Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dari Oncom hingga Cokelat Keju, Surabi Waroeng Setiabudhi Punya Pesona yang Bikin Nagih

Rabu, 26 Agustus 2026 04:00 WIB

Bukan Sub-Zero Lagi! Joe Taslim Resmi Gantikan Steven Yeun Jadi Musuh Spider-Man?

Selasa, 25 Agustus 2026 20:43 WIB

Persib Luncurkan Jersey 2026/27, Antusiasme Bobotoh Tembus 2.000 Pesanan

Selasa, 25 Agustus 2026 20:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dari Oncom hingga Cokelat Keju, Surabi Waroeng Setiabudhi Punya Pesona yang Bikin Nagih
  • Bukan Sub-Zero Lagi! Joe Taslim Resmi Gantikan Steven Yeun Jadi Musuh Spider-Man?
  • Persib Luncurkan Jersey 2026/27, Antusiasme Bobotoh Tembus 2.000 Pesanan
  • BPNT Rp600 Ribu Menanti? Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 Lewat NIK KTP
  • Persib Perkenalkan 32 Pemain, Umuh Muchtar Pastikan Skuad Musim 2026/27 Sudah Cukup
  • Misteri Absennya Ramon Tanque di Pesta Biru Persib Terjawab, Manajemen Beri Bocoran
  • Sah! Jonatan Christie Resmi Nomor 1 Dunia, Penantian 26 Tahun Berakhir
  • Resmi! Daftar Lengkap 32 Pemain Persib Bandung Musim 2026/27 dan 6 Pilar Asing Anyar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Detik-Detik Air Bah Hantam Permukiman di Margaasih: 30 KK Terdampak, Rumah hingga GOR Ambruk

By SusanaSelasa, 2 Desember 2025 13:43 WIB2 Mins Read
Benteng rumah setinggi 3 meter dengan panjang sekitar 50 meter di Gang H. Ibrahim, RT 01 RW 01, Kampung Cicukang, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, roboh setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Senin (1/12/2025) sore. Foto Agi.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung pada Senin (1/12/2025) sore menyebabkan tembok benteng rumah warga di Gang H. Ibrahim, RT 01 RW 01, Kampung Cicukang, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, ambruk dan memicu banjir mendadak di kawasan pemukiman tersebut.

Tembok setinggi 3 meter dan panjang sekitar 50 meter itu roboh akibat tekanan air dari anak Sungai Citarum yang meluap.

Derasnya arus tak hanya meruntuhkan dinding rumah, tetapi juga menyeret dua mobil yang terparkir, yakni Toyota Avanza putih dan Kijang berwarna hitam. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Tak hanya itu, tembok GOR bulutangkis yang berada di lokasi yang sama juga ikut ambruk sepanjang sekitar 20 meter. Air kemudian masuk deras ke permukiman, membuat warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka.

Saksi Mata: Air Masuk Seketika, Mobil Terseret Arus

Yandi Rustandi (38), saksi mata sekaligus pekerja di rumah yang terdampak, mengatakan banjir terjadi antara pukul 15.00–15.30 WIB. Saat sedang beristirahat, ia mendengar suara keras dari arah depan rumah.

“Denger suara bruk. Ternyata tembok pagar ambruk dan air langsung masuk besar ke dalam rumah. Lokasinya memang dekat aliran sungai,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Yandi menuturkan derasnya arus langsung menyeret dua mobil tersebut. “Yang pertama Kijang hitam, terus Avanza putih ngikut. Enggak ada orang di dalam, tapi air besar sekali, enggak bisa ditahan,” ucapnya.

Saat banjir menerjang, ada lima orang di dalam rumah dan mereka sempat panik. Yandi bahkan harus menggendong pemilik rumah yang sudah lansia ke lantai dua untuk menyelamatkan diri.

“Air langsung besar, merendam rumah. Surutnya baru sekitar jam lima. Mobil saja kebawa, apalagi saya,” katanya.

Setelah kondisi reda, Yandi segera melapor kepada Ketua RT dan diteruskan ke pemerintah desa.

30 KK Terdampak, Rumah dan Perabotan Rusak

Kepala Dusun Cicukang 1, Dewi Ratnapuri, menjelaskan bahwa banjir tidak hanya merusak benteng rumah, tetapi juga satu GOR bulutangkis serta puluhan rumah warga.

“Ada sekitar 30 KK terdampak, lebih dari 20 rumah kena. Perabotan banyak yang terbawa arus, termasuk mesin jahit dari konveksi rumahan,” ujarnya.

Warga telah melapor ke pemerintah desa dan kini menunggu penanganan lebih lanjut dari BPBD, Dinas PU, dan Dishub Kabupaten Bandung. Penyempitan aliran air serta tingginya tekanan arus diduga menjadi penyebab utama robohnya tembok dan terjadinya banjir mendadak tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Rp600 Ribu Menanti? Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 Lewat NIK KTP

Nyaris Diamuk Massa! Pedagang Cimin di Cirebon Ditangkap Polisi Buntut Dugaan Kasus Pedofilia

Mau Jadi Petugas Haji 2027? Pendaftaran PPIH Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Di Balik Isu Ekowisata Puncak, Tangisan Dedi Mulyadi Berakhir Tanpa Hasil?

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Bansos Sekarang! Status ‘YA’ dan ‘Proses Transfer’ Ternyata Punya Arti Berbeda

Data BPS: Penduduk Miskin di Jawa Barat Capai 3,44 Juta Jiwa

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.