Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Buru Pecel Lele Enak di Bandung? Ini 4 Tempat yang Wajib Masuk Daftar Kuliner

Senin, 12 Oktober 2026 03:00 WIB

5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000

Senin, 12 Oktober 2026 01:00 WIB

Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 11 Oktober 2026 21:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Buru Pecel Lele Enak di Bandung? Ini 4 Tempat yang Wajib Masuk Daftar Kuliner
  • 5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg

By Aga GustianaSelasa, 5 Mei 2026 18:10 WIB2 Mins Read
Tim SAR gabungan melakukan pencarian bocah 11 tahun yang hilang di sungai. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kabar duka menyelimuti warga Kampung Balong, Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Seorang anak laki-laki bernama Pradipta Saputra (11) dilaporkan menghilang sejak Minggu (3/5/2026). Hingga Selasa sore, tim gabungan masih berupaya keras menyisir aliran Sungai Cibaregbeg setelah muncul dugaan kuat korban tenggelam saat bermain.

Kronologi Hilangnya Pradipta

Peristiwa ini bermula ketika Pradipta berpamitan untuk bermain bersama rekan-rekannya pada Minggu siang. Namun, kecemasan mulai melanda pihak keluarga saat sang anak tak kunjung menginjakkan kaki di rumah hingga Senin sore.

Titik terang baru muncul setelah pihak keluarga menginterogasi teman-teman sepermainan korban. Diketahui, lokasi terakhir Pradipta berada di pinggiran sungai.

“Anak ini sudah tidak pulang sejak Minggu. Tapi baru diketahui sempat bermain di sungai dan diduga tenggelam pada tadi pagi, tepatnya setelah menanyai teman-teman dari anak tersebut,” ungkap Kapolsek Campaka, AKP Panglima Nayan Munthe, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga:  Sadis! Anak Bunuh Ibu dan Balita di Cianjur, Korban Dimutilasi dan Dibakar

Kepanikan di Tepi Sungai

Kepala Desa Girimukti, Dadan, membeberkan informasi lebih rinci terkait detik-detik hilangnya bocah malang tersebut. Berdasarkan penuturan saksi mata, korban sedang bersama empat kawannya di area sungai sekitar pukul 15.00 WIB.

“Jadi sebelum hilang, korban katanya bermain bersama 4 temannya di area sungai, namun setelah itu korban tidak pulang ke rumah sampai akhirnya dilaporkan menghilang di hari itu,” terang Dadan.

Baca Juga:  Satu Penganiaya Nenek di Cianjur Diringkus Polisi, Ngaku Terhasut Isu Penculikan

Lebih tragis lagi, salah satu rekan korban memberikan kesaksian bahwa Pradipta sempat melompat ke arah aliran air namun tidak pernah terlihat lagi.

“Jadi kata temannya ini, korban lompat ke sungai lalu tidak muncul lagi ke permukaan sehingga membuat panik keempat temannya,” tambah Dadan. Akibat rasa takut, kabar ini baru mencuat setelah pihak keluarga melakukan penelusuran mandiri.

Operasi SAR Besar-besaran

Merespons laporan kehilangan resmi yang masuk ke Polsek Campaka, aparat kepolisian kini tengah mendalami segala kemungkinan. “Tadi sudah buat laporan kehilangan. Kami akan cek apakah memang hilang tenggelam atau hilang di tempat lain,” kata AKP Panglima Nayan Munthe.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Cianjur

Sementara itu, relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur dan tim SAR telah diterjunkan ke lokasi. Ketua PMI Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri, menegaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah faktor waktu dan kondisi alam.

“Jika kita lihat kondisinya, korban sudah hilang selama dua hari, jadi kemungkinan korban akan terbawa arus dari lokasi pertama karena saat kejadian kondisi debit air sedang naik. Sehingga akan kami lakukan penyusuran sampai ke area Muara Citarum,” pungkas Fikri.

Penyisiran kini difokuskan pada titik-titik rawan di sepanjang aliran sungai yang mengarah ke wilayah perairan yang lebih luas.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil

Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Terpopuler
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.