Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Barros: Ronaldo Sangat Layak Juara Piala Dunia, Ini Kesempatan Terakhirnya!

Senin, 22 Juni 2026 03:00 WIB

Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget

Senin, 22 Juni 2026 01:00 WIB
Persib Bandung

Era Igor Tolic Dimulai! Luka Menalo Disebut Jadi Rekrutan Baru Persib Bandung

Minggu, 21 Juni 2026 21:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Barros: Ronaldo Sangat Layak Juara Piala Dunia, Ini Kesempatan Terakhirnya!
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Era Igor Tolic Dimulai! Luka Menalo Disebut Jadi Rekrutan Baru Persib Bandung
  • Bek Persib Ungkap Kandidat Juara Piala Dunia 2026, Prancis Jadi Ancaman Serius Argentina
  • Siapa yang Bohong? Misteri di Balik Kasus Lahan 368 Hektare di Cineam, Antara Hak Petani dan Perintah Aparat
  • Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2
  • UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile
  • Aksi Suporter Picu Hukuman Berat! Persib, Persija, Persebaya Kompak Kena Denda Besar Komdis PSSI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 22 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Desak Sanksi Tegas dalam Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Dokter Priguna

By Aga GustianaSabtu, 12 April 2025 13:56 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Muhammad Iqbal Muzaffar/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti pentingnya penegakan hukum dan transparansi dalam dunia pendidikan kedokteran, menyusul mencuatnya kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan rumah sakit yang melibatkan seorang dokter residen, Priguna Anugerah P terhadap anak pasien di RSHS Bandung.

Dedi menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan jalur damai. Ia menilai bahwa kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dan dunia medis harus dijaga dengan tindakan yang tegas dan cepat.

“Saya tetap pada pendirian. Bukan soal perdamaian saja yang harus dilihat, tetapi bagaimana kita membangun kepercayaan terhadap perguruan tinggi dan dunia kedokteran. Hukuman harus tegas dan cepat,” ujarnya, Jumat (11/4/2025).

Lebih jauh, Dedi juga mengkritik sistem rekrutmen mahasiswa kedokteran saat ini. Ia menyebut bahwa masuk ke fakultas kedokteran saat ini lebih mengandalkan kemampuan finansial ketimbang prestasi akademik.

Baca Juga:  Aipda H Dicopot Imbas Viral Motor Patwal Senggol Pemotor di Puncak

“Kita jujur saja, hari ini yang masuk kedokteran itu yang punya duit. Pinter aja nggak cukup,” ucapnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Priguna, Ferdy Rizky Adilya, mengungkapkan bahwa kliennya telah mencapai kesepakatan damai dengan keluarga korban. Bukti berupa surat perdamaian dan pencabutan laporan pun telah ditunjukkan, bertanggal 23 Maret 2025.

Baca Juga:  Roeang Kita Festival Diramaikan Ratusan UMKM se-Jabar, Ayo Datang!

Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan. “Karena ini pidana murni, proses hukum tetap dilanjutkan. Tidak bisa dihentikan meski ada kesepakatan damai,” tegas Surawan, perwakilan dari pihak kepolisian.

Hingga kini, penyidikan masih berlanjut dan belum ada penambahan tersangka. “Sejauh ini baru satu tersangka, yaitu Priguna,” tambah Surawan.

Baca Juga:  Kebijakan Masuk Sekolah Pagi Dedi Mulyadi Dinilai Beresiko Bagi Perkembangan Otak Anak

Sementara itu, pihak kuasa hukum menyatakan bahwa Priguna siap menghadapi proses hukum dan menerima segala konsekuensinya.

“Klien kami siap bertanggung jawab secara hukum dan menerima dampaknya terhadap kehidupan pribadinya,” kata Ferdy.

Kasus ini mendapat sorotan luas dari masyarakat karena terjadi di lingkungan rumah sakit, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pasien. Pihak kepolisian dan pemerintah daerah berkomitmen mengusut kasus ini hingga tuntas guna menjaga keadilan dan profesionalisme di dunia medis.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi dokter priguna jawa barat RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siapa yang Bohong? Misteri di Balik Kasus Lahan 368 Hektare di Cineam, Antara Hak Petani dan Perintah Aparat

Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2

Padam Listrik

UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile

TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen

Fakta Kelam di Balik Hubungan Asmara yang Berujung Penyiksaan di Bandung

Bukan Dipaksa?! Ini Alasan Dua Bocah Mau Ikut Ibunya Ngamen Sampai Larut Malam

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Terungkap dari Telepon Misterius, Kasus Penyiksaan 3 Tahun di Bandung Gegerkan Publik
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.