bukamata.id – Suasana tenang yang semula menyelimuti kawasan wisata Air Terjun Pelangi di Dompu, Nusa Tenggara Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan massal. Dalam hitungan detik, gemuruh air menggantikan tawa wisatawan. Jeritan saling bersahutan. Langkah kaki berlari tak beraturan. Minggu siang (14/12/2025) itu, alam menunjukkan wajah lain yang tak pernah diduga para pengunjung.
Detik-detik mencekam itu terekam jelas dalam sebuah video yang viral di media sosial. Diunggah akun TikTok @om.damm7, video tersebut memperlihatkan puluhan wisatawan yang semula berada di sekitar aliran air terjun tiba-tiba berlarian menyelamatkan diri. Air yang awalnya terlihat biasa, mendadak membesar dan berubah keruh, meluncur deras dari arah hulu.
Air Terjun Pelangi memang dikenal sebagai salah satu destinasi favorit di Dompu. Terletak di kawasan perbukitan dengan jalur sungai yang berkelok, air terjun ini dinamai “Pelangi” karena bias warna-warni yang kerap muncul dari percikan air saat matahari menyinari jatuhannya. Keindahan itu kerap membuat pengunjung lupa bahwa lokasi ini berada di jalur aliran sungai yang sensitif terhadap perubahan cuaca, terutama saat musim hujan.
Hari itu, tak ada tanda bahaya yang benar-benar terasa. Hanya gerimis tipis yang turun sejak siang. Beberapa pengunjung bahkan menganggap hujan ringan tersebut sebagai pelengkap suasana alam. Namun tanpa disadari, hujan yang turun di kawasan hulu telah mengumpulkan volume air besar yang akhirnya meluncur tanpa peringatan.
Linda Suryani, salah seorang pengunjung yang berada di lokasi, menjadi saksi langsung bagaimana situasi berubah dari santai menjadi mencekam. Ia mengungkapkan bahwa rombongannya baru saja tiba ketika teriakan pertama terdengar.
“Kejadiannya tadi siang, anak kecil cowok dan satu orang perempuan yang sempat keseret banjir tapi alhamdulillah dapat diselamatkan,” ungkap Linda Suryani, dikutip Rabu (17/12/2025).
Teriakan “banjir” awalnya terdengar samar. Beberapa wisatawan yang berada di dekat aliran air sempat tak percaya. Mereka mengira itu hanya kepanikan berlebihan. Namun detik berikutnya, warna air berubah. Arus semakin cepat. Batu-batu kecil mulai terseret. Saat itulah rasa takut menjalar.
“Tiba-tiba dari atas orang-orang pada berlarian dan teriak banjir sebagian yang di dekat kami awalnya tidak percaya. Tapi ketika lihat banjir sudah dekat baru kami pada lari semua, ternyata banjirnya lumayan besar,” ulas Linda.
Kepanikan pun tak terelakkan. Pengunjung berlarian tanpa arah. Ada yang mencoba menyeberangi aliran air yang mulai meninggi, berharap bisa mencapai jalur keluar lebih cepat. Ada pula yang memilih memanjat tebing batu di sisi air terjun, mencengkeram akar dan celah bebatuan demi menyelamatkan diri.
Namun tidak semua berhasil menghindar. Dua wisatawan dilaporkan terseret arus banjir bandang yang datang tiba-tiba. Dalam situasi yang nyaris tanpa kendali itu, jeritan terdengar semakin keras. Untungnya, kedua korban tersebut berhasil diselamatkan berkat bantuan pengunjung lain dan warga setempat.
Beberapa wisatawan lainnya terjebak di bibir tebing, terisolasi oleh derasnya aliran air di bawah mereka. Wajah-wajah pucat terlihat jelas dalam video yang beredar. Mereka tak berani bergerak, sementara air terus mengalir deras di bawah kaki mereka.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera turun tangan. Dengan peralatan seadanya, seperti tali dan batang bambu, proses evakuasi dilakukan secara manual. Satu per satu pengunjung ditarik menjauh dari jalur air, hingga akhirnya situasi dapat dikendalikan.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun trauma jelas tertinggal. Banyak pengunjung mengaku masih gemetar meski sudah berada di tempat aman. Beberapa di antaranya langsung meninggalkan lokasi wisata, memilih pulang tanpa sempat menikmati keindahan Air Terjun Pelangi yang semula mereka tuju.
Video viral tersebut sontak memicu reaksi luas dari netizen. Banyak yang menyayangkan sikap sebagian pengunjung yang terlihat masih santai saat tanda bahaya mulai muncul. Komentar demi komentar membanjiri unggahan video tersebut.
“diatas td videonya mash banyak waktu untuk naik,tpi gk langsung berlarian wihhh sepele sekali mereka sma nyawanya sendiri,” tulis seorang netizen.
Netizen lain mengaku merinding melihat derasnya air datang tanpa ampun.
“ngeri tiba2 ada banjir bandang,semoga smua selamat,” kata netizen lainnya.
Ada pula yang menyoroti momen awal sebelum kepanikan terjadi.
“liat di video yg 1 tdi pada santai gak lansung lari naik, pas sdah gini baru panik,” ujar netizen.
Komentar-komentar tersebut menunjukkan betapa tipisnya batas antara wisata dan bencana alam. Dalam hitungan menit, tempat yang menjadi tujuan rekreasi bisa berubah menjadi lokasi penyelamatan darurat.
Peristiwa di Air Terjun Pelangi ini menjadi pengingat keras bahwa keindahan alam selalu datang berdampingan dengan risiko. Di balik gemerlap pelangi yang memantul dari air terjun, tersimpan potensi bahaya yang tak boleh diremehkan.
Kini, video detik-detik kepanikan itu terus beredar, menjadi pelajaran bagi wisatawan lain agar lebih waspada. Bagi mereka yang berada di lokasi hari itu, suara gemuruh air dan teriakan panik mungkin akan terus terngiang lama—sebuah pengalaman yang tak akan mudah dilupakan, ketika alam tiba-tiba mengambil alih kendali.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











