Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi banjir

Genangan Muncul di Sejumlah Titik Bandung, Ini Wilayah yang Masih Jadi Tantangan

Senin, 21 September 2026 01:00 WIB

Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1

Minggu, 20 September 2026 21:24 WIB

Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay

Minggu, 20 September 2026 20:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Genangan Muncul di Sejumlah Titik Bandung, Ini Wilayah yang Masih Jadi Tantangan
  • Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1
  • Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay
  • 1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan
  • Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk
  • Link Live Streaming Persijap vs Persib, Kick Off 19.00 WIB di Super League
  • Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung
  • Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 21 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kampung Halaman Dedi Mulyadi Dilanda Banjir Besar, Air Capai 1,5 Meter

By Aga GustianaKamis, 29 Januari 2026 18:34 WIB2 Mins Read
Ilustrasi banjir. (Foto: Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Banjir kembali melanda Kabupaten Subang, wilayah yang dikenal sebagai tanah kelahiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir membuat genangan air semakin meluas hingga merendam delapan kecamatan.

Daerah terdampak kini mencakup Pamanukan, Pusakanagara, Blanakan, Ciasem, Sukasari, Legonkulon, Pusakajaya, serta Kecamatan Compreng yang sebelumnya sempat dinyatakan aman. Bertambahnya wilayah terdampak menandakan kondisi banjir belum menunjukkan tanda mereda.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menjelaskan, curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap dan air terus mengalir ke permukiman warga.

“Sampai hari ini wilayah terdampak bertambah. Kecamatan Compreng yang awalnya aman, sekarang ikut terendam. Jadi total ada delapan kecamatan,” ujar Reynaldy kepada awak media, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga:  Anne Ratna Mustika, Mantan Istri Dedi Mulyadi: Perjalanan Hidup dan Karier Pasca-Perceraian

Menurutnya, banjir telah merendam ribuan rumah dengan ketinggian air yang berbeda-beda, bahkan mencapai sekitar 1,5 meter di sejumlah titik. Situasi tersebut memaksa sekitar 8.000 warga meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di tempat pengungsian.

Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah mendirikan posko layanan sekaligus pusat informasi di setiap kecamatan terdampak. Dapur umum juga dioperasikan untuk memastikan kebutuhan pangan para pengungsi tetap terpenuhi.

Baca Juga:  Profil Maula Akbar, Putra Dedi Mulyadi yang Siap Meminang Wakil Bupati Garut

“Kami sudah mendirikan posko dan dapur umum mandiri. Kami sediakan 8.000 porsi makanan yang dimasak oleh tim PKK, perangkat desa, dan BPBD. Semua bahannya kami siapkan,” tuturnya.

Untuk mempercepat penanganan, Reynaldy memastikan dirinya akan berada lebih dekat dengan area terdampak. Ia bahkan memilih berkantor sementara di kawasan Pantura agar koordinasi bantuan berjalan lebih efektif.

“Sudah empat hari terakhir kami intensif di Pantura. Saya akan berkantor di sana untuk memudahkan koordinasi pelayanan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada kondisi pengungsi yang masih bertahan di lokasi kurang aman. Beberapa warga diketahui berlindung di kolong jembatan, yang dinilai berisiko bagi keselamatan mereka.

Baca Juga:  Tak Bisa Diklaim Lagi! Tanah di Sempadan Sungai akan Jadi Milik Negara

“Saya akan memindahkan warga yang mengungsi di kolong jembatan karena tempat itu tidak layak. Kami arahkan ke lokasi yang lebih baik, meskipun membujuk warga untuk pindah memang ada tantangannya,” pungkas Reynaldy.

Meluasnya banjir di tanah kelahiran Dedi Mulyadi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, sekaligus menyoroti kebutuhan penanganan cepat agar dampak terhadap masyarakat tidak semakin besar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Jabar BPBD Cuaca Ekstrem Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi banjir

Genangan Muncul di Sejumlah Titik Bandung, Ini Wilayah yang Masih Jadi Tantangan

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk

Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin

Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • gempa
    Rentetan Aktivitas Seismik Guncang Selat Sunda hingga Selatan Jawa, Begini Penjelasan Pakar BMKG
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.