Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kode Redeem FF 31 Juli 2026: Dapatkan Hadiah Eksklusif Free Fire Hari Ini!

Jumat, 31 Juli 2026 02:00 WIB

Bos FIFA Gianni Infantino Buka Suara Soal Wacana Jual Saham Piala Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 01:00 WIB
Pelecehan Seksual

Ayah di Bandung Barat Tega Siksa Anak Kandung Usia 5 Tahun hingga Berdarah-darah

Kamis, 30 Juli 2026 20:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FF 31 Juli 2026: Dapatkan Hadiah Eksklusif Free Fire Hari Ini!
  • Bos FIFA Gianni Infantino Buka Suara Soal Wacana Jual Saham Piala Dunia
  • Ayah di Bandung Barat Tega Siksa Anak Kandung Usia 5 Tahun hingga Berdarah-darah
  • Pembeli Ngamuk Gara-gara Salih Input? Kisah Tragis Mbak Kasir di Kediri yang Bikin Netizen Emosi
  • Bansos Kemensos Tahap 3 Juli-September 2026 Cair! Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK KTP
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • Jadwal Terakhir Grup A Piala Presiden 2026: Persib vs Tampines, Arema vs DPMM Berebut Semifinal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 31 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

APBN 2026 Fokus MBG, Anggaran Pendidikan Disedot Rp223 Triliun

By Aga GustianaSelasa, 23 September 2025 17:38 WIB3 Mins Read
MBG
Ilustrasi Program MBG. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 pada Selasa (23/9/2025). Salah satu sorotan utama APBN 2026 adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dialokasikan hingga Rp 335 triliun.

Dalam anggaran tahun depan, total alokasi untuk sektor pendidikan mencapai Rp 757,8 triliun, naik dari sekitar Rp 690 triliun sebelumnya. Namun, sebagian besar dana pendidikan, yakni sekitar Rp 223 triliun, akan digunakan untuk program MBG.

Angka ini jauh lebih besar dibandingkan alokasi untuk program beasiswa bagi siswa dan mahasiswa, yang hanya Rp 57,7 triliun. Bahkan, alokasi MBG juga melebihi total anggaran untuk guru non-PNS, ASN daerah, dan dosen non-PNS, yang hanya Rp 91,4 triliun.

Sumber Anggaran MBG

Berdasarkan informasi dari laman Indonesia.go.id, anggaran MBG dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) dan berasal dari tiga sektor utama:

  1. Pendidikan: Rp 223 triliun (83,4%)
  2. Kesehatan: Rp 24,7 triliun (9,2%)
  3. Ekonomi: Rp 19,7 triliun (7,4%)

Rincian Penggunaan Dana

  • Belanja barang, termasuk pengadaan makanan bergizi: Rp 261 triliun (97,7%)
  • Belanja pegawai: Rp 3,8 triliun (1,4%)
  • Belanja modal: Rp 3 triliun (0,9%)

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan, “Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp 34 triliun akan dialokasikan untuk bantuan pangan bergizi bagi anak sekolah, Rp 3,1 triliun untuk ibu hamil, menyusui, dan balita, serta Rp 3,9 triliun untuk belanja pegawai. Selain itu, Rp 3,1 triliun untuk digitalisasi, Rp 700 miliar untuk pemantauan dan pengawasan, serta Rp 3,8 triliun untuk penyediaan dan penyaluran termasuk pelatihan tenaga gizi.”

Menkeu Soroti Penyerapan Anggaran

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya mengingatkan Presiden Prabowo terkait penyerapan anggaran yang belum maksimal, terutama di kementerian atau lembaga dengan alokasi besar.

“Tadi saya ajak ke Pak Presiden, bulan depan saya akan mulai beredar di kementerian-kementerian yang besar, yang penyerapan anggarannya belum optimal,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Menkeu menegaskan, jika penyerapan anggaran belum optimal hingga Oktober, dana tersebut akan dialihkan ke program lain yang bisa segera dirasakan masyarakat. “Kita sebarkan ke program-program yang langsung siap ke rakyat. Saya nggak mau uang nganggur,” tambahnya.

BGN Yakin Penyerapan MBG Akan Selesai

Menanggapi hal ini, Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan keyakinannya bahwa penyerapan anggaran MBG akan rampung tepat waktu. “Saya nggak khawatir terkait dengan itu karena penyerapan kita, insya Allah, akan selesai, apalagi Rp 71 triliun tahun ini pasti terserap,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).

Meski masih ada sisa Rp 9,1 triliun yang belum digunakan, BGN memprediksi program MBG akan membutuhkan tambahan Rp 50 triliun. “Meskipun ada Rp 9,1 triliun masih dibintangi, belum bisa kita pakai, dan itu masih dalam proses membuka bintang. Namun kita memprediksi akan butuh tambahan Rp 50 triliun. Pak Presiden sudah membuat standby Rp 100 triliun, jadi kami tidak risau karena tahu apa yang harus kami lakukan,” jelas Dadan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBN Badan Gizi Nasional DPR RI Makan Bergizi Gratis MBG Pendidikan RAPBN 2026
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pelecehan Seksual

Ayah di Bandung Barat Tega Siksa Anak Kandung Usia 5 Tahun hingga Berdarah-darah

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Kemensos Tahap 3 Juli-September 2026 Cair! Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK KTP

Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?

Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi

Niat Cari Apotek, Wisatawan Asal Kaltim Malah Jadi Korban Jambret di Bandung

Apa Itu Kabinet Bayangan? Mengenal Gerakan Pengawasan Publik yang Diisi 15 Menteri Tandingan

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Jakarta Lumpuh Total! Dihujat Warga, Acara Willie Salim dan Emak Gila Ternyata Ilegal!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.