Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 17:04 WIB

Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat

Jumat, 2 Oktober 2026 16:51 WIB

Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan

Jumat, 2 Oktober 2026 16:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja
  • Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat
  • Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan
  • Lempar Bola Panas, Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Megaproyek Data Center AI
  • Polisi Bekuk Terduga Pencuri Kabel APILL yang Bikin Lampu Merah Bandung Padam
  • FAM Layangkan Protes Resmi ke FIFA Terkait Lonjakan Injury Time Laga Indonesia vs Bangladesh
  • Dedi Mulyadi Hadiri Pengukuhan PWI Jabar, Ingatkan Pers Jaga Independensi
  • GBLA Belum Siap, 3 Pertandingan Persib Oktober Digelar di Si Jalak Harupat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan

By SusanaJumat, 2 Oktober 2026 16:41 WIB3 Mins Read
Ilustrasi keracunan. (Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panyandaan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dihentikan sementara selama 20 hari setelah muncul dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penghentian tersebut dilakukan setelah 14 siswa SDN Garuda, Cisarua, mengalami sejumlah keluhan setelah menyantap menu MBG pada Selasa (29/9/2026).

Ketua Satgas MBG Bandung Barat Fauzan Azima mengatakan, masa penghentian operasional dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses kerja dapur SPPG Panyandaan.

“Dapur SPPG tersebut saat ini sudah disuspend selama 20 hari,” kata Fauzan saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).

Berdasarkan laporan investigasi Puskesmas Cisarua, 14 siswa berusia 10-14 tahun mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG. Mereka terdiri atas 10 siswa perempuan dan empat siswa laki-laki.

Sejumlah gejala yang dilaporkan antara lain pusing, mual, perut terasa melilit, sesak napas, muntah hingga diare.

Baca Juga:  Bidik Peluang MBG, Kang DS Ajak Warga NU Jawa Barat Jadi Juragan Telur

Investigasi juga menemukan adanya perubahan rasa dan aroma pada protein hewani sebelum makanan didistribusikan kepada para siswa.

Dalam pemeriksaan organoleptik Batch 2 sekitar pukul 06.20 WIB, protein hewani yang diperiksa disebut memiliki rasa dan aroma asam. Namun, hasil pemeriksaan terhadap sampel berikutnya tidak menunjukkan perubahan serupa pada seluruh potongan protein.

Meski sempat ditemukan perubahan pada makanan, proses distribusi sebelumnya tetap berjalan. Setelah kembali ditemukan protein hewani dengan aroma dan rasa asam, distribusi kemudian dihentikan dan makanan ditarik.

Fauzan mengatakan temuan tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi selama dapur SPPG Panyandaan dihentikan sementara.

” Dengan adanya temuan tersebut, kami ingin memastikan tidak ada lagi makanan yang berisiko diberikan kepada penerima manfaat. Karena itu, selama masa suspend ini seluruh proses akan menjadi bahan evaluasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Prabowo RomBak Pimpinan BGN, Nanik S Deyang Naik Jadi Kepala Badan Gizi Nasional

SPPG Panyandaan Pernah Dikaitkan Kasus Serupa

Penghentian operasional kali ini juga menjadi perhatian karena dapur SPPG Panyandaan sebelumnya pernah dikaitkan dengan dugaan keracunan makanan MBG pada 2025.

Fauzan menyebut kejadian di SDN Garuda merupakan kasus kedua yang berkaitan dengan dapur tersebut. Karena itu, evaluasi tidak hanya diarahkan pada kejadian terbaru, tetapi juga terhadap keseluruhan proses operasional.

“Iya betul. Ini merupakan kasus kedua yang terjadi di dapur tersebut. Karena itu, kami tidak ingin hanya melihat kejadian yang sekarang, tetapi juga mengevaluasi seluruh proses yang ada di dapur,” katanya.

Kasus sebelumnya terjadi pada Oktober 2025. Saat itu, sebanyak 502 siswa SMPN 1 Cisarua dan SDN Garuda dilaporkan mengalami dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan MBG yang diproduksi dari dapur tersebut.

“Kasus sebelumnya menjadi catatan bagi kami. Dengan adanya kejadian kedua, tentu evaluasinya harus lebih menyeluruh, terutama terkait keamanan pangan dan proses pengolahan makanan,” ujar Fauzan.

Baca Juga:  Menu MBG Kelapa Utuh Jadi Sorotan: Siswa Dapat Makanan Bergizi Plus Bonus Angkat Beban

Proses Produksi hingga Distribusi Akan Dievaluasi

Dalam laporan investigasi Puskesmas Cisarua, terdapat dugaan sementara bahwa perubahan kondisi protein hewani berkaitan dengan proses pemasakan yang hanya dilakukan satu kali.

Kondisi tersebut diduga membuat sebagian potongan makanan belum matang secara maksimal. Namun, laporan investigasi tersebut belum menetapkan dugaan tersebut sebagai penyebab final perubahan kondisi makanan.

Fauzan memastikan seluruh tahapan akan diperiksa sebelum SPPG Panyandaan kembali menjalankan operasional.

“Kami akan periksa bagaimana proses produksi, pengolahan sampai distribusi sebelum dapur tersebut kembali beroperasi,” tandasnya.

Selama masa suspend 20 hari, evaluasi akan mencakup keamanan pangan, proses pengolahan makanan hingga mekanisme distribusi menu MBG kepada penerima manfaat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

keracunan makanan KBB keracunan MBG Makan Bergizi Gratis MBG Bandung Barat SPPG KBB SPPG Panyandaan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat

Lempar Bola Panas, Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Megaproyek Data Center AI

Polisi Bekuk Terduga Pencuri Kabel APILL yang Bikin Lampu Merah Bandung Padam

Dedi Mulyadi Hadiri Pengukuhan PWI Jabar, Ingatkan Pers Jaga Independensi

Proyek Data Center BDx di Purwakarta Disorot, Perizinan dan Kebutuhan Air Jadi Perhatian

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.