Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dentuman Dini Hari Bandung & Raungan Krakatau: Rekam Jejak Monster Vulkanik hingga Firasat Tirta Siregar!

Sabtu, 5 September 2026 09:25 WIB

Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau

Sabtu, 5 September 2026 07:54 WIB

1,4 Juta Penerima Bansos dan 1.900 Pegawai Kemensos Terlacak Main Judi Online!

Sabtu, 5 September 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dentuman Dini Hari Bandung & Raungan Krakatau: Rekam Jejak Monster Vulkanik hingga Firasat Tirta Siregar!
  • Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau
  • 1,4 Juta Penerima Bansos dan 1.900 Pegawai Kemensos Terlacak Main Judi Online!
  • Mau Tahu Masuk Desil Berapa? Cek Bansos September 2026 dengan NIK
  • 4 Laga Menegangkan Persib di September 2026, Ada El Clasico dan Duel di Korea Selatan
  • Bansos September 2026 Cair! Ini 5 Bantuan yang Masuk Tahap 3, Ada BPNT hingga PKH
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini, 5 September 2026: Dapatkan Kuota DANA Kaget Hingga Ratusan Ribu
  • Klaim Item Langka! Kode Redeem Free Fire Terbaru 5 September 2026, Segera Tukarkan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 5 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dentuman Dini Hari Bandung & Raungan Krakatau: Rekam Jejak Monster Vulkanik hingga Firasat Tirta Siregar!

By Aga GustianaSabtu, 5 September 2026 09:25 WIB7 Mins Read
Gunung Krakatau. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Keheningan malam di kawasan Bandung Raya dan sekitarnya mendadak buyar pada Jumat (4/9/2026) menjelang tengah malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari. Gelombang suara tak biasa menggelegar beruntun di udara, memicu keresahan warga yang bermukim ratusan kilometer dari pesisir Selat Sunda. Dentuman rendah bergetar konstan—mirip hantaman martil ke dinding beton atau gema bass berkekuatan raksasa—membuat pintu kayu dan kaca jendela rumah-rumah penduduk bergetar halus dalam durasi relatif panjang.

Laporan mengenai fenomena ini dengan cepat membanjiri jejaring sosial. Dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Purwakarta, hingga Cianjur, warganet mengonfirmasi pengalaman serupa. Rentang waktu peristiwa terdeteksi konsisten antara pukul 23.30 WIB hingga 02.00 WIB.

“Saya tinggal di Bandung Timur, terbangun sekitar jam 1-an. Terdengar ada suara, kaca di kamar mandi juga bergetar. Sampai sekarang jadi enggak bisa tidur, was-was,” tulis pemilik akun @nisa**** dalam riuhnya percakapan media sosial. Ungkapan Senada disampaikan akun @zaxth****** yang menuturkan, “Terdengar berkali-kali dari jam 23-an sampai jam 2an.”

Di tengah keresahan dan spekulasi liar yang menghubungkan gema misterius ini dengan aktivitas vulkanik di Selat Sunda, publik kembali teringat pada jejak raksasa purba bernama Gunung Krakatau—sebuah monster geologi yang sejarahnya penuh ledakan dahsyat, peringatan mistis, serta misteri alam semesta.

Erupsi “Lava Fountain” di Lampung Selatan

Di saat yang berdekatan dengan riuhnya laporan warga Pasundan, data resmi Magma Kementerian ESDM mencatat aktivitas signifikan pada Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan. Gunung api setinggi 157 mdpl tersebut mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga Sabtu (5/9/2026) pagi.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (GAK) Pasauran menginterpretasikan fenomena ini sebagai lava fountain atau air mancur lava pijar. Dalam rentang pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB, terekam satu kali gempa letusan dengan amplitudo maksimum mencapai 70 mm dan durasi yang sangat panjang, yakni 21.600 detik (sekitar 6 jam penuh). Erupsi vulkanik tersebut dikonfirmasi mengeluarkan suara dentuman dan gemuruh yang terdengar hingga ke pos pengamatan di pesisir Banten.

Pihak berwenang menetapkan rekomendasi ketat agar masyarakat, wisatawan, maupun nelayan tidak beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari kawah aktif. Meskipun demikian, apakah dentuman keras yang menggetarkan kaca rumah warga di Bandung Raya secara ilmiah berasal dari letusan Anak Krakatau, masih membutuhkan konfirmasi rinci dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Namun secara historis dan akademis, gema dan gelombang tekanan (acoustic wave) dari Krakatau memang memiliki reputasi menembus batas jarak ribuan kilometer.

Baca Juga:  Ustaz Kondang Asal Bandung Dilaporkan Anak Kandung Atas Dugaan KDRT

Fakta Menarik Krakatau: Raksasa Penyebab Gejolak Dunia

Mengapa nama Krakatau begitu membakar imajinasi dan ketakutan masyarakat ketika mendengar suara dentuman dari langit? Jawabannya tersimpan dalam catatan sejarah geologi yang mengerikan. Krakatau bukan sekadar gunung berapi biasa; ia adalah salah satu mesin vulkanik paling mematikan dalam peradaban modern.

