Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Akhirnya Pecah Telur! Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Melbourne Victory Tak Berdaya

Kamis, 29 Oktober 2026 15:01 WIB

Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!

Kamis, 29 Oktober 2026 14:49 WIB

Bandung Digital Safety Forum 2026 Dorong Jurnalis Aktif Cegah Kejahatan Digital Berbasis AI

Kamis, 29 Oktober 2026 14:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Akhirnya Pecah Telur! Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Melbourne Victory Tak Berdaya
  • Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!
  • Bandung Digital Safety Forum 2026 Dorong Jurnalis Aktif Cegah Kejahatan Digital Berbasis AI
  • Debut di ACL Two, Kiper Muda Persib Fitrah Maulana Tampil Gemilang
  • Polrestabes Bandung Imbau Demonstran Tertib, 13 Orang Diamankan Terkait Insiden 20 Oktober
  • Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana
  • Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan
  • Melesat 12 Tingkat! Persib Jadi Penyelamat Peringkat Sepak Bola Indonesia di Asia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN

By SusanaKamis, 16 Juli 2026 11:02 WIB3 Mins Read
Peresmian Paguyuban Mitra Jawa Barat (PMJB) di Bandung. peresmian Paguyuban Mitra Jawa Barat (PMJB) di Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah mitra penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) segera memperbaiki berbagai kebijakan yang dinilai menimbulkan ketidakpastian dalam pelaksanaan program. Mereka menilai perubahan aturan, moratorium pembangunan dapur, hingga persoalan komunikasi menjadi kendala yang berdampak langsung terhadap operasional dan investasi para mitra.

Berbagai tuntutan tersebut mengemuka dalam peresmian Paguyuban Mitra Jawa Barat (PMJB) di Bandung. Organisasi ini dibentuk sebagai wadah komunikasi bagi para mitra pengelola dapur MBG untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan program.

Ketua Paguyuban Mitra Jawa Barat, Ade Bambang, mengatakan pihaknya tetap mendukung penuh program MBG sebagai program strategis pemerintah. Namun, ia berharap berbagai persoalan yang dihadapi mitra dapat diselesaikan melalui dialog bersama.

“Yang kita cari adalah titik temu melalui komunikasi, audiensi, dan dialog. Program ini harus tetap berjalan, jangan sampai yang menjadi korban adalah penerima manfaat,” kata Ade.

Menurutnya, kebijakan efisiensi yang belakangan diterapkan BGN dinilai berdampak langsung terhadap mitra yang telah mengeluarkan investasi besar untuk membangun dan mengelola dapur MBG.

Baca Juga:  Geger Protes Menu MBG di Cianjur Berujung Dugaan Penganiayaan, Korban Enggan Damai!

Ade menyebut sebagian mitra merasa kebijakan tersebut tidak sejalan dengan perjanjian awal. Kendati demikian, pihaknya tidak ingin mengambil langkah konfrontatif.

“Bagi kami itu menjadi persoalan, tetapi mari kita evaluasi bersama. Kita ingin mencari solusi yang menguntungkan semua pihak,” ujarnya.

Dampak Ekonomi Dinilai Sangat Luas

Ade menegaskan, terhentinya operasional sejumlah dapur MBG bukan hanya berdampak kepada pengelola, tetapi juga memengaruhi rantai ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan satu dapur MBG dapat menyerap puluhan tenaga kerja serta melibatkan peternak ayam, pengrajin tahu-tempe, pedagang bahan pangan, hingga pemasok lainnya.

“Kalau dapur berhenti, bukan hanya mitra yang terdampak. Peternak, pemasok, pedagang hingga relawan kehilangan penghasilan. Dampak sosial ekonominya sangat besar,” katanya.

Karena itu, PMJB berencana mengajukan surat resmi kepada BGN untuk meminta audiensi agar berbagai persoalan dapat dibahas secara langsung.

Baca Juga:  Dinas Pendidikan Bandung Perluas Program Makan Bergizi Gratis, Target 30 Persen Siswa pada 2025

Mitra Keluhkan Ketidakjelasan Kebijakan

Dewan Penasehat PMJB, Tina Soraya Agustina, mengatakan mayoritas persoalan yang dirasakan para mitra sebenarnya hampir sama, yakni minimnya kepastian informasi dan perubahan kebijakan yang dinilai kurang tersosialisasi.

Menurutnya, mitra membutuhkan komunikasi yang lebih terbuka sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih baik.

“Kami ingin informasi yang jelas, akurat, dan tidak berubah-ubah. Kami di lapangan berharap kesulitan yang kami hadapi juga menjadi perhatian,” ujar Tina.

Ia juga menyoroti persoalan pemerataan penerima manfaat serta kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana yang memerlukan biaya besar.

Investor Dapur MBG Soroti Moratorium

Sementara itu, salah seorang mitra sekaligus investor dapur MBG, Rudi Susilo, mengaku banyak calon mitra mengalami kerugian setelah pembangunan dapur dihentikan akibat kebijakan moratorium.

Menurut Rudi, sebagian mitra telah memperoleh persetujuan resmi berupa ID Mitra dari BGN dan mulai membangun dapur sesuai ketentuan. Namun, di tengah proses pembangunan, kebijakan moratorium diberlakukan sehingga investasi yang telah dikeluarkan menjadi terancam.

Baca Juga:  Insiden Dugaan Keracunan MBG Terjadi Lagi di Cianjur, Puluhan Siswa Jadi Korban

“Ada yang sudah mengeluarkan dana besar, bahkan meminjam ke bank. Ketika moratorium diberlakukan, tentu sangat merugikan,” katanya.

Rudi berharap pemerintah memberikan kepastian kepada para investor yang telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan memulai pembangunan sesuai arahan sebelumnya.

PMJB Siap Jadi Mitra Dialog Pemerintah

Di tengah berbagai dinamika tersebut, PMJB resmi dibentuk sebagai wadah yang menghimpun para mitra MBG di Jawa Barat.

Ketua PMJB Ade Bambang mengatakan organisasi tersebut bertujuan menyamakan persepsi, memperkuat komunikasi antarmitra, serta menjadi jalur penyampaian aspirasi kepada BGN maupun pemerintah.

Selain menjadi forum komunikasi, PMJB juga akan melakukan pembinaan terhadap dapur-dapur yang tergabung agar seluruh pelaksanaan MBG tetap sesuai petunjuk teknis.

“Kami ingin memastikan seluruh dapur menjalankan program sesuai standar, baik dari sisi kualitas makanan maupun keamanan pangan. Tujuan akhirnya tetap sama, yaitu memastikan manfaat Program Makan Bergizi Gratis benar-benar diterima masyarakat,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Badan Gizi Nasional BGN Makan Bergizi Gratis
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!

Bandung Digital Safety Forum 2026 Dorong Jurnalis Aktif Cegah Kejahatan Digital Berbasis AI

Polrestabes Bandung Imbau Demonstran Tertib, 13 Orang Diamankan Terkait Insiden 20 Oktober

Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana

Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan

Dendam Lama Berujung Maut, Ini Sosok Eksekutor Penusukan di Pasar Caringin

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.