Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam

Jumat, 30 Oktober 2026 13:54 WIB

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Jumat, 30 Oktober 2026 12:55 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Jumat, 30 Oktober 2026 11:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
  • Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
  • Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167
  • Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang
  • Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya
  • Jadwal Persib vs Isen Mulang Kalteng FC di Super League, Cek Harga Tiketnya
  • Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tragedi Dua Buah Labu Siam: Pria di Cianjur Tewas Usai Dianiaya Tetangga Sendiri

By Aga GustianaRabu, 4 Maret 2026 14:04 WIB2 Mins Read
Foto/Ilustrasi Penganiayaan.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah insiden memilukan terjadi di Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, di mana nyawa seorang pria melayang hanya karena urusan hasil kebun yang tak seberapa. Minta (56), mengembuskan napas terakhirnya setelah menjadi korban amukan tetangganya sendiri, Ujang Ahmad (41), yang tersulut emosi sesaat.

Ketegangan bermula pada Sabtu (28/2), saat Ujang mendapati korban mengambil labu siam dari lahan garapannya tanpa permisi. Tak terima, pelaku mengejar korban hingga ke kediamannya. Di depan rumah itulah, adu mulut pecah dan berujung pada aksi kekerasan fisik yang brutal.

Didesak Mengaku hingga Tak Berdaya

Kanit Reskrim Polsek Cugenang, Ipda Muslikan, mengungkapkan bahwa pelaku secara membabi buta menghajar korban untuk memaksanya memberikan pengakuan.

“Korban dipukuli hingga mengalami muntah-muntah. Pelaku meminta korban mengaku kaitan dugaan aksi pencurian labu siam di kebunnya,” kata dia, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga:  Polisi Sebut Senjata Milik Pelaku Penganiayaan Dokter Gigi Tidak Memiliki Izin

Aksi keji tersebut baru berhenti setelah warga sekitar turun tangan untuk melerai. Dalam kondisi fisik yang sudah goyah dan sempoyongan, korban akhirnya mengakui perbuatannya.

“Setelah berhasil dilerai kemudian korban mengakui mengambil 2 buah labu siam dan menunjuk kepada adiknya dan pelaku yang telah menganiaya dirinya,” kata dia.

Kondisi Memburuk di Rumah Sakit

Meski sempat mendapatkan perawatan medis, luka dalam yang diderita Minta ternyata sangat fatal. Setelah berjuang selama dua hari di ruang perawatan intensif, korban dinyatakan meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) petang.

Baca Juga:  Viral Video Duel ala Gladiator Pelajar SMK di Cianjur, Polisi Buka Suara

Ipda Muslikan menjelaskan bahwa kesehatan korban terus merosot sejak hari pertama masuk rumah sakit.

“Korban meninggal bukan saat kejadian, tapi dua hari setelah dirawat di rumah sakit tepatnya pada Senin (2/3/2026) petang. Sejak awal masuk rumah sakit, kondisinya memang sudah dipenuhi lebam dan pusing. Kemudian terus memburuk kondisinya, hingga akhirnya meninggal dunia,” kata dia.

Pelaku Terancam Hukuman Berat

Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan Ujang Ahmad sesaat setelah kabar duka tersebut tersiar. Saat ini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Baca Juga:  Sempat Buron, Penganiaya Nenek di Cianjur Berhasil Ditangkap

“Pelaku sudah kami amankan. Sekarang sedang diperiksa lebih lanjut,” kata dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, motif utama pelaku adalah kekesalan yang menumpuk karena merasa hasil kebunnya sering hilang.

“Alasannya emosi, korban berulangkali mengambil labu atau hasil kebun yang digarapnya. Jadi begitu ketahuan ada yang ngambil, langsung dikejar,” kata dia.

Kini, kasus “labu siam maut” ini ditangani sepenuhnya oleh Polsek Cugenang untuk mengungkap detail lebih lanjut di balik aksi main hakim sendiri tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur penganiayaan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.