Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Dikejar 9 Laga Berat, Dion Markx Bicara Kondisi Tim

Senin, 30 Maret 2026 01:00 WIB
Persib

Bojan Hodak Bertahan di Persib? Negosiasi Kontrak Masih Panas!

Minggu, 29 Maret 2026 21:56 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral TikTok dan X! Ini Fakta di Balik Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’

Minggu, 29 Maret 2026 20:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Dikejar 9 Laga Berat, Dion Markx Bicara Kondisi Tim
  • Bojan Hodak Bertahan di Persib? Negosiasi Kontrak Masih Panas!
  • Viral TikTok dan X! Ini Fakta di Balik Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’
  • Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!
  • Bojan Hodak Beri Tugas Spesial ke Jupe di Persib, Bukan Sekadar Pemain
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan
  • Live Streaming! Indonesia vs Bulgaria Malam Ini, Klik Link Resmi Nonton Final FIFA Series 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 30 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Geram Masih Temukan Banyak Anak Jalanan, Pertanyakan Kinerja DP3AKB Jabar

By Putra JuangRabu, 9 April 2025 12:00 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki Razif/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menunjukkan ketidakpuasannya terhadap penanganan anak-anak jalanan di wilayah Jabar khususnya Kota Bandung.

Dedi pun mempertanyakan efektivitas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar dalam mengatasi permasalahan tersebut.

“Kenapa masih banyak anak-anak di perempatan, yang minta-minta, tidak sekolah, diperalat oleh orang tuanya? Kenapa dibiarkan?” tanya Dedi Mulyadi pada Sekretaris DP3AKB Jabar, Eva Fandora saat acara Halal bi Halal di halaman depan Gedung Sate, Selasa (8/4/2025).

Eva Fandora pun mencoba memberikan klarifikasi terkait pertanyaan Dedi Mulyadi tersebut.

“Tidak dibiarkan Pak,” ujarnya.

Namun, jawaban tersebut tidak memuaskan Dedi Mulyadi. Menurutnya, belum ada tindakan nyata yang signifikan dari DP3AKB Jabar.

Baca Juga:  Jadi Beban! Dedi Mulyadi Ungkap 9 BUMN Nunggak Utang Rp3,7 Triliun ke BJB

“Ah enggak, tidak ada tindakan sampai sekarang, ngomongnya jangan administratif dengan saya teknis, kenapa dibiarkan? Kan Gubernur udah ngasih contoh, orang dibawa tuh sekarang sudah kerja jadi tukang sapu di Gedung Pakuan, lakukan itu,” katanya.

Lebih lanjut, Dedi merasa malu dengan kondisi yang masih terjadi.

“Jadi kalau hanya kita kerja sama, kita ini, kita itu, gak akan selesai, malu pak, ada Dinas Pemberdayaan Perempuan, budak letik di kolong jembatan dianteup,” ungkapnya.

Bahkan, Dedi memberikan ultimatum yang cukup keras. Dirinya mengancam akan menutup DP3AKB Jabar jika masih menemukan anak-anak jalanan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Kunjungi Sahara dan Yai Mim di Malang: Tak Perlu Dimediasi, Sudah Rukun

“Kalau itu tidak bersih, saya tutup dinasnya, betul gak Pak Sekda? Kalau di Kota Bandung saja masih banyak anak-anak yang minta-minta, masih banyak anak-anak diperalat orang tuanya untuk mencari uang, dinasnya kita tutup aja,” tegasnya.

Pertanyaan tersebut langsung ditujukan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman.

“Serius saya, betul gak Pak Sekda? Bapak malu gak sebagai pembina kepegawaian?” tanya Dedi.

Mendengar pernyataan tegas tersebut, Sekda Herman langsung merespons.

“Malu Pak, langsung kami akan bergerak Pak!” janjinya.

Kemudian, Dedi pun memberikan instruksi konkret kepada DP3AKB Jabar.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ungkap 4 Kerangka Pemikiran untuk Bangun Jawa Barat

“Hari ini kerjakan, seluruh pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan turun kebawah, ke masyarakat, ke lapangan, masing-masing bawa satu orang,” ucapnya.

Dedi juga memberikan solusi sederhana namun dianggap efektif.

“Sederhana Pak, itu dijadiin tukang sapu selesai Pak, satu orang, walaupun memang belum tentu semuanya, minimal kan tidak malu, jadi saya kerjanya taktik tidak teoritis,” jelasnya.

Dedi pun menekankan bahwa pola kerja DP3AKB Jabar tidak boleh lagi bersifat administratif, melainkan harus berupa aksi nyata di lapangan.

“Kerja pemberdayaannya gak boleh lagi administratif, aksi di lapangan, malu orang Jawa Barat masih aya nu di parapatan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak jalanan Dedi Mulyadi DP3AKB Jabar Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!

CPNS

BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan

Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
  • Ilustrasi emas antam
    Harga Emas Antam Hari Ini 24 Maret 2026: Grafik Merangkak Naik, Cek Rincian Terbarunya!
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.