Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!

Sabtu, 7 November 2026 08:49 WIB

Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!

Sabtu, 7 November 2026 08:01 WIB

Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus

Sabtu, 7 November 2026 07:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!
  • Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!
  • Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus
  • BSU 2026 Rp900 Ribu Cair Kapan? Cek Syarat Gaji UMK dan Cara Validasi Data via JMO
  • Dicari Warganet! Link Video Viral ‘Hampir 10 Menit’ Karyawan HWI Jepara, Asli atau Hoaks?
  • Bocor di TikTok dan X, Isu Video Egar dan Fina Banyuwangi Akhirnya Terbongkar!
  • Resmi dari Kemnaker! BSU 2026 Rp900 Ribu Disalurkan Lewat Himbara dan Pos
  • Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kampung Halaman Dedi Mulyadi Dilanda Banjir Besar, Air Capai 1,5 Meter

By Aga GustianaKamis, 29 Januari 2026 18:34 WIB2 Mins Read
Ilustrasi banjir. (Foto: Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Banjir kembali melanda Kabupaten Subang, wilayah yang dikenal sebagai tanah kelahiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir membuat genangan air semakin meluas hingga merendam delapan kecamatan.

Daerah terdampak kini mencakup Pamanukan, Pusakanagara, Blanakan, Ciasem, Sukasari, Legonkulon, Pusakajaya, serta Kecamatan Compreng yang sebelumnya sempat dinyatakan aman. Bertambahnya wilayah terdampak menandakan kondisi banjir belum menunjukkan tanda mereda.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menjelaskan, curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap dan air terus mengalir ke permukiman warga.

“Sampai hari ini wilayah terdampak bertambah. Kecamatan Compreng yang awalnya aman, sekarang ikut terendam. Jadi total ada delapan kecamatan,” ujar Reynaldy kepada awak media, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga:  Gubernur Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembangunan Desa Penghasil Pajak

Menurutnya, banjir telah merendam ribuan rumah dengan ketinggian air yang berbeda-beda, bahkan mencapai sekitar 1,5 meter di sejumlah titik. Situasi tersebut memaksa sekitar 8.000 warga meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di tempat pengungsian.

Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah mendirikan posko layanan sekaligus pusat informasi di setiap kecamatan terdampak. Dapur umum juga dioperasikan untuk memastikan kebutuhan pangan para pengungsi tetap terpenuhi.

Baca Juga:  Cegah Guru Dipidana, Dedi Mulyadi Wajibkan Orang Tua Bikin Surat Pernyataan

“Kami sudah mendirikan posko dan dapur umum mandiri. Kami sediakan 8.000 porsi makanan yang dimasak oleh tim PKK, perangkat desa, dan BPBD. Semua bahannya kami siapkan,” tuturnya.

Untuk mempercepat penanganan, Reynaldy memastikan dirinya akan berada lebih dekat dengan area terdampak. Ia bahkan memilih berkantor sementara di kawasan Pantura agar koordinasi bantuan berjalan lebih efektif.

“Sudah empat hari terakhir kami intensif di Pantura. Saya akan berkantor di sana untuk memudahkan koordinasi pelayanan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada kondisi pengungsi yang masih bertahan di lokasi kurang aman. Beberapa warga diketahui berlindung di kolong jembatan, yang dinilai berisiko bagi keselamatan mereka.

Baca Juga:  Longsor di Lembang, Enam Warga Luka dan Puluhan Mengungsi: Tebing Setinggi 25 Meter Runtuh

“Saya akan memindahkan warga yang mengungsi di kolong jembatan karena tempat itu tidak layak. Kami arahkan ke lokasi yang lebih baik, meskipun membujuk warga untuk pindah memang ada tantangannya,” pungkas Reynaldy.

Meluasnya banjir di tanah kelahiran Dedi Mulyadi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, sekaligus menyoroti kebutuhan penanganan cepat agar dampak terhadap masyarakat tidak semakin besar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Jabar BPBD Cuaca Ekstrem Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal

Tudingan Dokter Tifa Soal Jokowi Ambil Map Ijazah di Lantai Ruang Sidang, Demi Simpati?

Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla

Aksi Begal Todong Pistol di Cangkuang Bandung Viral, Pelaku Utama Ternyata Masih 17 Tahun

CPNS

Resmi! Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS 2026 Mulai November

Bukan Orang Sembarangan! Rahasia Gadis Bukittinggi Ini Disegani Para Syekh Besar Universitas Al-Azhar

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.