Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aturan Baru Bansos 2026: Cara Turunkan Desil di Aplikasi Cek Bansos Agar Dapat Bantuan PKH & BPNT

Rabu, 21 Oktober 2026 06:00 WIB

Tak Harus Mahal! 5 Tempat Wisata Kuliner Cimahi Ini Punya Pilihan Menu Beragam

Rabu, 21 Oktober 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Kafe Kekinian, Ini 7 Kopitiam Bandung yang Cocok buat Sarapan

Rabu, 21 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aturan Baru Bansos 2026: Cara Turunkan Desil di Aplikasi Cek Bansos Agar Dapat Bantuan PKH & BPNT
  • Tak Harus Mahal! 5 Tempat Wisata Kuliner Cimahi Ini Punya Pilihan Menu Beragam
  • Bukan Cuma Kafe Kekinian, Ini 7 Kopitiam Bandung yang Cocok buat Sarapan
  • Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya
  • Bikin Ketagihan! Ini 10 Kuliner Hits di Cianjur yang Wajib Dicicipi Saat Liburan Akhir Tahun
  • 15 Spot Wisata Terbaik di Cianjur Buat ‘Short Escape’ Akhir Pekan
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
  • Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Detik-Detik Air Bah Hantam Permukiman di Margaasih: 30 KK Terdampak, Rumah hingga GOR Ambruk

By SusanaSelasa, 2 Desember 2025 13:43 WIB2 Mins Read
Benteng rumah setinggi 3 meter dengan panjang sekitar 50 meter di Gang H. Ibrahim, RT 01 RW 01, Kampung Cicukang, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, roboh setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Senin (1/12/2025) sore. Foto Agi.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung pada Senin (1/12/2025) sore menyebabkan tembok benteng rumah warga di Gang H. Ibrahim, RT 01 RW 01, Kampung Cicukang, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, ambruk dan memicu banjir mendadak di kawasan pemukiman tersebut.

Tembok setinggi 3 meter dan panjang sekitar 50 meter itu roboh akibat tekanan air dari anak Sungai Citarum yang meluap.

Derasnya arus tak hanya meruntuhkan dinding rumah, tetapi juga menyeret dua mobil yang terparkir, yakni Toyota Avanza putih dan Kijang berwarna hitam. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Tak hanya itu, tembok GOR bulutangkis yang berada di lokasi yang sama juga ikut ambruk sepanjang sekitar 20 meter. Air kemudian masuk deras ke permukiman, membuat warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka.

Saksi Mata: Air Masuk Seketika, Mobil Terseret Arus

Yandi Rustandi (38), saksi mata sekaligus pekerja di rumah yang terdampak, mengatakan banjir terjadi antara pukul 15.00–15.30 WIB. Saat sedang beristirahat, ia mendengar suara keras dari arah depan rumah.

“Denger suara bruk. Ternyata tembok pagar ambruk dan air langsung masuk besar ke dalam rumah. Lokasinya memang dekat aliran sungai,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Yandi menuturkan derasnya arus langsung menyeret dua mobil tersebut. “Yang pertama Kijang hitam, terus Avanza putih ngikut. Enggak ada orang di dalam, tapi air besar sekali, enggak bisa ditahan,” ucapnya.

Saat banjir menerjang, ada lima orang di dalam rumah dan mereka sempat panik. Yandi bahkan harus menggendong pemilik rumah yang sudah lansia ke lantai dua untuk menyelamatkan diri.

“Air langsung besar, merendam rumah. Surutnya baru sekitar jam lima. Mobil saja kebawa, apalagi saya,” katanya.

Setelah kondisi reda, Yandi segera melapor kepada Ketua RT dan diteruskan ke pemerintah desa.

30 KK Terdampak, Rumah dan Perabotan Rusak

Kepala Dusun Cicukang 1, Dewi Ratnapuri, menjelaskan bahwa banjir tidak hanya merusak benteng rumah, tetapi juga satu GOR bulutangkis serta puluhan rumah warga.

“Ada sekitar 30 KK terdampak, lebih dari 20 rumah kena. Perabotan banyak yang terbawa arus, termasuk mesin jahit dari konveksi rumahan,” ujarnya.

Warga telah melapor ke pemerintah desa dan kini menunggu penanganan lebih lanjut dari BPBD, Dinas PU, dan Dishub Kabupaten Bandung. Penyempitan aliran air serta tingginya tekanan arus diduga menjadi penyebab utama robohnya tembok dan terjadinya banjir mendadak tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Pasundan Beri Rapor Merah dan Desak Evaluasi Kebijakan

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.