bukamata.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung pada Senin (1/12/2025) sore menyebabkan tembok benteng rumah warga di Gang H. Ibrahim, RT 01 RW 01, Kampung Cicukang, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, ambruk dan memicu banjir mendadak di kawasan pemukiman tersebut.
Tembok setinggi 3 meter dan panjang sekitar 50 meter itu roboh akibat tekanan air dari anak Sungai Citarum yang meluap.
Derasnya arus tak hanya meruntuhkan dinding rumah, tetapi juga menyeret dua mobil yang terparkir, yakni Toyota Avanza putih dan Kijang berwarna hitam. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Tak hanya itu, tembok GOR bulutangkis yang berada di lokasi yang sama juga ikut ambruk sepanjang sekitar 20 meter. Air kemudian masuk deras ke permukiman, membuat warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka.
Saksi Mata: Air Masuk Seketika, Mobil Terseret Arus
Yandi Rustandi (38), saksi mata sekaligus pekerja di rumah yang terdampak, mengatakan banjir terjadi antara pukul 15.00–15.30 WIB. Saat sedang beristirahat, ia mendengar suara keras dari arah depan rumah.
“Denger suara bruk. Ternyata tembok pagar ambruk dan air langsung masuk besar ke dalam rumah. Lokasinya memang dekat aliran sungai,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Yandi menuturkan derasnya arus langsung menyeret dua mobil tersebut. “Yang pertama Kijang hitam, terus Avanza putih ngikut. Enggak ada orang di dalam, tapi air besar sekali, enggak bisa ditahan,” ucapnya.
Saat banjir menerjang, ada lima orang di dalam rumah dan mereka sempat panik. Yandi bahkan harus menggendong pemilik rumah yang sudah lansia ke lantai dua untuk menyelamatkan diri.
“Air langsung besar, merendam rumah. Surutnya baru sekitar jam lima. Mobil saja kebawa, apalagi saya,” katanya.
Setelah kondisi reda, Yandi segera melapor kepada Ketua RT dan diteruskan ke pemerintah desa.
30 KK Terdampak, Rumah dan Perabotan Rusak
Kepala Dusun Cicukang 1, Dewi Ratnapuri, menjelaskan bahwa banjir tidak hanya merusak benteng rumah, tetapi juga satu GOR bulutangkis serta puluhan rumah warga.
“Ada sekitar 30 KK terdampak, lebih dari 20 rumah kena. Perabotan banyak yang terbawa arus, termasuk mesin jahit dari konveksi rumahan,” ujarnya.
Warga telah melapor ke pemerintah desa dan kini menunggu penanganan lebih lanjut dari BPBD, Dinas PU, dan Dishub Kabupaten Bandung. Penyempitan aliran air serta tingginya tekanan arus diduga menjadi penyebab utama robohnya tembok dan terjadinya banjir mendadak tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










