Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Digital Meluncur 10 November? Luhut Targetkan 100 Juta Warga Terdaftar

Jumat, 30 Oktober 2026 06:00 WIB

Dari Murah hingga Mewah, Ini Daftar Steak Enak di Bandung Pilihan Warganet

Jumat, 30 Oktober 2026 03:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cair Rp600 Ribu! Begini Cara Cek dan Ambil BPNT Oktober-Desember 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos Digital Meluncur 10 November? Luhut Targetkan 100 Juta Warga Terdaftar
  • Dari Murah hingga Mewah, Ini Daftar Steak Enak di Bandung Pilihan Warganet
  • Cair Rp600 Ribu! Begini Cara Cek dan Ambil BPNT Oktober-Desember 2026
  • Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa
  • Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo
  • Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory
  • Teror Suporter Beruntun di Oktober, PSSI Siapkan Sanksi Pengurangan Poin
  • Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ustaz Kondang Asal Bandung Dilaporkan Anak Kandung Atas Dugaan KDRT

By Aga GustianaSelasa, 26 Agustus 2025 21:27 WIB2 Mins Read
kekerasan
Ilustrasi kekerasan seksual. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang ustaz terkenal asal Kota Bandung, berinisial EE, dilaporkan ke Polrestabes Bandung atas dugaan melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap anak kandungnya. Laporan tersebut dibuat oleh NAT (19), anak kedua dari pernikahan EE dengan istri pertamanya, pada 4 Juli 2025.

Kasus ini tercatat dengan nomor laporan LP/B/985/VII/2025/2025/SPKT/POLRESTABES BANDUNG/POLDA JABAR. Dalam laporan, EE diduga melanggar Pasal 44 juncto Pasal 5 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, serta Pasal 170 KUHP mengenai pengeroyokan.

Kronologi Dugaan Kekerasan

Kuasa hukum NAT, Zaideni Herdiyasin, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di rumah keluarga ustaz EE di kawasan Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung.

“Peristiwa terjadi pada 4 Juli 2025, saat NAT datang untuk menemui ayahnya dan meminta nafkah bulanan serta biaya kuliah. Namun, saat hendak pulang, dia mengalami perlakuan kekerasan,” ujar Zaideni dalam keterangannya, Selasa (26/8/2025).

Baca Juga:  Waspada! Aksi Begal di Bandung Makin Marak, Polisi Siapkan Skenario Keamanan Baru

Menurutnya, dugaan kekerasan tidak hanya melibatkan ustaz EE, tetapi juga keluarga lain. NAT menyebut ibu tirinya, berinisial DSA, sempat meludahi dan menarik jaketnya. Ia juga mengaku mendapat perlakuan kasar dari ayah kandungnya sendiri.

Baca Juga:  Bandung Kembali Digoyang Gempa Pagi Ini, BMKG Ungkap Pemicunya

“Ustaz EE sendiri diduga sempat meludahi dan memukul korban. Bahkan paman korban memukul helm yang dipakai NAT hingga bagian depannya hancur,” kata Zaideni.

Proses Penyelidikan Polisi

Kasus ini saat ini ditangani Unit PPA Polrestabes Bandung. NAT bersama sejumlah saksi telah menjalani pemeriksaan pada 18 Juli 2025, sementara pihak terlapor memenuhi panggilan penyidik pada 22 Juli 2025.

“Informasi yang kami terima, Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) sudah diterbitkan, dan proses pemeriksaan saksi-saksi lain masih terus berlangsung. Semua terlapor juga diketahui telah menunjuk kuasa hukum masing-masing,” tambah Zaideni.

Baca Juga:  5 Titik Jalan di Bandung yang akan Ditutup saat Malam Tahun Baru

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari ustaz EE maupun tim kuasa hukumnya.

Polisi Masih Dalami Kasus

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Abdul Rahman, membenarkan adanya laporan tersebut. Namun ia menyebut pihaknya masih terus melakukan pendalaman.

“Itu tanggal 4 Juli 2025, nanti akan kami cek dulu,” singkat Abdul Rahman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung kasus hukum KDRT Polrestabes Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Digital Meluncur 10 November? Luhut Targetkan 100 Juta Warga Terdaftar

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cair Rp600 Ribu! Begini Cara Cek dan Ambil BPNT Oktober-Desember 2026

Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo

Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98

Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk

Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.