Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Solusi Banjir Bekasi: DPRD Jabar Dorong Penambahan Rumah Panggung di Pondok Gede Permai

Selasa, 5 Mei 2026 19:49 WIB

Transfer Panas! Persib Siap Datangkan Kiper Eropa, Jejak Thom Haye Terulang?

Selasa, 5 Mei 2026 19:06 WIB

bjb KPR PASTI Tawarkan Suku Bunga Tetap 9,99 Persen: Solusi Kredit Rumah Stabil dan Terjangkau

Selasa, 5 Mei 2026 18:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Solusi Banjir Bekasi: DPRD Jabar Dorong Penambahan Rumah Panggung di Pondok Gede Permai
  • Transfer Panas! Persib Siap Datangkan Kiper Eropa, Jejak Thom Haye Terulang?
  • bjb KPR PASTI Tawarkan Suku Bunga Tetap 9,99 Persen: Solusi Kredit Rumah Stabil dan Terjangkau
  • Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg
  • DRAMA GBK! Izin Laga Persija vs Persib Masih Digantung, Ini Penyebabnya
  • Update Rumor Transfer Persib: Daftar 6 Pemain Bintang yang Dikaitkan dengan Maung Bandung
  • Update 5 Mei 2026: Cara Cerdas Berburu Saldo DANA Gratis yang Terbukti Cair Tanpa Ribet
  • Heboh! Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah Cicendo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 5 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kampung Halaman Dedi Mulyadi Dilanda Banjir Besar, Air Capai 1,5 Meter

By Aga GustianaKamis, 29 Januari 2026 18:34 WIB2 Mins Read
Ilustrasi banjir. (Foto: Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Banjir kembali melanda Kabupaten Subang, wilayah yang dikenal sebagai tanah kelahiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir membuat genangan air semakin meluas hingga merendam delapan kecamatan.

Daerah terdampak kini mencakup Pamanukan, Pusakanagara, Blanakan, Ciasem, Sukasari, Legonkulon, Pusakajaya, serta Kecamatan Compreng yang sebelumnya sempat dinyatakan aman. Bertambahnya wilayah terdampak menandakan kondisi banjir belum menunjukkan tanda mereda.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menjelaskan, curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap dan air terus mengalir ke permukiman warga.

“Sampai hari ini wilayah terdampak bertambah. Kecamatan Compreng yang awalnya aman, sekarang ikut terendam. Jadi total ada delapan kecamatan,” ujar Reynaldy kepada awak media, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga:  Larangan Study Tour Dikritik Travel, KDM: Kalau Objeknya Sekolah, Jangan Belajar Marketing!

Menurutnya, banjir telah merendam ribuan rumah dengan ketinggian air yang berbeda-beda, bahkan mencapai sekitar 1,5 meter di sejumlah titik. Situasi tersebut memaksa sekitar 8.000 warga meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di tempat pengungsian.

Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah mendirikan posko layanan sekaligus pusat informasi di setiap kecamatan terdampak. Dapur umum juga dioperasikan untuk memastikan kebutuhan pangan para pengungsi tetap terpenuhi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sentil Warisan Ridwan Kamil, Farhan Siap Bongkar Teras Cihampelas?

“Kami sudah mendirikan posko dan dapur umum mandiri. Kami sediakan 8.000 porsi makanan yang dimasak oleh tim PKK, perangkat desa, dan BPBD. Semua bahannya kami siapkan,” tuturnya.

Untuk mempercepat penanganan, Reynaldy memastikan dirinya akan berada lebih dekat dengan area terdampak. Ia bahkan memilih berkantor sementara di kawasan Pantura agar koordinasi bantuan berjalan lebih efektif.

“Sudah empat hari terakhir kami intensif di Pantura. Saya akan berkantor di sana untuk memudahkan koordinasi pelayanan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada kondisi pengungsi yang masih bertahan di lokasi kurang aman. Beberapa warga diketahui berlindung di kolong jembatan, yang dinilai berisiko bagi keselamatan mereka.

Baca Juga:  Jelang Pendaftaran Pilkada, Dedi Mulyadi Mesra Foto Bareng Ridwan Kamil

“Saya akan memindahkan warga yang mengungsi di kolong jembatan karena tempat itu tidak layak. Kami arahkan ke lokasi yang lebih baik, meskipun membujuk warga untuk pindah memang ada tantangannya,” pungkas Reynaldy.

Meluasnya banjir di tanah kelahiran Dedi Mulyadi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, sekaligus menyoroti kebutuhan penanganan cepat agar dampak terhadap masyarakat tidak semakin besar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir jawa barat banjir Subang bencana banjir Berita Jabar BPBD Cuaca Ekstrem Dedi Mulyadi Pantura
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Solusi Banjir Bekasi: DPRD Jabar Dorong Penambahan Rumah Panggung di Pondok Gede Permai

bjb KPR PASTI Tawarkan Suku Bunga Tetap 9,99 Persen: Solusi Kredit Rumah Stabil dan Terjangkau

Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg

Ilustrasi Meninggal Dunia

Heboh! Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah Cicendo

Cetak Skor Nyaris Sempurna, Polresta Bandung Juara Umum Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya

Bukan Keajaiban! Rahasia Abdul Malik, Anak SD yang Tembus Fakultas Kedokteran UPI di Usia 9 Tahun

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
  • Jangan Klik! Link Video Viral Bandar Membara Diduga Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.