair

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.