bukamata.id – Kabar duka menyelimuti warga Kampung Balong, Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Seorang anak laki-laki bernama Pradipta Saputra (11) dilaporkan menghilang sejak Minggu (3/5/2026). Hingga Selasa sore, tim gabungan masih berupaya keras menyisir aliran Sungai Cibaregbeg setelah muncul dugaan kuat korban tenggelam saat bermain.
Kronologi Hilangnya Pradipta
Peristiwa ini bermula ketika Pradipta berpamitan untuk bermain bersama rekan-rekannya pada Minggu siang. Namun, kecemasan mulai melanda pihak keluarga saat sang anak tak kunjung menginjakkan kaki di rumah hingga Senin sore.
Titik terang baru muncul setelah pihak keluarga menginterogasi teman-teman sepermainan korban. Diketahui, lokasi terakhir Pradipta berada di pinggiran sungai.
“Anak ini sudah tidak pulang sejak Minggu. Tapi baru diketahui sempat bermain di sungai dan diduga tenggelam pada tadi pagi, tepatnya setelah menanyai teman-teman dari anak tersebut,” ungkap Kapolsek Campaka, AKP Panglima Nayan Munthe, Selasa (5/5/2026).
Kepanikan di Tepi Sungai
Kepala Desa Girimukti, Dadan, membeberkan informasi lebih rinci terkait detik-detik hilangnya bocah malang tersebut. Berdasarkan penuturan saksi mata, korban sedang bersama empat kawannya di area sungai sekitar pukul 15.00 WIB.
“Jadi sebelum hilang, korban katanya bermain bersama 4 temannya di area sungai, namun setelah itu korban tidak pulang ke rumah sampai akhirnya dilaporkan menghilang di hari itu,” terang Dadan.
Lebih tragis lagi, salah satu rekan korban memberikan kesaksian bahwa Pradipta sempat melompat ke arah aliran air namun tidak pernah terlihat lagi.
“Jadi kata temannya ini, korban lompat ke sungai lalu tidak muncul lagi ke permukaan sehingga membuat panik keempat temannya,” tambah Dadan. Akibat rasa takut, kabar ini baru mencuat setelah pihak keluarga melakukan penelusuran mandiri.
Operasi SAR Besar-besaran
Merespons laporan kehilangan resmi yang masuk ke Polsek Campaka, aparat kepolisian kini tengah mendalami segala kemungkinan. “Tadi sudah buat laporan kehilangan. Kami akan cek apakah memang hilang tenggelam atau hilang di tempat lain,” kata AKP Panglima Nayan Munthe.
Sementara itu, relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur dan tim SAR telah diterjunkan ke lokasi. Ketua PMI Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri, menegaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah faktor waktu dan kondisi alam.
“Jika kita lihat kondisinya, korban sudah hilang selama dua hari, jadi kemungkinan korban akan terbawa arus dari lokasi pertama karena saat kejadian kondisi debit air sedang naik. Sehingga akan kami lakukan penyusuran sampai ke area Muara Citarum,” pungkas Fikri.
Penyisiran kini difokuskan pada titik-titik rawan di sepanjang aliran sungai yang mengarah ke wilayah perairan yang lebih luas.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









