bukamata.id – Harga sejumlah barang kebutuhan pokok di Kota Bandung terpantau relatif stabil. Bahkan, beberapa komoditas seperti cabai rawit merah, cabai rawit hijau, dan cabai merah keriting mengalami penurunan harga dibandingkan pekan sebelumnya.
Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, mengatakan kondisi tersebut berdasarkan hasil pemantauan terakhir yang dilakukan pada Kamis (23/7/2026) di sejumlah pasar tradisional.
Pemantauan dilakukan di Pasar Palasari, Kosambi, Astana Anyar, Sederhana, Kiaracondong, dan Ciwastra.
“Alhamdulillah untuk beberapa komoditi barang kebutuhan pokok masih relatif stabil. Bahkan beberapa komoditi cenderung turun,” ujar Meiwan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (28/7/2026).
Ia menyebut harga rata-rata cabai rawit merah turun dari sekitar Rp51 ribu menjadi Rp44 ribu per kilogram. Kemudian cabai rawit hijau turun dari Rp60 ribu menjadi Rp56 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga cabai merah keriting juga mengalami penurunan dari sekitar Rp45.500 menjadi Rp39.500 per kilogram. Adapun cabai merah tanjung masih bertahan di kisaran Rp57 ribu per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, harga daging ayam masih relatif stabil di angka Rp36 ribu per kilogram. Sedangkan telur ayam mengalami kenaikan tipis dari sebelumnya sekitar Rp25.500 menjadi Rp26 ribu per kilogram.
“Memang kemarin ada sedikit kenaikan itu di telur ayam, yang sebelumnya harga rata-rata Rp25.500 jadi Rp26.000. Tapi alhamdulillah sampai saat ini terkait ketersediaan beberapa barang kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional masih relatif aman,” katanya.
Meiwan memastikan permintaan masyarakat terhadap bahan pokok juga belum menunjukkan lonjakan signifikan. Kondisi tersebut membuat pasokan dan harga sejumlah komoditas masih dapat terjaga.
“Permintaan masih relatif tetap, tidak ada tingkat lonjakan yang signifikan,” ucapnya.
Sementara untuk beras, Meiwan menyebut harganya masih relatif stabil. Beras medium berada di kisaran Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras premium sekitar Rp14.900 per kilogram, tergantung jenis dan kualitas beras yang dijual di pasar.
“Kalau beras itu macam-macam. Harga beras medium di Rp13.500, kalau tidak salah premium di Rp14.900. Rata-rata relatif stabil, tergantung jenisnya,” jelasnya.
Memasuki musim kemarau, Meiwan mengatakan komoditas hortikultura, khususnya sayuran dan cabai, menjadi salah satu yang perlu mendapat perhatian karena harganya cenderung lebih mudah mengalami fluktuasi.
Namun, ia memastikan pasokan cabai ke Kota Bandung hingga saat ini masih aman. Komoditas tersebut dipasok dari sejumlah daerah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Garut, hingga Kabupaten Bandung Barat.
“Kalau kemarau, biasanya yang paling sering terjadi naik turun itu sayuran, termasuk cabai. Tapi alhamdulillah sampai saat ini masih relatif stabil pasokannya ke Kota Bandung,” tuturnya.
Terkait kemungkinan perubahan harga akibat pemberlakuan kembali Harga Eceran Tertinggi (HET), Meiwan mengatakan kenaikan harga lebih banyak dipengaruhi mekanisme permintaan dan ketersediaan barang.
“Lebih kepada faktor permintaan, termasuk supply and demand. Kalau permintaan meningkat dan ketersediaannya kurang, mungkin ada kenaikan. Tapi sampai saat ini kenaikannya juga tidak signifikan,” katanya.
Meiwan juga memastikan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) diperbolehkan untuk dijual melalui toko ritel sesuai ketentuan yang berlaku.
“Memang boleh,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










