bukamata.id – Panggung sepak bola Asia Tenggara segera bergulir dengan sorotan utama tertuju pada Tim Nasional Indonesia. Memasuki babak baru kepelatihan di bawah komando juru taktik asal Inggris, John Herdman, Skuad Garuda mematok misi maha penting: menuntaskan rasa penasaran panjang dan memahat sejarah baru dengan merengkuh trofi juara Piala AFF 2026.
Ajang akbar antarnegara ASEAN tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026, dengan melibatkan sepuluh kekuatan sepak bola terbaik di kawasan ini. Berdasarkan hasil drawing, Indonesia menempati Grup A dan harus bersaing ketat melawan Kamboja, Vietnam, Singapura, serta Timor Leste.
Perjalanan anak asuh John Herdman di fase penyisihan grup akan langsung dimulai di hadapan pendukung sendiri. Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dipersiapkan menjadi saksi laga perdana saat Tim Merah Putih meladeni tantangan Kamboja pada 27 Juli 2026.
Panggung Pembuktian Juru Taktik Berkelas Dunia
Turnamen ini sekaligus menandai lembaran debut resmi bagi John Herdman di kursi kepelatihan Timnas Indonesia. Pelatih berusia 51 tahun tersebut datang dengan rekam jejak mentereng setelah sukses mendongkrak prestasi sepak bola Kanada di kancah internasional.
Selama membesut Kanada, pelatih sarat pengalaman ini sukses menorehkan tinta emas dengan mengantarkan tim Mer-Pech tersebut menembus putaran final Piala Dunia 2022—sebuah pencapaian fenomenal mengingat Kanada absen dari panggung global tersebut sejak tahun 1986. Tak hanya itu, ia juga sukses membawa Kanada finis sebagai runner-up CONCACAF Nations League, sebuah bukti sahih kapasitasnya dalam meracik tim yang kompetitif dan bermental juara.
Kini, tantangan dengan atmosfer berbeda menanti di bumi nusantara. Sejarah mencatat bahwa dari 15 kali keikutsertaan di ajang Piala AFF, Indonesia belum sekalipun pernah mencicipi manisnya gelar juara. Catatan finis sebagai runner-up sebanyak enam kali membuat publik kerap menyematkan label “Mr Runner-up” kepada tim kebanggaan bangsa ini.
Mentalitas Juara dan Peringatan dari Pemain Kunci
Kendati dibayang-bayangi rekor masa lalu, gelombang optimisme kini justru membuncah di ruang ganti pemain. Gelandang kreatif andalan Skuad Garuda, Thom Haye, dengan tegas menyatakan bahwa target tim tahun ini bukan sekadar meramaikan kompetisi, melainkan keluar sebagai pemenang sejati.
“Kami di sini untuk bertanding merebut gelar juara. Kami tidak takut membicarakan tujuan itu karena banyak pemain memiliki pengalaman berlaga di pertandingan-pertandingan besar, termasuk babak final. Kami memahami sejarah tim ini dan kami semua bertekad untuk mengubahnya,” ujar Thom Haye, sebagaimana dilansir dari portal media Vietnam, The Thao 247.
Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan. Kombinasi antara tangan dingin John Herdman dalam meramu taktik serta kematangan mental para pemain yang malang melintang di kompetisi level tinggi menjadi modal berharga. Kendati demikian, jalan menuju podium tertinggi dipastikan tidak berjalan mulus. Vietnam dan Singapura diprediksi bakal menjadi batu sandungan berat bagi Indonesia dalam perebutan tiket lolos dari fase grup sebelum melangkah ke babak gugur.
Piala AFF 2026 pun menjadi momentum emas bagi John Herdman untuk langsung mengukir namanya abadi dalam buku sejarah sepak bola Indonesia, mengakhiri dahaga gelar yang selama bertahun-tahun selalu luput dari genggaman Skuad Garuda.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









