Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Belum Sempat Istirahat, Persib Langsung Latihan di Bangkok Jelang Lawan Port FC

Selasa, 6 Oktober 2026 20:35 WIB

Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi

Selasa, 6 Oktober 2026 20:33 WIB

Bukan Sekadar Lagu: Alasan Di Balik Tangisan Anggun C Sasmi di Hadapan Puluhan Ribu Suporter Garuda

Selasa, 6 Oktober 2026 20:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Belum Sempat Istirahat, Persib Langsung Latihan di Bangkok Jelang Lawan Port FC
  • Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi
  • Bukan Sekadar Lagu: Alasan Di Balik Tangisan Anggun C Sasmi di Hadapan Puluhan Ribu Suporter Garuda
  • Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026
  • Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi
  • Misi Putus Tren Buruk: Marc Klok Tegaskan Persib Incar Kemenangan di Kandang Port FC
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Bejat! Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Cabuli 7 Anak, Modus Ajak Main
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bandung Siaga Kesehatan Mental: 12 Puskesmas Kini Dilengkapi Psikolog Klinis

By Aga GustianaSelasa, 12 Mei 2026 16:17 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Foto: dok Humas Pemkot Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menghadapi tren gangguan psikologis yang kian mengkhawatirkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi mengoperasikan layanan psikologi klinis di 12 UPTD Puskesmas. Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat terhadap tingginya angka stres masyarakat, yang kini mulai merambah kalangan anak-anak sekolah hingga usia produktif.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan implementasi nyata dari Permenkes Nomor 19 Tahun 2024. Regulasi tersebut menginstruksikan penyediaan tenaga profesional psikologi pada fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Di setiap UPTD atau puskesmas ini ada pelayanan psikologi klinis untuk konseling. Saat ini sudah ada di 12 puskesmas di Kota Bandung,” ujar Farhan dalam seremoni peluncuran layanan tersebut pada Selasa (12/5/2026).

Baca Juga:  Wali Kota Bandung Serahkan Sapi Kurban Presiden RI Seberat 1,25 Ton

Daftar Puskesmas dengan Layanan Psikologi di Bandung

Untuk tahap awal, warga dapat mengakses layanan konseling di titik-titik berikut:

  • Wilayah Barat & Tengah: Puskesmas Garuda, Pasirkaliki, Cibuntu, dan Puter.
  • Wilayah Timur: Puskesmas Ibrahim Adjie, Cipamokolan, dan Cipadung.
  • Wilayah Selatan & Utara: Puskesmas Babakan Sari, Kopo, Padasuka, Sukarasa, dan Salam.

Menekan Angka Percobaan Bunuh Diri

Farhan menyoroti urgensi layanan ini di tengah maraknya fenomena tekanan sosial dan ekonomi. Ia secara khusus menyoroti data lapangan yang menunjukkan kondisi darurat kesehatan mental di Kota Kembang.

Baca Juga:  Kejari Hentikan Penyidikan Kasus Wakil Wali Kota Bandung Erwin, Ini Alasannya

“Salah satu indikator yang menakutkan buat saya adalah percobaan bunuh diri di Kota Bandung, tiap hari ada saja beritanya. Ini harus dicegah dengan sangat serius,” tegasnya.

Selain menyediakan tenaga ahli, Pemkot juga memperketat pengawasan di area publik yang rawan menjadi lokasi insiden serupa. Namun, Farhan menekankan bahwa pencegahan dari hulu—yakni akses curhat medis—adalah kunci utama.

Privasi Terjamin dan Kuota Harian

Meski baru tersedia di 12 lokasi, pemilihan puskesmas ini didasarkan pada kesiapan infrastruktur, terutama aspek privasi pasien. Setiap puskesmas akan disiagakan satu psikolog klinis yang siap melayani maksimal 10 pasien per hari.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Kaji Rekayasa Lalu Lintas Jelang Pembangunan BRT, Jalan Ahmad Yani Berpotensi Jadi Satu Arah

“Pertimbangan utamanya adalah kesiapan ruang. Untuk psikologi klinis ini tidak boleh sembarangan, privasinya harus sangat kuat,” jelas Farhan.

Terbuka untuk Umum: Jangan Takut Curhat

Menariknya, layanan ini tidak terbatas hanya bagi warga ber-KTP Bandung. Farhan menegaskan prinsip inklusivitas dalam layanan kesehatan mental. Ia mengajak siapa pun yang merasa tertekan untuk segera mencari bantuan profesional sebelum terlambat.

Sebagai langkah awal yang sederhana, Farhan memberikan tips bagi masyarakat dalam menghadapi beban pikiran:

“Curhat. Satu curhat, cari teman ngobrol. Kedua ibadah,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita bandung kesehatan mental Muhammad Farhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi

Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026

Ilustrasi virus HIV/AIDS

Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi

bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas

kekerasan

Bejat! Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Cabuli 7 Anak, Modus Ajak Main

Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.