Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Dana Bansos Belum Masuk? Simak Penyebab dan Cara Cek PKH-BPNT Agustus 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 05:00 WIB

Persib, Persija, Persebaya Langsung Diuji! Ini Jadwal Perdana Super League 2026/2027

Kamis, 6 Agustus 2026 04:00 WIB

Bansos Agustus 2026 Cair! PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan, Cek Nama Anda Sekarang

Kamis, 6 Agustus 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dana Bansos Belum Masuk? Simak Penyebab dan Cara Cek PKH-BPNT Agustus 2026
  • Persib, Persija, Persebaya Langsung Diuji! Ini Jadwal Perdana Super League 2026/2027
  • Bansos Agustus 2026 Cair! PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan, Cek Nama Anda Sekarang
  • Saldo DANA Gratis Hari Ini 6 Agustus 2026: Klaim Cepat Lewat Tautan Resmi Sebelum Kuota Habis
  • Klaim Sekarang! Deretan Kode Redeem FF Terbaru 6 Agustus 2026, Buruan Ambil Hadiah Gratisnya
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Prediksi Persib vs Persebaya Final Piala Presiden 2026: Mariano Peralta Starter atau Jadi Senjata Kejutan?
  • Kabar Baik! 33 Juta Warga Bakal Terima Bantuan Beras 30 Kg, Cek Apakah Anda Termasuk
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 6 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kampung Halaman Dedi Mulyadi Dilanda Banjir Besar, Air Capai 1,5 Meter

By Aga GustianaKamis, 29 Januari 2026 18:34 WIB2 Mins Read
Ilustrasi banjir. (Foto: Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Banjir kembali melanda Kabupaten Subang, wilayah yang dikenal sebagai tanah kelahiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir membuat genangan air semakin meluas hingga merendam delapan kecamatan.

Daerah terdampak kini mencakup Pamanukan, Pusakanagara, Blanakan, Ciasem, Sukasari, Legonkulon, Pusakajaya, serta Kecamatan Compreng yang sebelumnya sempat dinyatakan aman. Bertambahnya wilayah terdampak menandakan kondisi banjir belum menunjukkan tanda mereda.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menjelaskan, curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap dan air terus mengalir ke permukiman warga.

“Sampai hari ini wilayah terdampak bertambah. Kecamatan Compreng yang awalnya aman, sekarang ikut terendam. Jadi total ada delapan kecamatan,” ujar Reynaldy kepada awak media, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, banjir telah merendam ribuan rumah dengan ketinggian air yang berbeda-beda, bahkan mencapai sekitar 1,5 meter di sejumlah titik. Situasi tersebut memaksa sekitar 8.000 warga meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di tempat pengungsian.

Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah mendirikan posko layanan sekaligus pusat informasi di setiap kecamatan terdampak. Dapur umum juga dioperasikan untuk memastikan kebutuhan pangan para pengungsi tetap terpenuhi.

“Kami sudah mendirikan posko dan dapur umum mandiri. Kami sediakan 8.000 porsi makanan yang dimasak oleh tim PKK, perangkat desa, dan BPBD. Semua bahannya kami siapkan,” tuturnya.

Untuk mempercepat penanganan, Reynaldy memastikan dirinya akan berada lebih dekat dengan area terdampak. Ia bahkan memilih berkantor sementara di kawasan Pantura agar koordinasi bantuan berjalan lebih efektif.

“Sudah empat hari terakhir kami intensif di Pantura. Saya akan berkantor di sana untuk memudahkan koordinasi pelayanan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada kondisi pengungsi yang masih bertahan di lokasi kurang aman. Beberapa warga diketahui berlindung di kolong jembatan, yang dinilai berisiko bagi keselamatan mereka.

“Saya akan memindahkan warga yang mengungsi di kolong jembatan karena tempat itu tidak layak. Kami arahkan ke lokasi yang lebih baik, meskipun membujuk warga untuk pindah memang ada tantangannya,” pungkas Reynaldy.

Meluasnya banjir di tanah kelahiran Dedi Mulyadi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, sekaligus menyoroti kebutuhan penanganan cepat agar dampak terhadap masyarakat tidak semakin besar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir jawa barat banjir Subang bencana banjir Berita Jabar BPBD Cuaca Ekstrem Dedi Mulyadi Pantura
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Dana Bansos Belum Masuk? Simak Penyebab dan Cara Cek PKH-BPNT Agustus 2026

Bansos Agustus 2026 Cair! PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan, Cek Nama Anda Sekarang

16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kabar Baik! 33 Juta Warga Bakal Terima Bantuan Beras 30 Kg, Cek Apakah Anda Termasuk

Begal

Nekat Beraksi Demi Susu Anak, Pasutri Jambret HP di Panyileukan Bandung

Dedi Mulyadi Siapkan Gerakan hingga Desa untuk Berantas Peredaran Tramadol di Jawa Barat

Terpopuler
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.