Berikut adalah sejumlah fakta mencengangkan mengenai rekam jejak Krakatau dan penerusnya, Anak Krakatau:

1. Letusan Paling Mematikan dalam Sejarah Modern

Pada Agustus 1883, letusan karismatik Krakatau menghancurkan dirinya sendiri dan memicu gelombang tsunami raksasa setinggi 36 meter (120 kaki) yang menyapu pesisir Jawa Barat dan Sumatera. Lebih dari 36.000 jiwa tewas melayang akibat material hembusan panas serta terjangan air laut yang meratakan 165 desa pesisir. Sebelum musibah dahsyat itu, kapal-kapal perang seperti kapal Jerman Elizabeth telah melihat awan abu membubung setinggi 9,6 kilometer di atas puncak gunung sejak Mei 1883.

2. Pertemuan Lempeng Tektonik Indo-Australia

Karakter raksasa Krakatau terbentuk akibat proses geologi kompleks: subduksi lempeng tektonik Indo-Australia yang menghujam ke bawah lempeng Eurasia saat bergerak ke utara. Sebelum letusan 1883, kompleks ini memiliki tiga puncak vulkanik yang saling terhubung: Perboewatan (di utara, paling aktif), Danan (di tengah), dan Rakata (puncak terbesar di selatan). Ledakan dahsyat menyatukan ketiga puncak itu ke dalam kaldera bawah laut.

3. Kekuatan Ledakan Setara 200 Megaton TNT

Indeks Eksplosivitas Vulkanik (VEI) mencatat letusan Krakatau tahun 1883 berada di peringkat 6, dengan kekuatan ledakan diperkirakan mencapai 200 megaton TNT. Sebagai pembanding, bom atom yang meratakan Hiroshima berkekuatan 20 kiloton—artinya letusan Krakatau hampir 10.000 kali lebih dahsyat! Suara ledakannya melintasi samudra hingga jarak 4.500 kilometer, terdengar sampai ke Perth di Australia dan Kepulauan Rodrigues di Samudra Hindia. Seperdelapan penduduk bumi kala itu dilaporkan mendengar dentumannya.

Baca Juga:  Museum 198x Bandung, Kembali Menyapa Masa Kecil dengan Koleksi Mainan Era 80-an

Ledakan pada 27 Agustus 1883 itu memicu reaksi phreatomagmatic saat ruang magma pecah dan mengizinkan air laut masuk membasahi lava membara. Uap superpanas melontarkan aliran piroklastik melintasi permukaan laut sejauh 40 kilometer dengan kecepatan menembus 100 km/jam.

4. Menutup Langit dan Mengubah Iklim Global

Lontaran material vulkanik diperkirakan mencapai 45 kilometer kubik (11 mil kubik), membuat atmosfer tertutup rapat hingga radius 442 kilometer dari pusat ledakan. Kegelapan total menyelimuti kawasan sekitar selama tiga hari berturut-turut tanpa fajar. Gelombang kejut di atmosfer terekam mengelilingi planet bumi sebanyak tujuh kali.

Lapisan aerosol sulfur dioksida yang terlempar ke lapisan stratosfer memantulkan sinar matahari, menyebabkan fenomena langit merah darah saat matahari terbenam di Eropa dan Amerika Serikat. Suhu rata-rata global bahkan tercatat merosot 1,2 derajat Celsius selama lima tahun berturut-turut pascaletusan.

5. Lahirnya Anak Krakatau

Dari puing-puing kaldera bawah laut raksasa itu, lahirlah sebuah “bayi” vulkanik. Pada 20 Januari 1930, kemunculan kerucut gunung api baru di pusat kompleks Krakatau secara resmi diakui. Dikenal sebagai Gunung Anak Krakatau, pulau ini tumbuh pesat lewat erupsi-erupsi kompilasi. Sejak lahir hingga tahun 2000, Anak Krakatau telah meletus lebih dari 100 kali, terus menambah ketinggiannya hingga sempat mencapai lebih dari 300 mdpl sebelum sebagian tubuhnya runtuh pada peristiwa tsunami Selat Sunda, 22 Desember 2018.

Ramalan dan “Pesan Semesta” Tirta Siregar

Di tengah perpaduan antara data ilmiah dan kebingungan publik atas suara dentuman misterius yang terdengar malam itu, persepsi mistis dan spiritual kerap mengambil porsi tersendiri dalam kebudayaan masyarakat. Salah satu sosok yang menjadi perbincangan hangat adalah Tirta Siregar, seorang kreator konten yang mengklaim memiliki kepekaan batin terhadap tanda-tanda alam.

