Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

9 Gol Indonesia ke Gawang Bangladesh, Garuda Amankan Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 22:50 WIB

BGN Ubah Skema Insentif SPPG, Mitra Priangan Timur Usulkan Akreditasi dan Grading Dapur

Kamis, 1 Oktober 2026 22:26 WIB

Geger! Warga Temukan Mayat Pria di Bantaran Sungai Citarum

Kamis, 1 Oktober 2026 20:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 9 Gol Indonesia ke Gawang Bangladesh, Garuda Amankan Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026
  • BGN Ubah Skema Insentif SPPG, Mitra Priangan Timur Usulkan Akreditasi dan Grading Dapur
  • Geger! Warga Temukan Mayat Pria di Bantaran Sungai Citarum
  • Traffic Light Mati karena Dicuri, Ini 5 Persimpangan Bandung yang Terdampak
  • Catat Jadwal Persib Oktober 2026, Maung Bandung Tampil di 3 Kompetisi
  • Pasutri di Cimahi Edarkan Uang Palsu Rp100 Ribu Selama 4 Bulan, Terbongkar di Warung
  • Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober: 18 Pejabat Dilantik, Ada Kapolri dan Menko Baru
  • Catat! Ini Jadwal Operasi Antik Lodaya 2026 di Jawa Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Gedung Pensil Bandung, Bangunan 108 Tahun yang Masih Berdiri Kokoh dan Jadi Ikon Kota Kembang

By SusanaKamis, 16 Juli 2026 04:00 WIB3 Mins Read
Gedung Pensil Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kota Bandung dikenal sebagai salah satu kota di Indonesia yang memiliki kekayaan bangunan bersejarah dengan arsitektur khas masa kolonial. Salah satu yang hingga kini masih menjadi ikon adalah Gedung Pensil, sebuah bangunan cagar budaya yang telah berdiri lebih dari satu abad dan menjadi bagian penting dari wajah Kota Kembang.

Gedung Pensil berada di kawasan strategis Simpang Lima Bandung, tepatnya di pertemuan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Gatot Subroto. Bangunan bersejarah ini dibangun pada tahun 1918, ketika Indonesia masih berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda.

Dengan usia yang telah mencapai lebih dari 100 tahun, Gedung Pensil menjadi salah satu saksi perjalanan panjang perkembangan Kota Bandung, baik dari sisi arsitektur, ekonomi, maupun kehidupan perkotaan.

Alasan Disebut Gedung Pensil

Nama Gedung Pensil bukanlah nama resmi yang diberikan sejak awal pembangunan. Julukan tersebut muncul karena bentuk atap bangunan yang memiliki desain unik menyerupai ujung pensil yang telah diraut.

Bagian atap berbentuk runcing tersebut menjadi ciri khas utama yang membuat Gedung Pensil mudah dikenali dibandingkan bangunan lain di sekitarnya.

Keunikan desain tersebut juga menjadikan Gedung Pensil sebagai salah satu bangunan dengan karakter arsitektur paling kuat di Kota Bandung.

Awalnya Menjadi Kantor Perusahaan Handel Mij. Groote & Scholtz

Pada masa awal berdiri, Gedung Pensil digunakan sebagai kantor sekaligus tempat usaha perusahaan Handel Mij. Groote & Scholtz.

Perusahaan tersebut dikenal sebagai agen resmi berbagai produk industri, termasuk ban Dunlop dan pelumas Shell di wilayah Hindia Belanda.

Keberadaan Gedung Pensil pada masa itu tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan, tetapi juga menggambarkan perkembangan ekonomi Kota Bandung pada awal abad ke-20.

Saat itu, Bandung mulai berkembang menjadi kota penting dengan berbagai aktivitas bisnis, pemerintahan, dan perdagangan.

Memiliki Nilai Sejarah dan Arsitektur Tinggi

Sebagai bangunan cagar budaya, Gedung Pensil memiliki nilai penting dari berbagai aspek.

Dari sisi sejarah, bangunan ini menjadi saksi perubahan Kota Bandung dari masa kolonial hingga era modern.

Sementara dari sisi arsitektur, Gedung Pensil menunjukkan karakter bangunan kolonial dengan desain yang sederhana namun memiliki identitas kuat.

Elemen paling menonjol terdapat pada bagian atap berbentuk kerucut yang menjadi ikon utama bangunan tersebut.

Meski telah melewati berbagai perubahan zaman, struktur utama dan karakter visual Gedung Pensil tetap dipertahankan sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan budaya.

Tetap Berdiri dan Berfungsi di Era Modern

Berbeda dengan sebagian bangunan tua yang akhirnya terbengkalai, Gedung Pensil masih digunakan hingga saat ini.

Bagian eksterior bangunan tetap terawat dengan baik. Bentuk asli bangunan, struktur utama, serta atap khasnya masih dipertahankan sehingga masyarakat masih dapat menikmati keindahan arsitektur bersejarah tersebut.

Saat ini, Gedung Pensil dimanfaatkan sebagai kantor perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan.

Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu cara menjaga keberlangsungan bangunan bersejarah agar tetap hidup dan tidak kehilangan fungsi di tengah perkembangan kota.

Gedung Pensil, Warisan Bandung yang Harus Dijaga

Lebih dari sekadar bangunan tua, Gedung Pensil merupakan bagian dari identitas Kota Bandung.

Bangunan ini menyimpan cerita panjang tentang perkembangan ekonomi, arsitektur, dan kehidupan masyarakat Bandung selama lebih dari satu abad.

Keberadaan Gedung Pensil menjadi pengingat bahwa modernisasi kota tetap dapat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga warisan sejarah.

Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga bangunan cagar budaya tersebut dengan tidak melakukan tindakan vandalisme maupun merusak bagian bangunan.

Karena setiap sudut Gedung Pensil bukan hanya menghadirkan keindahan arsitektur, tetapi juga menyimpan cerita sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan Kota Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Berburu Sarapan di Bandung? 7 Kuliner Legendaris Ini Wajib Masuk Daftar

Batal Cerai atau Prank? Kemunculan Demian di Live Sara Wijayanto Bikin Heboh, Cinta Belum Usai?

Jangan Lewatkan! Ini Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 1 Oktober, Ada Duel Perebutan Emas

Bansos PKH September 2026 Belum Cair? Cek Status Penerima Lewat HP Cukup Pakai NIK

Rekomendasi Kuliner Malam Bekasi: Tempat Nongkrong & Makan Enak yang Buka Seharian

Bikin Ngiler! 4 Nasi Goreng Bandung dengan Racikan Unik dan Topping Melimpah

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.