Melalui rekaman video di akun Instagram pribadinya, @tirtasiregar, Tirta menyampaikan pandangan spiritualnya terkait gejolak gunung berapi, termasuk Gunung Krakatau.

“Gunung berapi sedang bereaksi. Ya. Itu adalah video yang saya buat dan sudah saya sampaikan di akun TikTok, ya. Mengenai gunung yang akan segera meletus, itu video saya buat pada tanggal 27 September 2025,” ujar Tirta dalam rekamannya.

Ia menceritakan bahwa sejak kecil, dirinya memiliki kebiasaan rutin mendoakan dan mengirimkan doa Al-Fatihah setiap hari untuk alam—mulai dari daratan, lautan, sungai, hingga seluruh gunung berapi di dunia beserta para “penjaganya”. Karena ikatan batin tersebut, Tirta mengaku bisa merasakan “getaran” serta rasa panas ketika suatu gunung berapi tengah bergejolak.

Baca Juga:  Menginap dengan Gaya di Cartel Bandung, Hotel Kekinian untuk Generasi Kreatif

“Jadi sinyal-sinyal yang akan terjadi di dalam semesta ini, itu diperlihatkan sama saya seperti saya nonton TV, gitu… Habis gitu di saat saya bertanya ‘Sebenarnya ini di mana ya?’, itu ada yang bisikin di telinga saya. ‘Ini, ini’ gitu, ya. Gunung ini, atau laut ini, atau daratan ini,” ungkapnya.

Tirta menegaskan bahwa ungkapan spiritual yang sering dip bagikannya bukan bertujuan menakut-nakuti masyarakat atau menyebar hoax. Ia menyebut fenomena alam yang ia “rasakan”—termasuk getaran Gunung Anak Krakatau saat dirinya berada di kawasan pesisir Anyer-Carita—adalah bentuk peringatan dari Tuhan.

“Saya hanya sebagai pembawa pesan. Saya hanya bisa menyampaikan apa yang saya lihat, apa yang diberikan ke saya… Supaya apa? Kita manusia itu sadar dan bertobat, ya. Sadar dan bertobat, mohon ampun kepada Tuhan yang diyakini masing-masing,” tuturnya menambahkan bahwa rincian detail lokasi dan waktu merupakan rahasia Ilahi yang tidak boleh dibuka secara gamblang.

Menghubungkan Sains, Intuisi, dan Kewaspadaan

Fenomena dentuman keras yang terdengar di Bandung Raya hingga Cianjur, bertepatan dengan erupsi lava fountain Gunung Anak Krakatau, memperlihatkan betapa dinamisnya bumi tempat kita berpijak. Di satu sisi, penjelasan ilmiah sains geologi memaparkan bagaimana aktivitas magma dan rambatan gelombang suara akustik bekerja melalui lapisan atmosfer. Di sisi lain, narasi spiritual seperti yang disampaikan Tirta Siregar menjadi pengingat kearifan lokal agar manusia senantiasa mawas diri dan menjaga harmonisasi dengan alam sekitar.

Krakatau, baik dalam wujud purbanya maupun dalam sosok Anak Krakatau, akan terus menjadi simbol kekuatan alam yang tak terduga. Di tengah penantian konfirmasi resmi BMKG mengenai asal-usul dentuman misterius semalam, masyarakat diimbau untuk tidak panik, menapis informasi yang beredar, serta senantiasa mematuhi radius aman yang ditetapkan oleh PVMBG dan otoritas kebencanaan. Sebab pada akhirnya, baik lewat sains maupun pesan keagamaan, kesiapsiagaan adalah kunci utama manusia dalam berdampingan dengan sang raksasa vulkanik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung erupsi gunung krakatau Selat Sunda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Mau Tahu Masuk Desil Berapa? Cek Bansos September 2026 dengan NIK

Bansos September 2026 Cair! Ini 5 Bantuan yang Masuk Tahap 3, Ada BPNT hingga PKH

Mulai 2027? Status PPPK Paruh Waktu Guru Dibahas, Ini Rincian Gaji per Golongan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT September 2026 Lewat HP, Masukkan NIK KTP dan Lihat Statusnya

Netizen +62 Dukung Demo Malaysia! Tolong Bikin Malu Pejabat Kami, Cik!

Terpopuler
  • Video Kasir Indomaret 7 Menit Viral, Waspada Link ‘Full’ Palsu
  • Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau
  • FSP BPD SI Tolak Pengalihan Payroll ASN ke Himbara, Warning Risiko PHK dan Anjloknya Ekonomi Daerah
  • Persib Bandung Lolos ke Fase Grup ACL Two, Igor Tolic Langsung Alihkan Fokus
  • Dijual Aja Liganya! Deretan Blunder Bos I.League Ferry Paulus Yang Bikin Netizen Puncak Emosi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.